......___ pepatah 'kacang lupa pada kulit', digunakan untuk memberikan gambaran tentang orang-orang yang melupakan orang lain yang memberikan jasa padanya. orang-orang yang menutup mata terhadap pengorbanan orang lain sehingga dia bisa menikmati apa yang dia punya sekarang ini. terkait dengan pepatah ini, saya heran ; kenapa orang tua kita dulu memilih kacang ya. kenapa engga buah lain saja. kan banyak tanaman lain yang lebih mentereng, ada duren, manggis, rambutan. ada lagi mangga, ada juga salak. tapi memang, setelah lama-lama dipikirkan. sangat engga pantas kalau pepatah orang tak berterimakasih disebut sebagai seperti : 'biji duren lupa sama .... dagingnya apa kulitnya ?'. kurang pantas ? emh, baik. kita ganti dulu : 'seperti biji rambutan lupa sama ... mmm.. dagingnya ?.. kulit di atas daging ? ... mmm.. rambut di atas kulit yang di atas daging ??... well.. makin ga pas. oke, kita coba yang lain lagi... seperti : 'biji kedondong..... 'apa dondong punya biji ? .. luar biasa ya.. orang tua kita dulu sangat paham terhadap tanam-tanaman. mereka tidak salah memilih kacang. iya, kacang engga punya lapisan lain selain.. 'biji', dan kulit ! perfect.
-- okelah, kita udah tau; kacang dipilih untuk menggambarkan sifat orang yang tidak tau berterima kasih. sudah. tolonglah jangan diterusin lagi sama jenis buah yang lainnya. jangan pula terlalu memaksakan istilah mengerikan lain : seperti akar tunggang lupa pada kambiumnya... makin ngawur. orang tua kita memang sempurna. jangan pernah berani-beranian ngasih penilaian terhadap kebijakan dan pengalaman hidup mereka. orang tua kita memang tidak pernah tau tentang ip address. tentang browsing. apa karna mereka tidak tau lantas kita bilang mereka kuno ? coba kalo beliau-beliau itu membalas dengan pertanyaan sederhana : 'ente pernah nyalain api dari batu-batuan ?'. sekarang giliran siapa yang norak ? masak cuman nyalain api dari batu aja engga mampu ? katanya jagoan komputer.
........__ banyak orang, dan sangat mungkin kita, terlibat di dalam pepatah ini. kita menjadi pelaku tunggal. kalau di istilah per-hukum-an, kita ini menjadi 'tersangka' dalam pepatah tadi. banyak orang yang menjadi kaya, karena dia dilatih oleh kemiskinan. diajarin oleh ketidak punyaan. kemiskinan membentuknya menjadi orang yang rendah hati. berpikir sederhana. dan bekerja keras. selama berusaha dalam kemiskinanannya, untuk menjadi kaya, pasti sejuta 'sumpah' sudah terpatri : 'kalau aku kaya nanti, ku baktikan diri ku untuk menumpas kemiskinan !'. eh, jadi mirip motto kampanye yang ada kata-kata ku wakaf kan itu ya. jangankan setelah menjadi kaya raya, masih kaya dikit saja pun, dia sudah 'kacang lupa pada kulitnya'. kalau dulu makannya nasi putih, ikan asin, atau paling mewah telur rebus : setengah ! yang setengahnya lagi buat nanti malam, sekarang gaya : 'ga tau nih. kok kalau makan nasi, perut gua bisa tiba-tiba mules yak'. ada lagi cewe yang seperlima kaya. yang dulu bisanya cuman rendam beras, setelah lembek lalu dilumat. setelah itu dipilin jadi bulat-bulat kaya kotoran kambing. dijemur supaya keras. setiap pagi dan malam, bulatan tadi dipakai menjadi 'bedak dingin'. hehehehe.. ibu saya engga pernah make yang ini. tapi, almarhumah tetap sangat cantik, dulu. lah... mentang-mentang punya gaji lumayan cukup, mulai ngomong... 'kenapa ya jeng, rasanya kulit saya yang sensitif ini, engga cocok lo kalo pake bedak viva no 29 ini. emh.. lebih cocok .......... apalah, pokoknya menyebut bahan make-up yang harganya di atas seratur ribu perak. hehehe.. ingaaatt.. seratus ribu perak. duluuu, adalah buat beli beras sekaleng. sekarang malah sok kaya.....
............-- banyak para bos, sekarang ini, menjadi 'kacang lupa pada kulitnya'. sedikit-sedikit perentah. sedikit-sedikit marah. koreksi. tidak siang engga malam, selalu mengirim perintah. yang ngasih perintah sih tenang-tenang. wong tinggal colokin kabel ke laptop. ketik beberapa perintah, lantas klik 'send'... wuuzzzz.... seluruh orang yang dia mau dia tuju, tiba-tiba terperanjat. .. 'aduh ma.. maaf ini, acara perayaan ulang tahun si Ucok kita batalin ya. bos minta papa untuk menghadap !' oala... 'kepala' rumah tangga orang lo, dibikin kalang kabut. harga diri penerima perintah ini betul-betul minus. masih untung kalo nol, masih engga tekor. .. ada lagi anak muda, yang kata-kata 'will you marry me' nya sudah berada di ujung lidah nih... tapi tiba-tiba.... 'sayang... will you... let me back to my office ?'. begitu badannya balik kanan, udah ada cowo lain yang mengkoreksi kalimat tadi menjadi yang betul. ya sudah, si cewenya kawin deh sama yang tadi. yang bosnya sangat mengerti kebutuhan anak bujangan. jadi engga mau ngejar-ngejar anak buah di luar jam kantor. ....----- saya punya pengalaman sangat menyakitkan tentang ini lo. ini bukan karangan. saya pernah hampir mampus karena sakit, dan pada waktu kejadian ini, saya lagi di luar kota. jauh dari pertolongan istri dan keluarga. saya dapat perintah lewat 'a horrible call'. 'bapak di mana !!! saya mau minta kondisi pekerjaan yang kemaren saya minta !!! sengaja tanda serunya banyak. betul lo mas. kasarnya seperti itu ngomongnya. saya trenyuh. dalam hati menjerit : 'pak, saya kan lagi cuti. orang cuti masak harus dibombardir'. tapi bukan karena cutinya saya pengen nangis. saya kan lagi sakit. waktu itu saya berusaha 'ngasih pemberitahuan' : 'iya pak, sebentar lagi saya konfirmasi. tidak lama setelah itu, saya segera informasikan ke bapak. saya sedang di luar kota dan kondisi saya sangat sakit'. saya berharap bos saya akan bilang 'waduh, sudah ke dokter ?' silahkan ke dokter dulu. telepon saya kalau ada apa-apa'... waduh bapak-bapak dan ibu-ibu sekaliannya. anda tau apa respon bos saya ini ? : 'saya mau tau progress kerjaan yang... brrr.. brrr.. brr....', beliau nyerocos engga karuan. ya Tuhan, 'pemberitahuan kondisi sakit saya sama sekali engga diperdulikan'. ya sebagai anak buah, saya cuman tertatih menjawab sebisanya. ketika memutus pembicaraan beliau cuman lakukan 'klik'. matiin telpon. ga ada ucapan semoga sembuh yaaaa... hhiihihihii.... wahai para bos. jangan jadi 'kacang lupa pada kulitnya'. anda berada di tingkat yang tinggi sekarang karena orang lain kerja keras, sampai melupakan ulang tahun ibunya.. mertuanya.. anaknya... istrinya... orang yang dulu berjasa padanya demi anda ! saya ulangi. semuanya itu demi anda. masak iya, tega sekali anda menyiksa batin mereka. masak iya sabtu saja pun, anda masih berhati dingin bilang : 'saya tau ini hari libur, tapi tetap donk jualan'. hari minggu juga. kan banyak anak buah anda lagi menjalankan ibadah. kenapa sih engga bisa menunggu 24 jam lagi supaya orang bisa mengingat atau diingat lagi sama Tuhan nya ? atau anda nekad menggantikan posisi Tuhan ? hehehe... ya iya kan, anda berusaha mengganti posisi Tuhan. karena saking takutnya, anak buah anda selalu teringat wajah anda. suara ketus anda dibanding, Sesuatu yang justru Menciptakan anda.... come on...
..........___ 'apabila nanti saya menjadi pejabat di gubernuran ini. saya akan menciptakan suasana kondusif. saya ini sangat toleran terhadap agama apapun. saya tidak berpihak kepada agama apapun.... itu kan suara merdu dalam kampanye. sewaktu benar-benar terduduk di kursi empuk gubernuran. apa iya, masih ingat seluruh suku, ras, dan agama ? kenapa hanya takut, mendengarkan, dan membela kelompok tertentu ? apa iya, yang memenangkan beliau cuman kelompok tertentu ? sedih juga ya. banyak sekali orang terlibat ke dalam 'kacang lupa pada kulitnya'. ada artis yang tiba-tiba pindah rumah dari surabaya ke jakarta. nyanyi dan suaranya pas pasan banget. dia menjadi juara karena berhasil menjual kemiskinannya. semua cerita sedih tentang pahitnya hidup selalu diumbar di depan televisi. dasar para penonton semuanya gampang jatuh hati, dipilihlah dia melalui jutaan sms. menang deh. eee.. belum genap setahun kemapanannya sejak keluar dari debu-debu jalanan surabaya. dia sudah menjadi 'kacang lupa pada kulitnya'. istrinya mo dicere !.. gimana perasaan orang yang dulu memuji keuletannya sebagai suami dan menghabiskan ratusan ribu untuk kirim sms khusus buat orang tadi ? pastilah.. tertipu.
semua orang akan merasa tertipu akibat pepatah ini betul-betul melanda hampir semua orang yang sukses. sah-sah saja kalau mau melupakan jasa-jasa orang sih. tapi, pertanyaannya. apakah benar itu suara moral kita ? kalau memang murni karena lupa. sudahlah. kacang ! kembalilah kau ke kulit. lakukan sesuatu untuk semua yang pernah berjasa. kalau tidak mampu menolong mereka. minimal, please... jangan sakiti dan siksa mereka. orang yang sudah berjasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar