Selasa, 24 Februari 2009

+++ INTERVIEW with OBAMA (bisanya imajinasi)

entah kenapa, kok saya bisa ketemuan (waktu di padang tahun 1989, kami bilang 'basobok' atau 'basarobok' ya.. lupa) dengan orang yang paling dielu-elukan selama tahun 2008. orang, yang entah dengan alasan apa, dianggap akan mampu melakukan perbaikan total untuk seluruh kesemrawutan dunia. dunia lo, bukan sebatas negaranya. orang, yang tiba-tiba membunuh rasa 'permusuhan' antar ras. orang, yang dianggap sebagai dewa langit. menghunus pedang di tangan kanan, bibit jagung di tangan kiri. menanam dan membasmi. pada saat pertemuan, saya lihat manusia luar biasa ini sedang khusuk memainkan gadgetnya. di bahu kirinya tergantung tas sandang buatan jepang. di bahu kanannya teruntai back pack dengan lembaran-lembaran kertas terurai keluar. saya sih orangnya cool. ketemu budi anduk aja saya cuekin, masak cuman ketemu seorang barrack hussein obama harus histeris. enggalah. saya punya cara jitu untuk mengambil perhatian anak muda ini. saya jalan lurus menuju ke bahu kirinya dan... bruk !!! 'sorry sir. I apologize'. dia histeris... 'eh, pak abel... pak abel omia pasaribu...' adduh, apa kabarrrr...'. saya sering baca blog bapak lo. saya yang sudah merasa top ini enteng aja ngasih respon 'oya ?'. 'gimana pendapat Yang Mulia ?'.. beliau menjawab dengan penuh kagum : 'asli... ga ngerti sama sekali !!!'.
dengan sedikit basa basi, saya berhasil mengajak beliau untuk sebentar menyudutkan diri di warung kopi pinggir jalan. suhu udara sekitar 15 derajat. emh.... cukup dingin buat saya, tapi comfortable buat beliau. Yang Mulia Obama, mau minum apa ?' 'oh thanks.... tolong segelas c.... .. (sengaja dirahasiakan supaya kita sama-sama tidak tau apa minuman kegemaran beliau). dengan sekali jentikan jari, para waitress berhamburan ke arah kami. masing-masing pegang notes book kecil dan seutas ball point (ga boleh protes. seutas itu bukan hanya satuan untuk tali atau benang. suka suka kita. yang penting nyambung.. iya too.. iya tooo). semakin dekat, saya perhatikan mata mereka penuh eforia bertemu idola dunia. 'aduh, pak Abel.. maaf mengganggu acara minum kopinya... tolong tanda tangan donk pak...' well.. ini kan sudah menjadi resiko kemasyuran... 'dengan sedikit mengedipkan mata ke arah Yang Mulia, saya minta ijin.. 'sorry Your Highness.. just 2 seconds please'. beliau duduk dengan anggun. punggungnya disandarkan persis merapat ke punggung kursi. kaki kanan di taruh ditumpangkan di atas paha kiri. sambil menandatangani buku buku kecil tadi, saya melirik ke beliau sambil ngomong dalam hati : 'emh.. Kevin Axel empat belas tahun lagi'.
....... mata saya berbinar bisa ketemu muka dengan muka orang terhebat di muka bumi ini. orang yang mampu mengalahkan kehebatan seratus William Jefferson Clinton. seribu John Fitzgerald Kennedy. berpuluh-buluh Ronald Reagan. bagaimana tidak. kesemua mantan presiden tadi menjadi legenda setelah mereka pensiun. lah tuan Obama ini ? dia bahkan sudah menjadi legenda ketika mencalonkan diri menjadi senator ! apa masih berani ditandingkan dengan Komeng ? legenda lawak saya ? emmm... jujur saja, Komeng itu tiada duanya. tapi tuan Obama tiada tara. anda tau kehebatan lain dari seorang tuan Obama ? ini dia : 'dunia sudah yakin beliau akan menyelesaikan banyak masalah di muka bumi, bahkan sebelum beliau punya kemungkinan untuk lolos menjadi kandidat !!! gileeee... beda dengan program seratus hari presiden mana pun. belum kerja udah dianggap beres.. siapa yang sanggup menimbulkan kegemaran dan kegeraman seperti itu ? the one and only : Barrack Obama.

ini secuil records obrolan kami. saya sebagai AW (=awak); Obama sebagai BL (=beliau).
AW : 'ugh.. well.. akhirnya saya punya waktu juga ya tuan. bisa ketemu dengan Yang Mulia. padahal saya udah bingung setengah mati. jadwal saya penuh. padahal tuan adalah orang yang harus saya masukkan dalam list acara saya'. bagaimana perasaan Yang Mulia'.
BL : 'emh. I feel sick. agak mau.. muntah gitu'.
AW : 'is it ?. yaa itu biasa tuan. semacam respon awal yang menggambarkan kegamangan waktu kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak kita harapkan untuk didapatkan. ya semacam cultural shock gitu'.
BL : 'yeah, rite. I'm very shocked'. setiap beliau menjawab, dagunya selalu diangkat agak lebih tinggi dari garis datar bahu. beliau menghindarkan leher menekan jakun. saya tebak ; ini sih untuk menjamin tekanan pada pita suara. supaya vokal yang keluar lebih berat. jadi kesan wibawanya dapat. engga cuman cengkoknya yang dapat (macam kata juri-juri dangdut di tipi itulah).
BL : 'alrite then. what should we talk about mr.... '..... 'abel.. tangkap saya' takut ketauan sama orang-orang bahwa beliau sama sekali tidak kenal saya. 'rite, mr. Abel. is that any good things to talk ?
AW : 'gini lo Yang Mulia. apa yang menjadikan anda betul-betul mampu membius dunia ! melepaskan diri dari keterbatasan warna kulit'.
BL : 'owh.. pardon me, sir. I didn't see any different skin color here. I don't see any different among human being, sir'. waduh, ini sama sekali engga saya harapkan.
AW : 'gini lo tuan Obama. semua tau anda ini berasal dari kelompok minoritas. kan dari dulu kelompok anda selalu mendapatkan gerak yang terbatas. sampai-sampai Dr. Marthin Luther King, menyabung nyawa demi teriakan 'I have a dream nya'.
BL : 'oh no. please. (saya lihat beliau mulai gusar)... Marthin Luther King died for freedom. for everything has relation to freedom. He died not for a small group. Marthin is people on earth hero.
AW : 'lo.. bukankan orang-orang bilang....'
BL : 'please.. everybody is says a missed perception'. kenapa dibawa sentimen ras segala nih... (ini terpaksa saya terjemahkan langsung. soalnya mulai cape bicara bukan bahasa ibu sendiri). saya tidak melihat ada hubungannya dengan sentimen RAS disini lo. he's a warrior. a truly hero. tetapi untuk semua umat manusia. kebetulan saja dia ada di amerika, dan lahir sebagai manusia seperti yang kita lihat dulu. saya juga manusia seperti anda. kebetulan ibu kita beda. kakek moyang saya beda. kulit saya engga lebih terang dari anda. tapi saya engga menghubungkan apa-apa dengan masa lalu suatu kelompok ok.
AW : 'emh... Yang Mulia...'
BL : 'saya suka geli baca koran. baik sewaktu di rumah pribadi. di kamar tidur white house, dan selama di ruang oval. ada apa dengan dunia ? yang lagi pemilihan presiden kan negara kecil : amerika serikat. tapi kok seluruh dunia memperhatikan kami ? tapi.. ini rahasia antara kita ya... 'saya mulai menikmati itu semua'. coba aja anda perhatikan. menteri luar negeri saya diperlakukan sebagai seorang maha ratu. di negara mana dia berkunjung. kikikkikik.. saya sih tau, mereka melakukan itu buat saya. I see a good view. itu bagus buat ekonomi kami.
saya mulai tertunduk. berarti kemenangan beliau ini adalah kemenangan murni. bukan kemenangan seperti yang terjadi di acara idol itu. di mana semua orang berlomba menangis di hadapan jutaan penonton, menggebu-gebu menceritakan tentang kepedihan hidup. bisa menang, pun karena kasihan, bukan karena jago nyanyi...
AW : 'Yang Mulia... boleh tau cemana perasaan Yang Mulia sewaktu mengalahkan Hillary ?.. oya, saya baru ngobrol sama beliau lo...
BL : 'rasanya ga pantas kita menggunakan istilah menang ya. menang itu digunakan untuk pertandingan atau perlombaan. emang menurut anda ada perlombaan pemilu ? atau pilkada ? cari deh ke negera mana. yang ada itu pemungutan suara.. bukan perlombaan suara. kalau yang terakhir ini sih, bisa anda tonton di gereja. ada lomba paduan suaranya. baru pas istilah itu. mengenai yang Mulia Hillary. kebetulan saja secara statistik dan matematis, jumlah orang yang memilih saya jauh lebih banya dibanding yang memilih beliau. nah, peraturannya siapa yang terbanyak, dialah yang menjadi wakil tunggal. ga ada kalah menang. oya.. negara anda menggunakan istilah itu ya.
AW : 'auk ah tuan.. gelap'.
BL : 'jelas saja. saya juga manusia. cita-cita saya juga dulu ada daftarnya. nah, memiliki jumlah pemilih yang melampaui apa yang didapat seorang Hillary. ini Hillary Clinton lo ini.. bukan luna maya. eh.. luna maya itu bisa berubah wujud ya. kadang jadi manusia kadang jadi orang utan ? .......... saya jawab sekenanya 'meneketehe'.. terusin donk tuan. eee dia ngotot bahas luna maya. negara anda hebat ya bapak abel. hampir seluruh bintang iklan, yang pasti akan jadi role model anak-anak dan remaja, selalu orang yang 'bermasalah'. sudah jelas kawin cerai, malah ditanggap jadi bintang iklan. menjadi penyebab laki-laki menceraikan perempuan pun... jadi bintang iklan. ketangkep ada di kamar dengan suami orang yang jadi tokoh masyarakat pun.. ee diundang jadi bintang tamu. emh... agak unik ya............... untuk komentar yang ini, saya diam aja.. purak-purak minta tambah pipet... sedotan.
kembali ke yang tadi. jelas saya bahagia sekali. sama sekali tidak menyangka bisa menjadi kandidat.
AW : 'oke. sekarang anda menjadi seorang presiden. apa yang anda akan lakukan untuk dunia ?'
BL : 'mas.. mas.. saya ini presiden negara united states. bukan negara dunia. ngapain saya melakukan apapun buat dunia ?'
AW : 'lo.. jadi ? semua harapan bangsa-bangsa ?'
BL : 'meneketehe... ge er aja semua. negara saya aja udah kalang kabut. kok minta untuk mikirin dunia. semua negara kan udah ada presiden masing-masing. lagian.. saya juga dibayar untuk teritori amerika serikat kok. enak aja, gaji segini disuruh ngerjain seluruh dunia.
AW : 'anda tidak memperdulikan harapan dunia?'
BL : 'eh mas... dengar ga seh... saya presiden amrik. untuk dunia ? tanya aja sama pemimpin masing-masing'.
AW : 'aduh Yang Mulia.. saya teledor sekali ya. saya membuat Yang Mulia jadi gusar. maafkan saya. ngomong-ngomong.. kapan Yang Mulia mengunjungi menteng ?
BL : 'menteng.. di mana itu ??'

buset... beliau engga ingat sama sekali. kok kami-kami ini yakin sekali beliau akan ingat sama tempat kecilnya... kami senang masa lalu atau memang ge er ? ah.. meneketehe.... tinggal lah kami berdua diam seribu bahasa. menunggu siapa yang bayar... saya jelas ga enak hatilah. nraktir presiden ? gila apa.. kalau beliau ? ya jelas engga mampu bayar. emang di kantong presiden ada uang tunai ? buat beli segelas c.... (lagi-lagi tetap sengaja dirahasiakan supaya kita sama-sama engga tau apa minuman kegemaran beliau)

5 komentar:

Anonim mengatakan...

segelas C***a mungkin.

Anonim mengatakan...

hahahaha... tetap terjaga kerahasiaannya ya pak

Anonim mengatakan...

salah kali, bukan c tp b****g.

Anonim mengatakan...

hahahahaha.... nyesal aku.. aku sendiri menjebak diri.. pusiiingg.. apa kepanjangan b***g ??

Unknown mengatakan...

::ini lho tempat minumnya...
"mengajak beliau untuk sebentar menyudutkan diri di warung kopi pinggir jalan "
ini lho yang diminum.."'aduh, pak Abel.. maaf mengganggu acara minum kopinya.."
::yang aku salut dari obama di cerita ini..., dia engga peduli dengan keseleban Bapak Abel,...mungkin fikirnya..ngapain aku peduli dengan lamunannya... :)