Kamis, 27 November 2008

* UPAHAN versus PROFESIONAL

................. Pernahkah kita sadar, bahwa kita sering berpikir gelap bila kita tiba pada titik tertentu : grafik performansi stagnan pada garis datar ! Kepanikan tiba tiba menyelimuti langit di atas kepala : ampun. cara apa lagi nih ?? Semakin panik ketika di kepala semakin tergambar 'rasa malu' yang akan kita tanggung karna justru pada masa kita kondisi ini terjadi. Cara yang paling gampang dipilih adalah : menghamburkan uang atas nama 'reward'.

Rewarded or Rewasted ?
Banyak orang bisa tiba tiba kehilangan kemampuan imaji hanya untuk mencari cara lain kecuali : Reward. Apa apa dinilai dengan uang. Anak dapat nilai A sama dengan 'reward' seratus ribu perak. Nilai B dikonversi dengan lima puluh ribu perak, begitu seterusnya.
Ada team yang kelihatan lemah, keterbatasan memang sudah segitu segitunya, eeee.... tidak ada angin tidak ada hujan, tiba tiba pengusaha ngomong : kalau besok, dalam satu hari kalian bisa menjual seribu unit, saya kasih reward sekeping benggol sen ! Ayo, segera berlomba !!
Di unit lainnya, batas akhir pencapaian sudah semakin dekat. Hasilnya masih sangat bikin hati deg degan. Tiba tiba merasa dapat ide brilliant : 'ayo, unit yang bisa mencapai angka sekian, saya langsung kasih reward tambahan sebagai tambahan dari reward yang sudah ditambah !
'Emang, ada yang salah ?' Ada ? dan Tidak !
Akan jadi salah bila ternyata si penerima janji reward kebingungan ! 'Dulu katanya duit terbatas, kok hari ini baik amat si bos mau menghamburkan uang ?'. Berarti duit yang dibilang ga ada, cuman bohong bohongan ? Atau kebingungan lain : 'aneh juga ini si bos, masalah kami kan memang kendala di teknis. Bukan kendala di semangat. Apa hubungannya reward dengan upaya kami dan kendala ? Wong butuhnya ganti tang, kok dikasih reward ?
Tidak akan salah bila niat munculnya reward adalah murni 'menghargai' bukan niat 'mendorong mendorong setengah paksa'. Tidak akan salah bila rewardnya idem dengan recognition, bukan disamakan dengan sebiji wortel yang diikat di sepotong ranting, kemudian digantung gantung persis di depan bibir keledai ! Dan lebih tidak salah lagi, kalau reward ini jauh dari nuansa 'merendahkan' orang lain. Kok merendahkan ? ya merendahkan lah, apa semua orang akan terbit air liurnya bila ditawarin duit ? Banyak memang, tapi tidak semua kan ?

Reward sebagai stimulus munculnya profile Upahan dan Profesional.
Bila setiap dikeluarkan reward, kemudian ujug ujug beberapa dari anggota team kita mengeluarkan seluruh kemampuan yang tersembunyi, sudah bisa dipastikan bahwa anggota ini adalah tipe orang upahan. Sama dengan orang yang berharap upah dari usaha, tentu akan bersedia melakukan apa saja demi mendapatkan 'uang tambahan'. Aduh mak, sedihnya, istilah uang tambahan itu lo. Lebih dalam lagi, kita bisa menilai bahwa orang ini adalah orang yang sangat tidak jujur pada dirinya dan perusahaannya. Buktinya saja, dia mampu melampaui target lalu kok, asal ada reward. Berarti, selama ini dia tidak kerja sungguh sungguh ? Ya bisa dibilang begitu. Pedih memang, tapi ini adalah dalil yang tidak terbantahkan. Obeng nya sama, Gergajinya sama, lah kenapa kalau tidak ada reward, hasil kerjanya jelek 'banget' ?

Berbeda dengan seorang profesional. Orang ini sudah tau standar salary. Kompensasi dan Benefit. Jalur Karir, reward dan recognition standar perusahaan. Kemudian orang ini juga sudah mematri dalam sekujur tubuhnya 'standar effort'. Energi apapun akan dikeluarkan justru dari menit pertama. Bukan dari menit terbitnya iming iming reward. It's no make sense to them untuk mencoba sedikit pun napsu mereka atas iming iming yang tidak standar. Orang profesional ini akan merasa aneh : 'reward ? reward apaan ! apa dikira aku kerja malas-malasan ? Ini reward beneran apa sindiran ? Seorang Profesional sudah tau sasaran sasaran yang akan dijalani dan diraih per hari. No care there is a reward or not !

Jadi, setelah tau ini, saya berjanji. Untuk orang yang nanti saya mampu mengupahnya, saya akan tetapkan standar layanan mereka, dan standar layanan saya. Kami akan bermain di standar itu. Reward akan saya diskusikan di awal mereka bekerja, bukan ujug ujug. Orang Upahan ??? buset.. aku profesional bro !!

Tidak ada komentar: