Jumat, 07 November 2008

* a NEW BIRTH OF FREEDOM (OBAMA MINDS)

............... prosesi pengangkatan Barack Obama sebagai ke-44 presiden Amerika Serikat bakal digelar dengan tema : 'A New Birth Of Freedom'. Sebagai seorang pengguna bahasa inggris sebagai bahasa ibunya, buat saya kalimat ini sedikit 'janggal'. Birth itu kan sudah cukup kalau digunakan untuk menggambarkan sebuah permulaan. Atau awal yang baru. Kenapa ada kata A New ? Saya mencoba untuk membaca pikiran seorang Barack Obama. Pemilihan kata itu memang merupakan pekerjaan team. Tapi saya yakin sekali bahwa main sourcenya tentu kepala dan isi hati Barack. Selama kampanye terutama saat saat detik Hillary Clinton terkalahkan, nampak sekali Barack Obama mencoba memberikan kesan ke pada siapa saja bahwa Obama adalah orang yang bebas. Dia menggambarkan bahwa dirinya lepas dari segala intepretasi apapun. Dalam benak Obama tidak tersirat setitik pun kesan bahwa Obama mengakui di negaranya sendiri sudah ada kondisi yang menggambarkan adanya keterikatan, keterbatasan, kesenjangan, bahkan diskriminasi. Itu makanya beliau percaya diri maju menawarkan diri kepada ratusan juta pemilih berkulit yang berbeda dari dirinya sendiri. Artinya, dengan pola pikir seperti itu, yang justru mampu menyihir jutaan orang, termasuk bukan orang Amerika sekalipun, ternyata Obama adalah seorang manipulator perasaan yang paling jempolan. Nomor satu di dunia !

Obama mengakui adanya diskriminasi
Penggunaan kata Freedom, secara tidak sadar menjebak Obama, minimal di mata saya, bahwa beliau sebenarnya memendam perasaan selama bertahun tahun sejak dia mengenal Harvard University, menjadi presiden di kampus itu pada satu kelompok komunitas, menjadi senator dan sebagai seorang warga negara biasa. Sudah pastilah Obama merasakan bahwa disekelilingnya masih ada istilah 'black and white'. Kalau Obama menampik ini, kenapa beliau tidak secara tegas menolak anggapan anggapan bahwa beliau adalah harapan kulit hitam ? Obama kelihatan jelas sekali menikmati bahkan memperalat kondisi ini. Sentimen ras bahkan tanpa sadar dijadikannya sebagai alat kampanye. Dan, efektif sekali. Kalau Obama lahir bathin sudah meng-aminkan bahwa dia adalah orang yang sama sekali tidak memandang lagi perbedaan ras. Sama seperti pada saat salah satu kandidat walikota sebuah kota besar di Amerika ditanya oleh wartawan : 'what will you do, to black people ?' ribuan orang menunggu tanggapan orang berkulit putih ini, yang keturunan Italia. Dasar seorang orator dan negarawan handal, dengan senyum, beliau memberikan jawaban : 'what black ? I didn't see any one black here !' Beliau benar benar berada pada tatanan super humanis. Di matanya semua orang itu sama.

Bila Obama punya pikiran yang sama dengan orang ini, harusnya beliau berani uji nyali dengan mengatakan dengan tegas di publik : 'I am not a hero of Black people. I am not a black hope !..... apakah Gedung Putih tetap menempatkannya menduduki gedung Oval ? Penggunaan kata 'freedom' jelas sekali sebagai luapan kelegaan hati seorang yang merasa tertekan begitu lamanya.
Obama menyatakan Amerika tidak pernah liberal
Selama ini Amerika merupakan negara paling liberal di seluruh muka bumi. Setiap orang boleh mengekspresikan perasaannya sesuka hati. Mau ciuman di tengah taman silahkan. Mau tiba tiba berdansa di subway sambil menunggu kereta berikut, juga tidak dilarang. Mengagetkan orang lain karna berteriak di Central Park ketika meminang wanita pujaannya : 'Will you marry me !!!!!' Memelototi orang lain ketika mendapatkan pertanyaan mengenai agama, adalah gambaran jelas dari negara yang sangat bebas. Amerika memang menetapkan Injil sebagai landasan visi negara. Keputusan keputusan penting untuk negara dan dunia selalu didasarkan oleh isi Alkitab. Tapi, mereka tidak pernah mengenal Islam, Budha, Jahudi, Hindu, Atheis atau apapun. Tapi Obama menggunakan kata 'Birth'. Birth adalah dari tiada menjadi ada. Orang tidak pernah lahir lagi setelah sebelumnya dilahirkan. Ini berbeda dengan pengertian 'lahir baru'. Obama dengan tegas menyatakan bahwa kebebasan sudah lahir atau malah sedang menunggu proses kelahiran. Amerika ? akan melahirkan kebebasan ?

Obama menegaskan kebebasan yang benar benar baru
Entah siapa yang mendahului penggunaan kalimat boros pada team sukses seorang Obama. Mereka secara ceroboh menggunakan kata A New pada awal kata Birth. Ini agak membingungkan. Apakah mereka mencoba mengartikan kalimat ini sebagai pengganti kata 're-new' ? atau memang mereka benar benar melontarkan kelegaan ? Sama dengan pada masa berakhirnya masa jahiliyah ? Atau pada masa kedatangan Mesias ? Masa dimana kelegaan terjadi dimana mana ? Pada kondisi kedatangan Mesias, kelegaan itu benar benar ada. Bukan manipulasi perasaan. Karna memang secara fisik dan psikis orang orang jaman dulu hidup dalam ketertekanan dan kungkungan. Pada waktu kedatangan Seorang yang ditunggu tunggu, wajar saja mereka berteriak puas. Obama menggunakan kata A New Birth. Maksudnya adalah datang lagi kebebasan itu atau memang secara ekstrim dia menegaskan, pada saat Obama lah kebebasan itu bisa terjadi ? Kalau ini benar, saya kecewa sekali dengan team Obama. Selama berkampanye, selama menjalankan tugas negara sewaktu menjadi anggota senat, berarti mereka memanipulasi perasaan sendiri. Dan buat saya itu adalah ketidak jujuran yang paling jahat.

A New Birth Of Freedom
Terlepas dari usaha saya membaca pikiran seorang presiden Amerika Serikat yang ke empat puluh empat, tatanan kalimat ini bisa saja indah dan bernuansa motivasi. Bisa jadi ini adalah penegasan keadaan yang sudah lama terjadi. Sama seperti sewaktu kita meyakinkan orang yang merasa lemah, yang ingin menjadi ketua kelas pada kelas dimana dia sendiri menjadi kelompok minoritas. Tetapi di kelas itu sendiri tidak pernah mempermasalahkan volume kecuali kualitas. 'Coba saja maju jadi kandidat' kamu bisa saja terpilih. di kelas ini semuanya liberal, tidak akan ada pertanyaan tentang suku dan agama kamu. Ketika orang ini memberanikan diri untuk maju, dan ternyata menang dan mendapat dukungan, mungkin saja kalimat di atas berlaku untuk dia. "Hai, memang benar kok. Amerika tidak pernah memandang perbedaan apapun. Nih, saya menjadi bukti yang nyata'. Mungkin saja, ini adalah dasar pemikiran Obama dan team sehingga mereka memilih dan menjadikan kalimat itu sebagai thema pada saat pengangkatan presiden.

Emmm.. emangnya saya siapa, berani beraninya menimbang pikiran Presiden Amerika Serikat yang ke-44 ? God Bless America.

Tidak ada komentar: