Jumat, 20 Februari 2009

* PILIHAN......

ambilkan selembar kertas ukuran kuarto. terserah tebalnya berapa miligram. yang penting warnanya putih bersih. sediakan juga sebuah ballpoint. pensil warna hitam juga bolehlah. jangan lupa ambil juga cutter, atau gunting saja. sekarang, kertas kuarto tadi potong dengan alat potong tadi menjadi 6 (enam) bagian. usahakan sama besarnya..... sudah ? oke. pegang ballpoint tadi atau pensil. tuliskan nomor urut pada ujung kanan kertas yang sudah dipotong. sudah ? sekarang tuliskan kata ini : agama untuk kertas nomor 1), harta untuk nomor 2), keluarga untuk nomor 3), karier untuk nomor 4), sahabat untuk nomor 5, dan sosial untuk nomor 6).
kemudian, gulung seluruh potongan tadi menjadi gulungan kecil. sekecil-kecilnya. gulungan ini terpisah ya, sesuai nomornya. kemudian, taruh bulatan gulungan tadi di depan anda. berurut ke kanan boleh. berurut ke bawah juga boleh.
sekarang... seat back.. maksud saya... duduk dengan punggung tegak. usahakan anda tenangkan dulu deguban jantung. bernafaslah dengan teratur....

sekarang ini... banyak orang yang mengalami tekanan hebat dalam hidupnya. sebenarnya semua orang bisa mengatasi tekanan ini untuk tidak menjadi beban pikiran. anak-anak digeber untuk terus terusan pemuncak di kelas; atau di setiap apapun yang ada kaitannya dengan kompetisi. ketakutan akan kehilangan posisi bagus; dengan tekanan bertubi-tubi dari bos besar yang juga ngeri posisinya terancam, membikin orang pintar sekalipun bisa kehilangan akal. ada tekanan pada suami atau istri yang berusaha keras untuk mewujudkan semua cita-cita yang didorong ambisi bersama atau pribadi dalam waktu yang bersamaan ! ada tekanan dari keterbatasan pikiran, fisik, dan dana setiap hari tanpa henti. tekanan ini diperkuat oleh rendahnya ketahanan mental. ada lagi orang mendapat tekanan karena dia ngotot untuk mencapai semua ambisi dalam sekali rengkuh. ya jelas engga mungkin. superman saja pun, dalam film, tidak bisa menolong orang lain di tempat berbeda dalam sekali kelebatan terbang mantel merahnya. harus satu-satu. lagu 'my way' bilang gini : 'jangan telan yang kita engga mampu mengunyahnya'. jangan frustrasi kalau kita terpaksa harus mengorbankan sesuatu untuk menyelamatkan sesuatu. uang di tangan hanya satu sen. cukup untuk beli beras satu mangkuk kecil. tekanan yang kita hadapi : adik pertama butuh beras untuk nasi satu piring. kalau tidak, dia mati. adik kedua butuh setengah sen untuk menutupi atap rumahnya yang hancur. kalau tidak, selamanya rumah mereka tidak punya atap. tetangga terdekat kita, butuh seperempat sen untuk menambah gemuk tubuh anaknya lewat segelas susu. 'what will you do ?' engga ada pilihan untuk membagi-bagi. bayangkan ; yang satu sen itu hanya cukup menolong satu orang ! tidak lebih. ada tekanan tambahan... waktu itu anda sangat kelaparan, dan hanya punya yang satu sen tadi... sekali lagi..what will you do...
kalau anda butuh bocoran jawaban.... saya hanya kasih satu clue : 'pilih yang menurut anda terpenting'. sesuatu yang benar-benar mendahulukan apa yang butuh didahulukan.
sekarang tarik nafas perlahan. sangat pelan. buka mata anda.... hadapi lagi ke enam gulungan kecil kertas yang berisi enam kalimat. enam kalimat ini mewakili segala yang anda yakini. ada orang yang ngotot menonjolkan tentang tingkat religiusnya. ada yang lain sangat mendambakan reputasi yang ditopang oleh harta yang dimiliki, menjadi sesuatu yang harus didahulukan. yang lainnya beda; ada yang tidak memperdulikan apakah dia dikasih cap sebagai robot. yang tidak ingin menolong, melibatkan diri, atau memberikan apapun ke orang lain selain 'keluarga'. karier pun dia korbankan, asal selalu pulang tepat waktu untuk segera ada di tengah keluarga. ada lagi yang rela tidak mengenali apa itu moralitas. apa itu batasan-batasan agama. kebengisannya dalam 'mengorbankan' apapun, agamanya, kawannya, keluarganya, asal kariernya sesegera mungkin melebihi kecepatan supersonic.
keluhan istri atau suami, atau anak, atau keluarga lain untuk membagi sedikit waktu untuk agama dan keluarga ditepisnya. ... ___ ada yang lebih miris. ini banyak terjadi. everything for friend. tidak ada yang melebihi sahabat. dia rela berada di mana saja, dalam waktu kapan saja. demi berada dekat dengan sahabat. yang ada dipikirannya adalah pertemanan. kalau ada kejadian, suami atau istrinya butuh pertolongan ke dokter, dan sahabatnya sedang butuh kawan untuk minum kopi, dia akan cari alasan kuat ke suami atau istri, asal ada di dekat sahabat. di pihak lain, ada yang selalu berusaha mempertontonkan betapa 'penolongnya' dia di tengah-tengah lingkungan apapun. napsu charity dan sosialnya nya sangat tinggi. segala komunitas dia ikuti. merasa ada yang kurang kalau tidak berada ditengah-tengah kegiatan apapun; bahkan meninggalkan anak dan keluarga demi mencegah ketidak ikutannya dalam kegiatan sosial.

yang kita inginkan adalah keenam-enam kata tadi dapat dirangkuh sekali raup. wow... how perfect we are ! kalau kita lihat ada orang yang keliatan tidak memperdulikan lingkungan.. kerjanya hanya bekerjaaaa saja. bayangkan, kerjanya cuman bekerja. kita salahkan ?? tidak bisa. itu pilihannya, bukan pilihan kita yang harus dia pilih. ada orang, yang setiap jam berada di dalam mesjid.. di dalam gereja.. dalam vihara.. dalam pura... anaknya dibiarin di rumah. kita bilang keji ? engga bisa. itu pilihannya. bukan pilihan kita yang harus kita jadikan pilihannya. ada lagi orang yang tergopoh gopoh ikutan rapat sampai tengah malam hanya untuk mendiskusikan rapat persiapan lomba panjat pinang. istrinya dibiarkan membereskan perabotan rumah yang berantakan. kita salahkan ? ya tidak bisa. alasannya ? sama ! adalagi yang mengerikan, menempuh segala jalan. yang menurut kita yang waras ini sangat mengerikan. mungkin dia puja segala dunia klenik demi harta. jangan anda salahkan. disantetnya nanti kita.

di hadapan kita ada 6 gulungan sekarang. anda harus menyisakan hanya satu gulungan kecil. isinya salah satu dari 6 kata yang tadi kita tulis.... mana yang anda lempar lebih dulu, sebagai tanda... 'kurang penting dibanding prioritas lainnya'. lakukan satu persatu sambil menyebut dalam hati 'kau ku buang, karena kurang penting dibanding yang lain'.... lemparkan gulungan itu jauh-jauh. akan tiba saatnya... anda akan berperang batin. dan muncul pertanyaan menyeramkan : 'siapa aku ini ?'

4 komentar:

Anonim mengatakan...

apa pun pilihannya, aku yakin aku tak salah mencintai orang.

Anonim mengatakan...

iya pak/bu... semua berharap seperti itu...

Anonim mengatakan...

i'm so sorry hubby..

Anonim mengatakan...

semoga hubby nya mendengarkan yaa..