Jumat, 22 Agustus 2008

* LEVER !! (keliru persepsi)

Salah satu adegan film perang :

. ... kapten Donahoe berada di tengah, tapi agak didepan para prajuritnya. Donahoe berhadapan langsung dengan komandan dari sisa sebuah kompi nazi. Sepuluh prajurit sekutu dalam keadaan letih. Setengah putus asa berhadapan langsung dengan serdadu ras Arya itu, yang dipimpin kolonel Eichmann. Kondisi mereka juga tidak jauh berbeda.

... don't shoot ! don't shoot ! Kapten Donahoe berteriak putus asa. Kakinya gemetar atas nama keletihan yang luar biasa. 'We need order sir ! we need your order !!', teriak pasukan Donahoe. Rupanya sekutu tidak yakin atas apa yang harus dilakukan. Kemampuan dengar mereka menurun drastis.

Nazi hanya diam. Komunikasi mereka tidak jalan dalam bahasa yang tidak sama. Dari mata mereka kelihatan bahasa yang humble menghiba : 'jangan teruskan perang ini'. Tapi ini tidak terucap. Mereka pasrah atas apa yang akan terjadi.

Dalam kondisi yang panik seperti itu. Seorang prajurit muda. Yang harus ikut atas paksaan wajib militer, gemetar dalam kekalutan luar biasa. Perlahan kakinya goyah bergetar. Ujung jari masih lekat di pelatuk. 'Don't shoot !! don't shoot'.. Suara itu terdengar seperti raung mesin. Prajurit muda ini goyah, terkapar di tanah. Tanpa sengaja tangannya menarik pelatuk... 'BAMMMM !!!' satu peluru melesat dari laras senapan.

Well, kita bisa menebak jalan cerita selanjutnya. Mereka saling bunuh. Tidak perduli siapa yang menang atau kalah. Sebagian besar dari mereka mati ! sia sia.

Prajurit itu tidak pernah menembak. Dia hanya tak sengaja menarik pelatuk. Pasukan Nazi tentunya tidak punya waktu untuk bertanya dengan ramah : 'mas, sampeyan nembak sengaja apa tidak seh ?'. Ini perang bos, bukan obrolan di mall.

Salah satu pasukan hanya mendengar suara tembakan. Nalar mereka tidak mengijinkan toleransi apapun. Tembakan berarti kesepakatan perang. Mereka mempersepsikan suara senapan adalah tantangan.

Judulnya kok LEVER ya.

Jujur deh. Anda pasti membayangkan sakit luar biasa. Derita yang kalau boleh kita jauhkan dari diri dan keluarga. Iya kan ? iya kan ? ayolah mengaku.
Di benak kita pasti terbayang penyakit di lever. Operasi. Kamar bedah. Biaya rumah sakit. Mati.

Padahal engga ada masalah lo dengan tulisan LEVER. Kalau diartikan pun. LEVER itu hanya sebagian kecil dari organ tubuh kita. Jangan diartikan dengan penyakit. Sama dengan kalau saya sebut 'JANTUNG'. Ada masalah apa ? kenapa anda nekad menyambungnya dengan kata Coroner ? Kan jantung itu salah satu organ juga ?

Itulah kita ya. Suka sekali mempersepsikan sesuatu dari detik pertama apa yang kita lihat. Dari menit awal apa yang kita rasakan. Kita menutup pintu untuk berpikir logis. Nalar dan kata hati langsung dipadamkan.

Oalaaaa.. jangan jangan kesempatan bagus yang tidak pernah kita dapatkan justru terbang hilang karna persepsi ini. Salah sendiri. Kenapa hobinya mikir jelek.

Tidak ada komentar: