
Nun jauh di ujung sana, di planet Krypton. Jor El gembira mendapatkan anugrah seorang anak perkasa Kal El. si Putra Matahari. Krypton akan hancur, dan sang putra harus diselamatkan. Kal El dengan menggunakan roket diluncurkan ke planet lain. Bumi. Roket, yang mirip mirip penyelamatan nabi Musa itu, landing di halaman ladang Jonathan Kent. Istrinya yang cantik, yang mirip mirip profilenya dengan istri ku. Kedua orang tua ini mengadopsi Kal El, dan diberi nama Clark Kent. Begitulah akhirnya, Clark Kent memanfaatkan seluruh tenaga supra naturalnya menolong manusia. Kent kerja seorang diri. Kent tidak butuh kepala kepolisian kota mana pun, untuk membantu. Kent bisa mengatasi seluruh gangguan dari isi kepala Lex Luthor. Kapan saja dia bisa nongol di mana saja. Hebat ya. Is that real ? Ya engga lah, Superman itu fiksi. Dia tidak pernah ada, dan mungkin, tidak akan pernah ada.
Kisah superman ini menginspirasi saya dalam mengelola unit kecil yang ada. Saya pernah tidak sadar, bukan pernah, ya memang tidak sadar selam
a beberapa bulan. Kok setiap hari cape nya bukan main. Setiap pulang ke rumah sehabis kerja, selalu letih luar biasa. Istri dan anak anak tidak kebagian energi apa pun. Setelah dipikir pikir, saya temukan ternyata saya terlalu cape kerja. Sangat terlalu. Setelah dihitung hitung, ternyata hampir seluruh pekerjaan saya handle. Masalah apapun saya handle. Ya seperti seorang superman. Tadinya seluruh masalah yang jatuh ke saya, saya nikmati habis. Rasanya nikmat sekali kalau menjadi sumber pemecah masalah, menjadi orang yang super istimewa, dibutuhkan oleh semua orang. Kalau kita tidak ada, maka pekerjaan lain tidak bisa dilanjutkan. Kegilaan ini saya nikmati ber bulan bulan. Sampai tiba pada titik nadir. Ya itu tadi, saya kelelahan secara fisik dan psikis. Dan saya tiba tiba terkejut menyadari anak anak saya sudah tinggi badannya. Well, I lost much beautiful time with my kids. Saya baru sadar ternyata istri saya sudah mengganti model rambutnya. Pas saya tanya : 'De (istri selalu saya panggil dengan panggilan 'Adek'), baru potong rambut ya ?' Istri saya yang super cantik itu, yang selalu menggairahkan saya sebagai seorang suami, mengeluarkan ucapan sayangnya : 'diamla kau bang. Udah seminggu pun ini'. Walah, malu nya hati ini. Istri yang tiap hari ketemu, yang tiap pagi kasih bekal harian 'light kiss in the morning', bisa bisanya tidak saya perhatikan. Akhirnya saya puas puaskan memandangi tubuhnya. Hmm.. bahenol juga anak ini. Hehehe...
a beberapa bulan. Kok setiap hari cape nya bukan main. Setiap pulang ke rumah sehabis kerja, selalu letih luar biasa. Istri dan anak anak tidak kebagian energi apa pun. Setelah dipikir pikir, saya temukan ternyata saya terlalu cape kerja. Sangat terlalu. Setelah dihitung hitung, ternyata hampir seluruh pekerjaan saya handle. Masalah apapun saya handle. Ya seperti seorang superman. Tadinya seluruh masalah yang jatuh ke saya, saya nikmati habis. Rasanya nikmat sekali kalau menjadi sumber pemecah masalah, menjadi orang yang super istimewa, dibutuhkan oleh semua orang. Kalau kita tidak ada, maka pekerjaan lain tidak bisa dilanjutkan. Kegilaan ini saya nikmati ber bulan bulan. Sampai tiba pada titik nadir. Ya itu tadi, saya kelelahan secara fisik dan psikis. Dan saya tiba tiba terkejut menyadari anak anak saya sudah tinggi badannya. Well, I lost much beautiful time with my kids. Saya baru sadar ternyata istri saya sudah mengganti model rambutnya. Pas saya tanya : 'De (istri selalu saya panggil dengan panggilan 'Adek'), baru potong rambut ya ?' Istri saya yang super cantik itu, yang selalu menggairahkan saya sebagai seorang suami, mengeluarkan ucapan sayangnya : 'diamla kau bang. Udah seminggu pun ini'. Walah, malu nya hati ini. Istri yang tiap hari ketemu, yang tiap pagi kasih bekal harian 'light kiss in the morning', bisa bisanya tidak saya perhatikan. Akhirnya saya puas puaskan memandangi tubuhnya. Hmm.. bahenol juga anak ini. Hehehe... Titik titik ini mengembalikan kesadaran saya tentang kekeliruan yang selama ini saya lakukan. Bertindak sebagai superman.
Karna saya juga mau menikmati hidup, menikmati kebersamaan dengan anak anak, menikmati pertengkaran dan rayuan dengan istri, menikmati rumput di halaman depan yang sudah mulai tak rapi, menikmati ikan ikan koi yang berenang di kolam kecil ruang keluarga, menikmati nyamannya tidur di kamar tidur anak perempuan saya, saya putuskan untuk kembali menjadi manusia biasa. Saya bunuh superman dalam diri. Sekarang, tinggal saya seutuhnya. Superman is dead ! Dalam pencarian diri kembali, saya coba lakukan beberapa hal sederhana ini :
Sharing Knowledge.
Yang menjadi awal dari terjadinya masalah saya adalah kesenjangan knowledge antara saya dan team. Ini knowledge pekerjaan bukan akademis. Well, saya pikir ini masalah pertama yang harus dipecahkan. Sejak sekarang saya menggeser komposisi kegiatan kantor. Yang selama ini action 80 persen planning 15 persen dan evaluating 5 persen, saya rombak secara ekstrim. Kami membesarkan porsi planning menjadi 90 persen. Nah, pada saat mulai merancang ulang inilah saya gunakan melakukan proses transfer knowledge ke seluruh anggota team sesuai beban yang sudah ditetapkan. Sederhana saja. Intinya harus dipastikan bahwa seluruh anggota team bisa mengoperasikan pekerjaan sesuai seharusnya.
Delegasi penuh
Selama ini semua meeting, semua koordinasi selalu melalui saya. Seluruh unit di luar unit saya hanya tau email address dan mobile phone number yang saya miliki. Ini harus diakhiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar