elegakan. Banyak orang akan mengira dirinya menjadi sangat lega, ketika dia tergeletak lemah sambil mengutuki diri sendiri. Semakin mengutuki diri sendiri, semakin 'kuatlah' kelemahan diri. Dan itu membuat orang seperti 'trance', kerasukan. Pada kondisi kerasukan ini, omongan dari mana pun, bahkan motivator jempolan kelas setengah (bukan kelas satu lagi !) tidak akan membawa dampak apa-apa. Jawabannya sudah dipastikan seperti ini :'sudahlah, biarkan saja saya seperti ini. Tidak ada harapan lagi'. Yang paling mengerikan dari puncak keadaan menyerah total ini adalah : suicide ! mengakhiri sendiri hidupnya.Suicide. Hal terburuk yang selalu dipilih orang orang yang kurang beruntung karna tak memiliki pertahanan diri. Kerapuhan jiwa dan kerentanan tulang belulang. Mereka seperti daun kering habis terbakar; bahkan oleh tetesan es yang mencair pun, bisa hancur berserakan. Suicide adalah pintu awang-awang. Pintu yang tak berdaun dan tanpa bingkai. Pintu ini bukan jalan masuk, apalagi jalan keluar. Tak setitik pun sinar bahkan yang paling redup berasal dan menuju pintu ini. Pintu ini sama sekali tidak pernah ada.
Kalau harus menghadapi sesuatu yang sama sekali tidak mampu kita atasi. Saran saya, segera lakukan meditasi sederhana. Menangis. Setelah menangis; pasrah. Pasrahkan kepada siapapun yang kita yakini bisa menolong. Setelah pasrah; minta tolong. Selesai menyampaikan permintaan tolong, silahkan lanjutkan menangis. Menangis; bisa membuang sebagian besar kekalutan pikiran. Bisa membuat mata hati benderang.
Kalau menemukan tidak ada lagi jalan, cobalah cari alternatif lain. Masih banyak cara lain yang bisa menggantikan jalan yang selama ini yang mampu kita pikirkan. Matahari tidak terbenam selamanya, dan tidak terbit selamanya. Hujan itu bisa menyenangkan dan bisa menyebalkan. Angin bisa menyejukkan tapi bisa membakar. Selalu berada pada dua sisi. Keberhasilan bisa mendatangkan senang, bisa bikin celaka. Gagal bisa menyedihkan, dan bisa membangunkan. Ulangi, selalu berada pada dua sisi. Seharusnya orang yang patah arang sekalipun, minimal punya keinginan untuk menantang diri, apakah menyerah benar benar sesuai keinginannya, atau tidak. Jadi, tetaplah hidup. Biarkan hari besok menjawab.
1 komentar:
gang lebar nya masih blm kliatan. masih kabur.
Posting Komentar