Minggu, 02 November 2008

* BONCENG (SUPER OBAMA)

Pemilihan presiden amerika serikat selesailah sudah. Prosesinya persis seperti prosesi persiapan pernikahan sebuah keluarga, yang mengundang keluarga lain, dan keluarga yang diundang jauh lebih bahagia ketika melihat acara perkawinannya berjalan sangat bagus......
........................ american dreams, become a whole world dream....................

... and the ... new 44th president of the united states of america, is Barrack Hussein Obama.... seluruh orang demokrat memuntahkan teriakan sebagai pembayar ketegangan selama berbulan bulan. Republikan, bisa jadi sebagian mereka bertepuk tangan tanda sportifitas dan solidaritas atas kemenangan 'lawan'. Toh ini terjadi di amerika bukan di medan. Tak satu pun pendukung republikan yang merusak kantor 'KPU' sembari memaki memaki perihal kecurangan. 'DPRD' tidak berteriak kencang masalah keabsahan ijazah beliau.

Siapa yang pernah melakukan hitung hitungan ya. Selama prosesi persiapan sampai proses pemilihan presiden di amerika ini, penduduk Amerika Serikat atas nama negara United States of America tiba tiba melambung jumlahnya. Tiba tiba saja 'warga negara' amerika tidak hanya terbatas pada teritori negara 'the middle of land of america'. Kita bisa tiba tiba menemukan warga amerika di jalan sutomo medan. Ada di simpang limun. Banyak berkerumun di alun alun bandung. Di simpang lima semarang. Di alun alun selatan yogya. Di tokyo, sydney, mekkah, dubai, bahkan di puncak himalaya. Khusus di indonesia saja, jumlah ledakan warga amerika bisa melebihi warga indonesia asli sendiri yang justru hidup di tanah indonesia. Negara Afrika saja pun, tiba tiba dipenuhi oleh penduduk amerika.
Sadar atau tidak, semua orang merasa bahwa proses pemilihan presiden negara super star ini (tidak hanya super power lo), adalah proses pemilihan presiden nya sendiri. Televisi di semua stasiun di negara ini tiba tiba menayangkan acara debat, bahas, opini atau apa saja yang seakan akan Barrack Hussein Obama adalah seorang indonesia asli, dan sedang mengikuti pemilihan presiden di negara lain, untuk Indonesia.
Semua sekolah di indonesia tiba tiba saja mengaku mempunyai murid seorang Barry. Almamater almamater berebut microphone meneriakkan 'he's one of us !' Semua mengklaim bahwa mr. Barrack the part of them ! hmm.. very funny.

Afrika menangis bahagia dan bangga karna seorang kulit hitam berhasil menjadi presiden negara polisi dunia ! sama seperti sewaktu Muhammad Ali menjadi juara dunia, semakin sombong karna diterima orang banyak, dan enteng mengeluarkan makian terhadap pemimpin dunia mana pun. dan kita ikut bangga dengan Ali. padahal, Ali never think or thought about you ! Obama never think that he is black, white, red, or green. Obama is american. Itu saja.

Kita patut merasa kasihan kepada seluruh pemimpin apa saja, yang selalu mengelu elukan seorang Obama. Saya sih tau, apa yang mereka harapkan ini ada 'pamrih'nya. Pasti mereka kira semua komentar mereka tentang Obama selama berjuang untuk memasuki gedung oval akan direcord, kemudian akan dibeberkan oleh TS nya.. team sukses itu, untuk kemudian dijadwal akan 'diperhatikan'.
bagaimana mungkin ? wong bang Syamsul Arifin sang gubernur sumatera utara saja pun tidak punya daftar sama sekali siapa saja yang menjadi TS nya. Dan abang itu pasti tidak perduli. Karna beliau tau beliau berhasil masuk ke jalan sudirman karna memang dipilih orang banyak. Salah satunya mungkin anda. dan anda tidak menerima sepeserpun kan dari seorang yang mengaku team sukses ? Begitu juga mr. Barrack. He is be a president because he deserve it. Paling keras kita hanya bisa berharap begini : bagaimana mr. Barrack dan berapa lama beliau sanggup memulihkan ekonomi amerika. Masalah sentimentil mengenai warna kulit, agama, politik bukanlah menjadi pertimbangan penting buat beliau. He is a truly a gentleman and a real christian, and he will do anything he can. In God, Obama trust !




Tidak ada komentar: