Kamis, 18 Desember 2008

* CABLE CAR

................... Blue mountain, near to Jenolan Cave. Di ujung sana kelihatan ada three sister mounts. Dari legenda yang ada ketiga gunung ini adalah jelmaan tiga putri yang berubah menjadi gunung batu. Dari sisi sini, kita bisa melihat sangat jauh di bawah sana, di kaki gunung seberang ada air terjun terlihat seperti air minum yang dituangkan ke dalam bibir mangkuk kecil. Untuk bisa melihatnya kita harus masuk ke cable car, mampu memuat sekitar 15 orang. Cable car ini, sesuai namanya pun digantungkan di 'seutas tali' kawat baja dengan kekuatan yang sanggup mengangkat 4 sekaligus tank penyerbu buatan jerman. Kami naik di sana. Ketika cable car 'lepas landas' meninggalkan bibir jurang sebagai tempat start dan finish, cabine yang berisikan kami ber belas orang mulai berjuntai juntai. Bergoyang mulai menakutkan. Melihat ini, guide tour langsung berteriak tegas tapi tenang 'Calm please, no move'. Kami pun patuh. Menjelang ke pertengahan jurang yang maha luas, saya merasa teduh, kecil, ngeri, dan ketakutan. Bagaimana tidak, di bawah kaki yang terlihat adalah awan tipis dan pucuk pohon yang tumbuh di tengah hutan lebat. Kami berada di antara bumi dan langit !

Kejadian ini saya ulangi lagi. Perjalanan pulang dari sentosa menuju north east station. Saya kembali berada di antara bumi dan langit. Tepatnya di atas laut singapore dan di bawah langit Asia. Saya sedikit merenung :'seandainya kabel ini putus', bagaimana kondisi matinya ? Kawan yang berada dalam cabine senyum dan mengolok 'lue takut ya'. Saya jawab pasti 'iya ! ngeri kali bah'. Saya suka jujur terbuka. Pada saat saya kalut dan takut, saya selalu bilang 'saya takut'. Walaupun tidak semua harus saya keluarkan dalam bentuk ucapan ke orang lain. Cara ini efektif mengurangi beban ketakutan. Banyak orang sengaja purak purak pemberani, tapi nyalinya ciut bukan kepalang. Dan ini akan membuatnya menderita jauh lebih lama. Kalau anda sedang dalam keadaan kacau, jangan tahan tangisannya. Ini akan menekan jantung dan hati ! Nangis jauh lebih baik. Dan terlihat jantan lo, daripada sok sok kuat, tapi ternyata cengeng ?

Cable Car..... cocok dijalani bila ingin melakukan 'retreat'. Masa dimana kita ingin mengosongkan diri, menjauh dari suara apapun. Anda tidak mungkin berani tinggal di hutan. Dan kalau di hutan pun, anda masih memijak muka bumi. Masih bersandar di batang pohon. Mencoba menyelam ? itu pun tidak 'menjauh' dari mana mana. Anda masih dalam pelukan air. Siapa yang mampu mengalahkan air ? Naiklah cable car. Kita diangkat menjauh dari wajah bumi, tetapi tetap tidak dekat dengan kaki langit. Berada diantara langit dan wajah bumi. Di atas sana, tidak ada suara musik. Suara manusia lain. Tidak ada suara kebisingan kota. Anda hanya bersama deritan kawat baja dan degupan jantung. Ketika berada di tengah perjalanan, apa yang anda percayai ? Kekuatan kawat baja ? kekokohan body cabine ? atau ucapan teman yang membuat tenang ? Kalau saya, saya hanya percaya : 'pasti semuanya sudah disiapkan dengan sempurna !' kalau pun terjadi apa apa di atas, saya hanya bisa bilang kalimat lanjutan nya :'sayang ada beberapa yang terlupakan'.

............. yang kita jalani, seringkali sama dengan perjalanan cable car. Kita hanya menuruti perintah untuk melakukan apapun, tanpa sempat bertanya kenapa harus. Banyak sekali kejadian yang menurut kita seharusnya ditanyakan sebelum dilakukan, tetapi tidak perlu lagi ditanyakan kecuali hanya dikerjakan. Seperti saya, saya selalu percaya bahwa apapun yang akan terjadi dalam pekerjaan, walaupun sering saya nilai sangat aneh, saya yakin bahwa itu sudah disiapkan oleh orang orang yang bukan orang sembarangan. Itu semua disiapkan orang orang luar biasa dengan kemampuan luar biasa. Kalaupun ternyata di tengah perjalanan banyak kegagalan yang tidak terbilang sederhana, saya cuman bilang :'sayang, ada beberapa yang terlupakan'.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

makin baca jadi makin sedih