
..hati sedih, karna sepatu ku rusak..
..aku jadi gembira, karna masih punya kaki..
Siang itu carrefour lagi padat padatnya. Istri ku ngantri di barisan menuju counter cashier. Di depannya trolley berisi belanjaan penuh. Ini memang belanja awal bulan. Pas tiba giliran. Selesailah seluruh belanjaan dinilai. 'Satu juta dua ratus ribu ibu. Mau cash atau credit card ?'.
Istriku yang cantik ini, yang selalu susah memadamkan berahi ku, dengan enjoy melakukan pembayaran. Cash ! Dia anti kartu kredit. Pengutang, katanya.
Enjoy ? apanya yang enjoy. Di mobil bisa panas dia. 'Cobala bang. Belanja kita aja pun sudah sebesar ini. Darimana lagi bisa membiayai kredit mobil. Kartu kredit. Kredit rumah. Teve kabel. Sekolah..... semakin sayup, karna volume Dire Straits makin ku tinggi kan'... Hehe.. biar saja dia ngomel. Toh, setelah itu nanti akan ku 'bom' dengan kata kata rayuan. Kita ngobrol. Dan pasti, aku dapat jawaban akhir 'ah diam lah kau bang'. Ini jawaban yang paling mesra dari istri ku. Dasar istri ku ini ya.
Keluhan sepintas istri ku ini, adalah keluhan yang enteng keluar dari mulut sebagian banyak orang. Tingkat kesulitan yang makin tinggi, beban yang makin berat. Selalu mengeluh. Kita ini masih menikmati berada di dalam batas keterbatasan.
Coba mulai dibalik. 'Gila ya, masa
sulit gini, kita masih mampu belanja semahal ini. Puji Tuhan banget ya'. Kalau gagal sekali. Jangan langsung meringis. Coba bikin senyum lebar : 'Hehe. tadi meleset. Besok coba cara lain ah'. Jatuh sekali. Bangun. Jatuh lagi. Bangun lagi. Jatuh lagi. Bangun lagi. Asal tau saja, yang membedakan orang sukses dengan orang gagal. Orang gagal cuman kuat jatuh 3 kali. Selanjutnya bilang gini :'ah sudahlah itu. Kapok aku'. Menyerah.
Orang sukses punya persediaan jatuh-bangun berlipat kali banyak dibanding orang gagal.
Bayangkan saja. Kalau kita sedikit sabar dan tabah, seharusnya jatuh yang ke-lima kali, jalan berikutnya adalah bangun-bangun-bangun-bangun. Sukses terus. Ini sudah berhenti di jatuh yang kedua. Coba yang baru ya mengalami lagi jatuh bangun tadi. Pas jatuh kedua menyerah. Pindah lagi. Ya cuman menikmati jatuhnya 'mulu'.
Wong Solo. Anda tau perusahaan ini ? Pemilik ayam bakar yang terkenal itu. Sekarang sih, kita bisanya kagum 'doank'. Kita engga berusaha mencari tau kapan dimulai. Jatuh berapa kali. Merasa terhina. Diketawain orang. Yan gkita lihat cuman betapa resto yang mereka miliki luar baisa besar. Cabangnya dimana-mana. Setelah itu kita hitung hitung pendapatan bulanan.
Belum lagi kalau kita saksikan sendiri 'Hammer' warna kuning itu menjelajah jalanan raya Medan.
Cuman wong solo bisa ? wong jogja juga bisa. wong surabaya juga bisa. apalagi wong batak. Cobalah. Dan siapkan mental untuk menghadapi kejatuhan berkali-kali. Ketahanan pun harus menembus batas.
..aku jadi gembira, karna masih punya kaki..
Siang itu carrefour lagi padat padatnya. Istri ku ngantri di barisan menuju counter cashier. Di depannya trolley berisi belanjaan penuh. Ini memang belanja awal bulan. Pas tiba giliran. Selesailah seluruh belanjaan dinilai. 'Satu juta dua ratus ribu ibu. Mau cash atau credit card ?'.
Istriku yang cantik ini, yang selalu susah memadamkan berahi ku, dengan enjoy melakukan pembayaran. Cash ! Dia anti kartu kredit. Pengutang, katanya.
Enjoy ? apanya yang enjoy. Di mobil bisa panas dia. 'Cobala bang. Belanja kita aja pun sudah sebesar ini. Darimana lagi bisa membiayai kredit mobil. Kartu kredit. Kredit rumah. Teve kabel. Sekolah..... semakin sayup, karna volume Dire Straits makin ku tinggi kan'... Hehe.. biar saja dia ngomel. Toh, setelah itu nanti akan ku 'bom' dengan kata kata rayuan. Kita ngobrol. Dan pasti, aku dapat jawaban akhir 'ah diam lah kau bang'. Ini jawaban yang paling mesra dari istri ku. Dasar istri ku ini ya.
Keluhan sepintas istri ku ini, adalah keluhan yang enteng keluar dari mulut sebagian banyak orang. Tingkat kesulitan yang makin tinggi, beban yang makin berat. Selalu mengeluh. Kita ini masih menikmati berada di dalam batas keterbatasan.
Coba mulai dibalik. 'Gila ya, masa
sulit gini, kita masih mampu belanja semahal ini. Puji Tuhan banget ya'. Kalau gagal sekali. Jangan langsung meringis. Coba bikin senyum lebar : 'Hehe. tadi meleset. Besok coba cara lain ah'. Jatuh sekali. Bangun. Jatuh lagi. Bangun lagi. Jatuh lagi. Bangun lagi. Asal tau saja, yang membedakan orang sukses dengan orang gagal. Orang gagal cuman kuat jatuh 3 kali. Selanjutnya bilang gini :'ah sudahlah itu. Kapok aku'. Menyerah.Orang sukses punya persediaan jatuh-bangun berlipat kali banyak dibanding orang gagal.
Bayangkan saja. Kalau kita sedikit sabar dan tabah, seharusnya jatuh yang ke-lima kali, jalan berikutnya adalah bangun-bangun-bangun-bangun. Sukses terus. Ini sudah berhenti di jatuh yang kedua. Coba yang baru ya mengalami lagi jatuh bangun tadi. Pas jatuh kedua menyerah. Pindah lagi. Ya cuman menikmati jatuhnya 'mulu'.
Wong Solo. Anda tau perusahaan ini ? Pemilik ayam bakar yang terkenal itu. Sekarang sih, kita bisanya kagum 'doank'. Kita engga berusaha mencari tau kapan dimulai. Jatuh berapa kali. Merasa terhina. Diketawain orang. Yan gkita lihat cuman betapa resto yang mereka miliki luar baisa besar. Cabangnya dimana-mana. Setelah itu kita hitung hitung pendapatan bulanan.
Belum lagi kalau kita saksikan sendiri 'Hammer' warna kuning itu menjelajah jalanan raya Medan.
Cuman wong solo bisa ? wong jogja juga bisa. wong surabaya juga bisa. apalagi wong batak. Cobalah. Dan siapkan mental untuk menghadapi kejatuhan berkali-kali. Ketahanan pun harus menembus batas.
2 komentar:
Ya, seorang yang sukses berani untuk memulai melangkah walaupun pada awalnya dia jatuh, namun dia tidak pernah kapok untuk mencoba kembali, dan mereka belajar dari kegagalan sebelumnya. Dan itulah keberhasilan mereka, mereka berhasil menemukan cara yang salah dalam usaha sebelumnya sehingga tidak mengulangi dengan cara yang sama.
Yang kedua adalah semangat yang tak pernah padam. Mereka tidak akan berhenti sebelum yang yang diinginkannya tercapai.
Balita yang sedang belajar berdiri bisa menjadi guru kita. Tak akan pernah bisa berdiri kalau dia tidak berani memulai mencoba berdiri. Tidak pernah bisa berdiri, kalau dia tidak mau mencobanya lagi. Coba lagi... cobalagi.. sampai akhirnya dia bisa berdiri.
Salam
bung erik. keliatannya sudah pegal baca postingan saya ya :)
Posting Komentar