Kamis, 16 Oktober 2008

* NOVEMBER RAIN

When I look in to your eyes, I can feel a love restrain. But darling when I hold you don't you know it feels the same. ini kutipan lagu Guns and Roses yang kalimatnya tidak seperti asinya. Tadi malam hujan lebat bukan main. Secara pribadi saya senang bukan kepalang. Soalnya suara hujan dan gemuruh air yang menghantam atap rumah bisa mengalahkan petikan yang menyayat lead guitarnya Slash. Tapi saya berpikir orang orang yang tinggal di pinggiran sungai deli. pastilah setiap hujan turun stress mereka semakin tumbuh. Berarti kalau saya menganggap suara hujan sama dengan petikan gitar, penghuni pinggiran sungai deli menganggap suara apa ya.

Hujan ini bisa bikin kita dapat inspirasi terhadap apa saja. Bisa bikin tiba tiba hati menjadi redup. Sedih tanpa alasan. Disisi lain bisa juga bikin hati tiba tiba sumringah. Hari ini saya lumayan sumringah, karna walaupun tidak dapat light kiss in the morning dari istri tercinta, masih tetap dapat suapan dua sendok nasi putih plus ikan teri goreng kering. Saya menyebut istri saya ini sebagai manager istana kami. Dia betul betul seorang manager, pengelola yang handal. Walaupun cerewetnya itu lah, ampun.

Hujan ini bisa bikin mata hati kita terpukau terhadap apa saja. Coba ingat ingat bagaimana perasaan kita sewaktu menunggu lampu hijau menyala, tiba tiba di ujung seberang sana ada orang naik sepeda terjatuh. Pas hujan lebat. Reaksi kita berbeda jauh dibanding kalau kejadian ini pas hari terik sekali.
Hujan ini membawa dua hal yang berbeda ekstrim. Berkat dan bencana. Tergantung bagaimana persepsi kita. Persepsi sendiri dibangun oleh kebutuhan kita pada saat itu. Petani yang baru saja buka lahan sawah, baru akan menanam, pasti bersyukur syukur atas hujan. Di tempat lain, petani juga, tapi pas pada posisi akan panen. Posisi sewaktu masih butuh siraman panas matahari barang 3 hari lagi, tiba tiba hujan. Isi hati mereka mungkin akan dipenuhi umpatan, entah ke siapa. Pertanyaannya, kalau dikasih pilihan, anda mau pilih hujan atau panas terik ? Ayo, jawab.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Membaca tulisan ini ternyata ada juga yang mempunyai perasaan galau saat melihat hujan,karna setiap orang yang ku ceritakan masalahku ini hanya akan tersenyum aneh "Masa seh???" mungkin itu dalam hatinya.
Awalnya aku berfikir bahwa selama ini hanyalah trauma masa kecilku saja yang membuat setiap kali hujan besar dg awan gelap dapat membuat air mataku jatuh dengan sendirinya.ivy.