Senin, 25 Agustus 2008

* MENEMBUS BATAS !

Titik terlemah dari kelemahan manusia adalah menyerah pada kelemahannya. (omia pasaribu)

Stevie Wonder. Jangankan untuk melihat, mengintip saja pun dia tidak bisa. Kita sih senangnya hanya terkagum-kagum atas kejeniusan dan keberuntungannya menjadi artis terbesar sepanjang masa.

Kita tidak pernah mencari tau. Apa yang terjadi pada dirinya dan keluarga sejak dia dilahirkan dalam kondisi. Buta. Dunia terasa gelap. Dunia terasa gelap ? Ternyata tidak. Buat kedua orang tua Stevie W, terangnya dunia baru saja dimulai.

Pernah nonton Forest Gump ? Itu filem yang betul betul bagus. Sebuah cerita yang menginspirasi saya yang dulu selalu 'menikmati' kelemahan, kekurangan, dan keterbatasan. Orang yang menikmati kelemahan adalah orang yang membuat sebuah kekurangan menjadi justifikasi untuk tidak melakukan apa apa. Forest Gump. Seorang yang mentalnya terbelakang. Mampu menjadi pengusaha sangat sukses.


Cerita yang hanya dua potong di atas seharusnya bisa kita pegang menjadi inspirasi untuk segera melakukan sesuatu. Seorang pegawai yang waktunya sangat terbatas. Bisa mencoba melakukan sesuatu di atas keterbatasannya. Menembus batas. Tidak seharusnya bila hari ini masih juga memegang keterbatasan waktu untuk tidak mau mencoba melakukan hal hal sederhana demi mengembangkan kemampuan pikir sekaligus membuka keran baru penghasilan. 'Kenapa tak kau coba dulu 'side job' baru ?'. 'Kamu enak, waktunya bebas. Lah aku ? waktu ku hanya ada setelah pukul 7 malam, sehabis ngantor'. Kuno !! Makin kuno lagi karna omongan ini terucap dengan mata menerawang. Ga ada sama sekali percaya diri dan optimisme. Kuno !!


Tukul Arwana. Apa gantengnya si ? bahasa inggris juga 'marambalangan' (baca:ga jelas). Pengetahuan sangat terbatas. Coba perhatikan, Tukul sangat tergantung dengan teks di layar monitor note book. Apa Tukul pernah ngomong 'waduh rek, congor ku aja ga bisa tak atur. Mosok mesti ngatur acara sebesar ini'. Katrok ! Katrok kalau Tukul berani menyatakan diri seorang lemah. Tukul menembus batas ! Seharusnya acara itu dibawakan oleh artis atletis, wajah guanteng, pendidikan luar negeri (dasar ga ada nasionalisme) dan dari kalangan elite. Kenapa harus Tukul ? Karna Tukul berani mencoba. Menawarkan diri dan memanfaatkan kesempatan ! Simple.


Seorang yang sangat sukses. Yang meniti karier dari level yang sangat mustahil di mata kita. Pernah berucap kalimat yang tidak akan pernah hilang dari ingatan. Strecth the Goal. Lenturkan lagi pencapaian mu. Kalau kemampuan maksimal mu mengangkat karung beras seberat 25 kg. Coba tanamkan di hati dan upayakan mencapai 30 kg. Atau ucapan lain : 'hanya orang gila yang bisa menghasilkan hasil yang gila'. Atau 'jangan berharap hasil luar biasa kalau bekerja biasa biasa'. Ini namanya menembus batas ! Orang ini yang menjadi idola semangat ku, bernama Ermady D.


Om Liem. Katanya. Ini katanya lo. Engga pernah tuh sekolah di Harvard. Alm TD Pardede. Dulunya orang yang ga punya apa apa. Orang yang mentok. Abdurrahman Wahid. Kita tau seperti apa kondisi orang istimewa ini. Dody Penalosa pemilik kaki yang tidak sempurna. Juara tinju dunia WBC. Jose Feliciano tak akan pernah berniat mengoperasi matanya supaya bisa melihat. Mereka semua tidak pernah menangisi keterbatasan. Mereka menembus batas.


well. Cobalah tembus batas mu sendiri. sekarang

1 komentar:

Haris mengatakan...

Itulah hebatnya Tukul, dia berhasil menjadikan kekurangannya menjadi sesuatu yang bernilai jual. Yang kedua, dia telah mampu memanfaatkan kesempatan dan moment yang ada. Dan yang paling penting adalah keinginannya yang besar untuk mengubah kodisi ekonomi keluarganya. Berjuang-berjuang, sambil mengintip peluang dan memanfaatkan peluang itu dengan sebaik-baiknya.
Salam