.........Seumur-umur, baru sekali ini saya berhasil dipaksa (atau saya yang memaksa) istri untuk main ke mall pada jam 9 malam ! Sebelum-sebelumnya, jam segitu justru jam pada saat tangan saya sudah menjulur ke kasir parkiran gedung untuk melakukan pembayaran.La, ini ? jam segitu justru direncanakan sebagai jam tiba di pintu masuk Sun Plasa. Aneh sekali. Malam ini saya terkekeh dalam hati. Manusia yang paling anti 'pengaruh efek marketing', bisa larut menikmati dampak itu. Siangnya memang, eh bukan siangnya, sehari sebelumnya malah, saya sudah melihat banner tentang 'Midnight Sale only 3 hours up to 80 % !!'. Bannernya sih, tidak keren keren amat. Naif sekali malah untuk seukuran groupnya surya paloh. Tapi luarbiasanya, saya terkena sihir. Waduh, seperti orang bodoh yang baru sadar bodohnya, saya seperti tidak kenal istri. Kami jalan berdua, tapi masing-masing 'panik'. 'Abang cari sendiri sendiri atau sama-sama ?'. Oya, anda harus tau, ramainya pajak sambas, kalah jauh dengan kepadatan midnight sale ini. Sumpeknya pasar kembang di bandung, masih lebih sepi dibanding riuhnya SOGO ! Tanpa basa basi, saya langsung meninggalkan istri yang belum mendapat jawaban : mau belanja bareng atau masing-masing ? Ini mengejar waktu lo....
Tergopoh gopoh saya kabur menerjang kerumunan orang. Saya harus mendapatkan sepatu baru dengan di
skon 80 %. Sesampainya di tempat kejadian perkara. Jangan kata diskon 80 persen untuk sepasang sepatu. 41 persen untuk sebelah saja pun nihil. Saya terbahak : Dasar pedagang ! hehehe... Pedagangnya tidak salah, saya yang salah. Mau barang bagus tapi engga mau bayar mahal. Kok enak.
skon 80 %. Sesampainya di tempat kejadian perkara. Jangan kata diskon 80 persen untuk sepasang sepatu. 41 persen untuk sebelah saja pun nihil. Saya terbahak : Dasar pedagang ! hehehe... Pedagangnya tidak salah, saya yang salah. Mau barang bagus tapi engga mau bayar mahal. Kok enak.Melihat kondisi lapangan, saya memutuskan untuk give up. Dengan jantan saya mengundurkan diri dari arena pertarungan fisik dengan para pemburu diskon. Saya memuaskan diri dengan bungkusan kecil berisi dua potong ikat pinggang yang lama saya incar, dan sukses saya dapatkan. Lumayan. Ada potongan 30 persen. Tapi mesti beli dua, plus wajib belanja majalah, yang judulnya pun baru saya dengar ! Betul betul korban saya kali ini. Kemaren di orchard, barang branded diobral 40 persen, saya kok tenang tenang saja ya. Di sana rame juga, tapi sama sekali tidak krodit.
Menenangkan diri d
ari arena pertempuran, saya mendapatkan banyak hiburan. Saya bisa menyaksikan siaran langsung saling tarik antar pembeli atas barang dengan model dan harga yang sama. Kebetulan selera mereka sama. Entahlah. Sama selera di model atau di harga. Di lain kejadian. Ada yang pede sekali pegang sepuluh potong pakaian, tapi mengembalikannya lagi satu per satu karna dapat informasi sangat sopan : 'yang itu engga ikut diskon ya bu, soalnya new arrival'. Hehehee... ibu ibu ini keren betul, tapi seleranya bukan dimodel, tapi harga.
ari arena pertempuran, saya mendapatkan banyak hiburan. Saya bisa menyaksikan siaran langsung saling tarik antar pembeli atas barang dengan model dan harga yang sama. Kebetulan selera mereka sama. Entahlah. Sama selera di model atau di harga. Di lain kejadian. Ada yang pede sekali pegang sepuluh potong pakaian, tapi mengembalikannya lagi satu per satu karna dapat informasi sangat sopan : 'yang itu engga ikut diskon ya bu, soalnya new arrival'. Hehehee... ibu ibu ini keren betul, tapi seleranya bukan dimodel, tapi harga....Ada lagi anak muda yang bingung nyari pacarnya. Mungkin dia kaget setengah mati :'perasaan pacar ku ini kalem. Kok tiba tiba bisa jadi ganas'. Bolak balik anak muda ini mengetuk-ngetuk jam tangan ganti isyarat untuk buru buru. Si cewe manis cuman nengok sedetik. Engga lebih. Dan kasih respon tenang : 'sebentar !' Cowonya berubah jadi bloon.
......................... Yang satu ini adalah kejadian sangat menggelikan. Ini fakta saudara-saudara. Saking tidak pernahnya menyaksikan kejadian seperti ini. Saya iseng merekamnya lewat kamera. Tanpa saya sadar, ada seorang bapak tertangkap kamera. Kebetulan beliau saya kenal. Bapak muda ini. Eh. Engga terlalu muda. Serius sekali dorong dorong keranjang. Dengan perut yang hampir melampaui kereta dorongnya sendiri. Saya pikir, keranjang ini berisi seratus potong borongan pakaian. Eala. Tak taunya anak bayinya sendiri ! Para pemirsa sekalian. Saya mohon dengan sangat, kesediaan anda membayangkan. Jam sudah hampir sebelas malam, ada bapak parlente, khusuk mendorong kereta bayinya di tengah mall super padat ! Gayanya itulah. Parlente habis. Lempar senyum sana-sini. Kalau orang Medan bilang, bapak ini cenderung 'anggar jago' (ai lak huttubhh : khusus yang ngerti). Saya kenal betul beliau. Pengalamannya luas. Jangankan luat Pahae, Eropa saja pun sudah didegenya (dege=menginjakkan kaki:bahasa batak). Jangan kata menara Tirtanadi, di Eiffel pun sudah poto poto dia. Tapi, atas nama sale, beliau ini rela menjadi sangat 'kebapakan' (agak mual saya nyebut istilah ini bah... :)). Bayangin, gaya bule, tapi ngasih dodot anak.
Trapped in 3 hours midnight sale on Sogo, betul betul maha karya marketing ala Sun Plasa ! Buat yang ngerti kota Medan. Harap bayangkan, seluruh jalan menuju Zainul Arifin (Kampung Madras ! Sudah tak boleh kita sebut sebagai kampung keling. Tak boleh lagi. Harus kampung Madras), tertutup ! Dasar jenius dan punya bakat sebagai agen rahasia. Saya cepat berpikir. Yang penting parkir. Walaupun tidak di gedung parkir Sun. Selepas Mangkubumi, saya belok kiri, dan langsung masuk Hotel Danau Toba. Kami parkir di sana. Jalan kaki menuju Sun Plasa. Kembali lagi ke sana. Masih dengan jalan kaki ! Dengan kesuksesan membawa sebungkus kecil tas belanja berisi ikat pinggang : 2 potong !!! Plus, majalah yang tadi, yang judulnya saja pun saya tak pernah dengar. Dikurangi sekian sentimeter berkurangnya alas sendal kaki saya dan hak sepatu istri. Tapi ditambah kebingungan saya, karna tangan istri kosong melompong. 'Tak jadi belanja de ?' Jawabnya dengan trenyuh : 'Bingung aku, bang'. Entahlah. Entah cocok entah tidak ikat pinggang ini nantinya. Majalahnya ? ya minimal buat bahan baku anak saya : kak Iyank, Kevin, dan adek Michelle; untuk bikin pesawat pesawatan. Kalau orang tanya, saya bisa jawab : 'wah, saya beruntung bisa dapat banyak'. Dua potong itu jauh lebih banyak lo. Dibanding bapak itu !! Cuman kasih dodot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar