Minggu, 26 April 2009

* PECAL.....

Asal mula pecal itu adalah sayur sayuran, cabe cabean, bawang bawangan, kacang kacangan, gula gulaan, garam garaman dan air airan. Setelah semua benda ini dicampur campur dan diaduk aduk. Sampai kita kehilangan bentuk aslinya, barulah resmi namanya pecal. Sewaktu berdiri sendiri. Daun singkong itu namanya daun singkong. Kita tidak boleh memaksakan diri menyebutnya pecal. Jangankan cuman sekedar staf rendah, Presiden mana pun tidak berhak memaksakan kehendak menyebut daun singkong sebagai pecal. Tapi yakinlah, seorang Presiden tidak akan mencampuri urusan pecal ini. Tak ke sana pikirannya itu. Kacang. Waktu bulat bulat digoreng, namanya berubah, baru ke tahap kacang goreng. Kalau gorengnya terlalu lama, nama lengkapnya Kacang Goreng Gosong. Sama macam tadi, siapapun. Entah pejabat partai besar atau kecil. Pejabat tinggi di bidang hukum, apalagi sedang diperiksa KPK pulak. Jangan berharap punya kewenangan menyebut itu pecal. Bisa diejek orang sekampung dia. Setelah seluruh daun daunan yang perlu itu dipisahkan dari tempat asalnya. 'Dirusak' bentuk aslinya. Tengok aja, tak ada salahnya pun, kacang goreng itu harus dilumat. Pake batu pulak itu. Kalau pake bibir, namanya dicium nek. Seluruh bagian dari banyak benda berbeda ini dirubah bentuknya. Sifat aslinya dihilangkan. Suka tidak suka, mereka tidak lagi mengenal 'jati diri'. Dalam campuran yang 'pas', barulah namanya pecal. Rupanya macam gitu kita ini ya. Tidak semua perasaan sakit karna dipaksa berubah, perasaan direndahkan karna dipaksa menyesuaikan diri. Harus berujung jelek. Tidak mustahil semua ini membuat kita jauh lebih baik. Makanya.... banyak banyaklah makan pecal. ..... eh, jadi tringat aku sama mba Supiah.... ke sei putih dalam kita yok...

Tidak ada komentar: