Rabu, 31 Desember 2008

* THANK YOU 2008

ada dua belas bulan dan tiga ratus enam puluh berapa hari yang sudah berjalan di belakang punggung. kalau dihitung-hitung, banyak sekali berkat yang dinikmati. kesehatan anak-anak. bertambah pintarnya anak-anak. nilai di sekolah terhitung sangat bagus. walaupun tidak jadi ranking ke-satu, Puji Tuhan anak-anak ku tidak ketinggalan pelajaran apapun. pengen juga anak-anak jadi juara di kelasnya. tapi setelah dipikir-pikir, engga pernah tuh saya dengar ada presiden yang sejak sekolahnya juara kelas 'mulu'. menteri mana pun engga juara-juara amat. bapak liem siaw liong, entah sekolah dimana beliau. almarhum TD. Pardede, 'pemilik setengah kota medan', katanya engga jelas bangku sekolahnya. engga cuman jadi orang kaya raya, pernah jadi menteri juga. chris john, manny pacquiao, kobe bryant, mariah carey, tiger woods, apa ada yang dengar mereka juara satu di sekolah ? sekolah itu nomor satu, tapi jadi juara satu itu nomor sekian. Syukur ku tak putus-putus karna berkat Tuhan ini selalu saya pandang dengan mata kagum. kalo lagi ketawa ngakak, matahari terasa sejuk. kalau lagi menjerit menangis, bulan pun terasa benderang. terimakasih Tuhan atas berkat berlimpah pada anak-anak ku ini. anak-anak Mu Tuhan. pekerjaan ? biasalah, seperti jalan berliku dan bergelombang. jalanan yang dilalui semakin menanjak. tapi kendaraannya tetap itu-itu saja. saya selalu menikmati 'perjalanan' ini. mana ada indahnya tujuan kalo jalannya lurus terus. adalah sedikit belokan tajam. tikungan di pinggir bibir jurang dalam. kendaraan yang kadang ngadat justru pas disaat dibutuhkan kecepatan tinggi. yang penting, sampai di tujuan. jalan ke brastagi itu agak 'mengerikan'. silap sikit bisa terjun bebas di jurang. menuju bandung itu banyak naik turunnya. ke semua tempat yang dituju, yang didahului oleh tantangan di tengah jalan, sudah dipastikan rasanya jauh lebih nikmat. rumah tinggal ? emh. banyak rumah jauh lebih besar dan luas. punya garasi dengan mobil lebih dari empat. halaman seperti taman safari. kamar tidur mungkin sampai dua puluh. seluruh ruangan ber pendingin. nyaman ? tidak ! kenapa tidak ? karena itu bukan rumah tempat tinggal kami. rumah yang nyaman itu ya rumah ini, yang salah satu ruangannya selalu saya gunakan mengisi blog ini. lagu wajib saya kalau menghibur istri dan anak-anak di halaman depan rumah. hampir setiap malam, adalah 'rumah kita' nya ahmad albar. eh, god bless ya. 'hanya bunga bakung, tumbuh di halaman. tapi semua ini milik kita' 'lebih baik disini. rumah kita sendiri'.... jadi alangkah bingungnya saya kalau ada orang yang sudah punya rumah. terlepas dibeli atau disewa, masih merasa tidak nyaman tinggal di rumah. masih suka keluyuran sampai pagi. apa mereka ingin menyaingi banci ya. kan cuman banci yang pulang pagi... istri ? ya sama kaya jalanan tadi. mesranya sudah pasti mesra dengan definisi kami berdua. orang lain mungkin melihat 'kurang mesra', biarin saja. toh yang mengerti mesranya kami hanya kami berdua. wong yang bermesraan cuman kami berdua. kalau bermesraan lebih dari dua orang secara bersamaan. bisa dicurigai itu sedang menggalang kekuatan untuk mencari 'treshold' suara dalam pemilu. rapat partai namanya. duit.... saya selalu menganggap duit milik saya itu ya yang ada di dompet. walaupun dompet sekarang rada aneh. masak ada dompet bentuknya cuman kartu doank. ada juga dalam bentuk buku doank. jelas-jelas cuman diketikin angka rupiah, kita bisa girang. padahal ga ada gambar-gambar duitnya lo. banyak kawan mengira titel 'dobelgardan' ini sama dengan sumber penghasilan yang dobel. biarlah mereka mengira demikian. engga perlu cerita ke orang lain apakah kita lagi bokek atau lagi bertabur uang. wajah jangan jadi cermin isi dompet.
so, 2008. thank you ya. banyak sekali kesenangan yang kami dapatkan dari mu. selamat tinggal ! ................ marende ma hita.. 'naung salpu taon, na buruk i. ho ma hu puji. Tuhan ki. ai diramoti Ho tongtong. tondi ku dohot daging kon.

Tidak ada komentar: