...... engga ada yang perlu dikuatirkan. keputusan mengambil cuti panjang adalah paling valid dalam sejarah yang pernah saya alami. baru tahun 2008 saya berani meninggalkan team 'sendirian'. bayangin, pekerjaan dan kekuatiran atas performa unit menjadi agama baru buat saya. dan saya tidak lagi mengenali diri sendiri. gila beneeeerrrr. sebelum cuti kali ini, saya hanya berhenti bekerja di tanggal 24 itu pun sudah menjelang pukul 5 sore ! padahal kebaktian christmas eve itu mulai jam 7. alhasil, setiap tahun saya kebagian kursi di luar. saya sih biasa aja, tapi istri dan anak-anak ?. bekerja lagi setelah natal. dan berhenti lagi menjelang pergantian tahun ! baru di januari cuti. sarap sekali saya.
cuti sekali ini saya murni melupakan semua pekerjaan. kegiatan apa pun, apa pun, saya serahkan ke team. betul-betul I leave them alone. dan hasilnya ? ternyata saya ada dan tak ada, sama sama ga ada pengaruhnya. hehehe.. berarti selama ini saya ke-ge-er-an.
memberi kepercayaan kepada orang lain, dan melepaskannya mengerjakan banyak hal atas kepercayaan yang kita berikan, ternyata butuh pelatihan. biasanya kan, setiap mendelegasikan sesuatu. kita melakukan monitoring untuk mengetahui progress delegasi. telepooonn terus. maksud hati sih mau menunjukkan bahwa kita support dan beri perhatian kepada penerima delegasi. kita berusaha menunjukkan bahwa kita tidak pernah meninggalkan mereka sendirian. siapa yang tau perasaan si penerima ? jangan-jangan dia ngedumel : 'ga percayaan amat orang ini'. atau, kalau dia agak ekstrim, mungkin sudah ngomong : 'kalo ente ga percaya ana, ya sudah, ente kerjain aja sendiri !'.
ini sama saja dengan berdoa ya. kejadian sekarang ini menjadi materi doa saya waktu pergantian tahun. supaya saya diajar oleh Tuhan, untuk meletakkan semua beban pikiran. dan permohonan pertolongan di hadapan Tuhan. dan setelah meletakkannya, saya balik badan untuk tidak memikirkan masalah itu lagi. karna saya harus percayakan bahwa Tuhan pasti akan mengambil alih itu semua. apapun hasilnya, saya tinggal menunggu. jangan pula begini. permohonan pertolongan sudah dinaikkan, tapi pikiran kita masih terus saja mengkuatirkan itu. jangan sampai dibalikin : 'kalau engga percaya, kerjain aja sendiri !'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar