Rabu, 10 September 2008

* BOSS YOUR SELF


Kenapa ? bingung dengan tata krama bahasanya. Tidak memenuhi kaidahnya Yus Badudu. Ya biarin lah. Orang lain bisa tidak paham, tapi kita mengerti. Lebih penting itu daripada menggunakan semua kaidah yang ada. Yang orang lain paham mendalam, tapi kita sendiri malah kelimpungan mencari arti. Buat apa. Title di atas bermakna. Jadikan diri anda sebagai boss !
Bos itu kan menggambarkan kepemilikan otoritas yang luas. Memerintah sesuka hati. Punya kekuasa menjatuhkan hukuman. Ugh. Superpower sekali bos ini.
Ada syarat untuk bisa dikasih gelar sebagai bos. Pertama dia punya anak buah banyak. Kekuatannya lebih dari anak buah. Kekuasaan nya melampaui apa yang dimiliki anak buah. Meja kerjanya pun jauh lebih besar daripada meja rapat sekalipun. Hanya itu ? Engga bos. Itu bukan segala galanya. Anda tau. Anda bisa jauh lebih bos dari bos anda. Bosnya bos anda. Bos dari bosnya bos anda. Kok bisa ? Bisa saja kalau kita punya sesuatu yang berbeda dari mereka. Kita punya otoritas penuh atas penguasaan diri dibanding mereka.
Kalau ada bos yang mengaku bos besar, tapi masih menangis ketakutan sambil bilang 'aduh. tolong donk. naikkan dikit prestasi anda, soalnya hasil dari unit mu ini menolong sekali pencapaian saya. saya dimarahin bos nih'. Coba ingat. Kejadian ini sudah lumrah kita dengar. Atasan kita, yang sudah kita anggap orang punya otoritas ternyata punya ketakutan besar atas sesuatu yang bakal menimpanya. Kalau di Asterix Obelix ini adalah traumanya orang orang Galia karna langit akan runtuh menimpa. Kalau kejadian ini benar benar anda alami. Tenang saja. Sampaikan saja negosiasi : 'oke, saya naikkan. Sejentikan jari saya bisa menambah tujuh puluh lima persen prestasi. Dan itu akan menjaga kursi bapak'. Tentu si 'bos' (perhatikan tanda kutipnya), bakal berbinar matanya dengan bilang gini 'apa yang bisa saya lakukan untuk kalian ?'. Well. Siapa yang bos sekarang ?

Anda bisa sampai ke level seperti itu ? Level dimana anda punya bargaining position dibanding bos anda sendiri ? Jawabnya ada di anda sendiri. Bukan di saya. Apalagi di dukun Panoramix dari Galia itu.
Syaratnya gampang. Ketik reg spasi bos kirim ke... hehehee.. bayangin bos, bapak bapak Paranormal saja pun sudah menggunakan multimedia untuk jualan. 'Anda tidak cocok bekerja di air. Anda cocoknya bekerja dagang'. Lah kita ? jangankan multimedia, alat kerja paling sederhana di kantor saja ga menguasai. Gimana mau jadi bos ?
Untuk menjadikan diri kita bos. Lakukanlah hal hal sederhana seperti ini.

1. Kuasai pekerjaan dibanding yang bisa dilakukan bos.
Jangan biarkan bos kita menguasai lebih dari yang kita kuasai atas pekerjaan inti unit kita. Kalaupun anda adalah pegawai yang paling rendah di unit anda, jangan pernah biarkan bos anda atau orang lain jauh lebih menguasai pekerjaan dibanding anda sendiri. Kekuatan tawar anda ada di situ. Bobot perlu tidaknya anda ada di situ. Kalau semua orang punya kemampuan yang sama dengan anda, kejadiannya bikin miris. Anda ada atau tidak ada, ga ada bedanya.

2. Kuasai unit anda

Ciptakan suasana dimana anda berposisi sebagai orang yang paling dipercaya sebagai pengambil keputusan dibanding bos anda sendiri. Jangan lupa, orang kita ini masih primordial dan konservatif. Bos nya si bos tentunya tidak mampu memerintahkan apapun selama bosnya langsung tidak ngomong apa apa. Jagalah ini. Anda harus menjadi leader di tengah tengah team. Untuk menjadi leader sejati tentulah harus memiliki beberapa syarat. Pasti sudah tau kan ? Minimal, untuk jadi leader, bisalah jadi contoh yang kata orang bule 'role model' bagi orang lain. Kalau tak bisa dari cara omong, ya dari cara pakean lah. Jangan pulak belagak leader tapi sepatu saja pun tak pernah disemir. Syarat lain, tunjukkanlah bahwa kita bisa memberi solusi untuk orang lain. Nah ini kan persyaratan yang berat. Berarti kita harus menguasai penuh pekerjaan semua orang. Jangan biarkan terbuka akses yang lebar dari bos anda ke unit sendiri. Sekali dibypass diemin. Duakali dibypass bos maklum. Kalau sudah lebih dari dua kali dibypass bos sendiri, alamat hilanglah marwah anda di depan anggota team.

3. Happy menerima order bos

Syarat seorang bos adalah tidak pernah menunjukkan warna hati dalam kondisi apapun ke orang mana pun. Termasuk bos sendiri. Ada order telan saja habis. Mau masuk akal atau tidak masuk akal, selama ini perintah bos, dan inline dengan visi perusahaan anda ya, sikat habis. Anda lagi cape berat, lagi lesu habis karna tugas kemaren belum selesai, tinggal kasih respon 'ada lagi bos ? sini saya selesaikan segera. Siap bos !' Jangan pedulikan anda sedang terlibat dalam case 'pegawai yang baik adalah pegawai yang akan dirugikan'. Masih ingat ini kan? Itu lo, kondisi dimana seorang pegawai akan luluh lantak kecapean tapi kariernya mentok. Karna hanya dia yang bersedia menerima order apapun. Baik sekali. Biarin saja kita menanggung ini. Toh di pikiran kita sudah tertanam : 'he is the boss. saya harus patuhi'.

4. Jangan pernah mengeluh
Kalau resources anda kurang, anda harus bersyukur. Kalau saya, resources kurang ini menjadi justifikasi buat saya (dalam hati lo ya) untuk menghibur diri pada saat saya tidak mampu melampaui sesuatu. 'Ya wajar donk kita engga mampu, wong mobil aja cuman dua unit'. Kalau mobilnya ada empat, anda mau bilang apa lagi ? pasti nyari alasan yang lain.

Calon bos tidak akan pernah mengeluh atas kekurangan apapun. Kalau merasa kurang kurang, diskusikan. Tapi tidak dalam konteks mengeluh. Kalau anda mengeluh maka anda sudah tidak layak lagi menjadi boss.
Cape kerja tapi karier anda atau hasil yang didapat tidak sebanding ? happy saja bos. Kita kan bukan orang upahan. Artinya kerja karna nyari bayaran. Kita kan bos. Kita sendiri yang mencari warna hati.
Jadikan diri anda bos. Tanpa harus menduduki meja yang lebih lebar. Punggung kursi yang lebih tinggi. Penghasilan yang lebih besar. Anda bos ketika anda sudah merasakan bebas melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar. Well. You are a real boss ! Congratulation !

Tidak ada komentar: