Kamis, 21 Agustus 2008

* BECAK IDOL

Becak itu rodanya tiga biji. Tidak boleh lebih apalagi sok nekad dikurang. Kalau rodanya dua. Namanya berubah menjadi sepeda atau kereta angin kata orang medan. Kalau rodanya satu. Jelas sekali namanya sepeda yang rodanya rusak tinggal satu. Kalau rodanya empat ? Kenapa harus berkutat di angka angka demi mencari pembenaran ? Becak itu rodanya tiga. Cukup !

Tukang becak itu banyak pengertiannya. Bisa saja diartikan orang yang kerjanya bertukang atas kerusakan yang terjadi pada beca. Tapi mau pakai kamus apapun, tukang becak adalah pengemudi becak. Sudah. Tidak perlu dibahas lebih jauh.

Posisi tukang becak itu berbeda beda tergantung kebiasaan lokasi kerja dan pabrik pembuat. Kalau di Sumatera, tukang becaknya sudah pasti ada di samping sebelah penumpang. Kalau di luar Sumatera, umumnya di belakang penumpang. Kesimpulannya lebih akrab orang Sumatera ya dengan tukang becak. Kan 'duduk' nya sebelahan.

Dimana pun posisi tukang becak dan penumpangnya, tujuan mereka sama. Maju !
Kalau posisi berdampingan. Maka tujuan bisa dicapai dalam waktu yang bersamaan. Iyalah. Namanya sampingan. Mana mungkin duluan nyampe bangku penumpang dari bangkunya tukang becak.
Pada becak dengan penumpang di depan. Sama saja. Hampir tidak ada beda waktu tiba di tempat tujuan.
Dan anehnya. Dimanapun posisinya. Tukang becak adalah orang yang mengatur arah dan kecepatan. Mau di samping atau belakang, kemudi ada di tangan nya. Bayangkan betapa baiknya tukang becak di luar Sumatera. Dia rela tiba 'belakangan' asal tujuannya : sama sama sampai. Inilah namanya team.

Ya sudahlah. Tidak ada cerita lanjutan tentang tukang becak ini. Intinya. Tidak perlu sekali memilih posisi. Tinggal ambil peran saja. Mau jadi pengemudi atau menjadi orang yang dikemudikan. Asal tujuannya disepakati : sama sama sampai di tujuan.

Oya. Tau tidak ? tukang becak itu adalah turunan senang. Tanjakan ? repot dia !

abang becak.. abang becak di tengah jalan.. cari muatan untuk mencari makan....

1 komentar:

Anonim mengatakan...

untuk sukses bersama, baik di kantor, di bisnis dan di keluarga memang harus menahan diri untuk hanya memainkan peran kita