Minggu, 28 Desember 2008

* WARUNG BAKSO TIDAK SESUAI BAKSONYA

..... sekitar satu jam setengah. eh, dua jam lah. akhirnya selesai juga perbaikan kunci pintu mobil sebelah depan kanan ini. entahlah mereka ngerjain atau memang biayanya memang besar. saya terpaksa, jujur aja nih, bayar seratus dua puluh lima ribu perak. padahal yang saya perhatikan si montir cuman buka tutup, buka tutup pintu saja. enak saja bilang segitu. tapi, kalau ada yang ngasih saya uang seratus dua puluh lima juta perak. saya pasti tidak sanggup memperbaiki, bahkan untuk ban bocor sekalipun. well, keahlian tangan dan pikiran manusia, sama dengan seni. tidak bisa diukur harganya. biaya segitu, sangat murah berarti.
emh. tadi, sambil menunggu perbaikan, di depan bengkel agak ke kiri, ada jual buah dan minuman. karna perut lapar tapi selera makan ga nongol nongol, vonis saya jatuhkan untuk makan buah saja. secara mental, saya sudah siap untuk kecewa atas kualitas buah dan bumbu pedasnya. tapi saudara-saudara, begitu buah untuk rujak terhidang : dua iris sedang timun muda, empat buah jambu air merah yang ranum, dua potong pepaya muda (kata orang medan mengkal) yang semuanya, asli tanpa pemanis dan pewarna. biasanya untuk menguji rasa rujak, saya selalu mendahului mengunyah buah tanpa bumbu pedas. ai mak jang, buah ini betul betul segar tak terbilang. bersih, ranum dan kalau kita kunyah masih bunyi 'krenyes..krenyes...'. saya melirik, penjualnya chinese. ya engga heran. chinese memang selalu menjalankan bisnisnya dengan serius dan sempurna. giliran berikutnya, mencocol buah pada bumbu pedas. biasalah sambel untuk rujak buah. kehitaman, kental dan dikasih bonus kacang tumbuk. waktu sambel itu ketemu dengan buah. saya masukkan ke celah bibir. kunyah...... : saya yakin, mertua lewat sambil teriak di megaphone pun, saya cuekin !! (ya pasti. ga mungkin mertua saya lewat sana. wong beliau-beliau di palembang). kalau mau coba, silahkan ke jalan sei batanghari. rujak ini sedikit dekat ke kantor PTP. yang lewat jembatan itu lo (orang medan bilang titi). masih bingung ? ini letak akuratnya. sei batang hari itu, rumah dimana pengacara 'Ucok si raja minyak dari medan, yang suka teriak 'pening aku tanteeee...' berada. nah, disekitar situlah si rujak berada.
mobil beres. 'makan siang' pun lunas. saya harus melampiaskan dendam nih : malas-malasan di tengah hari siang ! ya jelas, pilihan jatuh kepada : mencukur brewok plus bersih kuping. hehehe.... try this. you'll have much fun. langganan cukur di jalan s. parman. oya, ini kejadian di medan semua lo ya. jangan coba-coba menelusuri jalanan di padang ! engga bakal ketemu.
........................ 'beres'. si Koko yang sopan dan bersih dan gagah ini lantas mengibas-kibaskan anduk putih bersih ke sekujur badan. 'bah, cepat kali selesai koh !' 'iya. cukur sudah. bersih kuping sudah'. 'beres. dua puluh tiga ribu !' hehe.. friends are friends but business is business.

Bakso tak sesuai baksonya.
well. buah tadi tidak mampu mewakili menu makan siang. aha ! arah ke kanan tukang pangkas ini, yang menuju sekolah santo thomas, terlirik mata saya warung bakso. kayanya ini franchise. karna lagi bersih, jalan pun saya usahakan separlente mungkin. masuklah ke warung ini. selintas saya perhatikan. nuansa warungnya hijau. adalah sedikit sedikit merah dan kuningnya. curiga nih. pasti gambar sama rasanya engga sesuai. begitu pesanan datang, betul !!! bentuk mangkok baksonya saja sudah menampar selera makan. asli, hilang selera. kesimpulannya, bakso ini sama sekali engga enak. mie telurnya tidak ada rasa. baksonya engga kompak. ada yang masih kenyal, tapi yang lainnya udah lembek sekali. saya sih menilai, franchise ini terlalu nekad menantang selera orang medan. bakso ini terlalu 'mewah' untuk sebuah warung bakso. warung bakso itu harus ada sedikit 'jorok-joroknya'. jangan terlalu sejuk. jangan pula terlalu rapi. dibanding bakso amat di juanda, atau bakso methodist di hang tuah. jauh lah penampilan bakso ini. entah tinggal berapa bulan lagi umur mereka di medan.
franchise seharusnya memilih cara mc. donald dan kentucky fried chicken. saya pernah diketawain waktu di negara orang, pesan Mc. D pake nasi ! 'sorry sir, we don't serve rice here. only potatoes'. kita semua tau, di indonesia mc. D dan kfc selalu menyediakan nasi putih. mereka betul-betul 'memperhatikan dan menghargai selera orang setempat'. mungkin di jawa sana (ini cabang surabaya katanya) gaya seperti ini bisa diterima. di medan ? oalaa.. jangan coba-coba mas. sayang duite. saya jadi ingat tentang sebuah resto yang katanya sudah buka di surabaya dan singapura. saya diundang ke cabangnya yang ada di batam. itu beberapa bulan sebelum mereka memutuskan untuk membuka cabang di kota 'yang sama sekali tidak tertebak : MEDAN'. kota saya. saya pun disuguhi menu-menu andalan yang menurut mereka sangat disukai pelanggan. waktu saya cicipi. rasanya mau ngomong terus terang. tapi si bapak yang baik hati dan mengaku kesuksesannya yang luar biasa. yang justru berbalik meyakinkan saya bahwa menu seperti ini akan laku keras di medan, akhirnya mengurungkan niat saya untuk bicara jujur. resep dan cara mereka menghidangkan sangat istimewa. saya mau bilang : tapi, tidak akan diterima di Medan mas.... saya tidak tega ngomongnya. bapak ini sebenarnya minta pendapat saya 'dibuka apa tidak ?'. gimana mo ngasih pendapat, wong selama saya makan beliau ngotot sekali bilang bahwa menu andalan yang sedang saya makan ini akan sangat diminati orang medan. dalam hati saya :'mas.. saya ini orang medan. dan menu ini sama sekali no tasty..... dan restonya menjadi tinggal sejarah setelah dibuka dengan sangat ramai hanya dalam waktu engga sampai 7 bulan !

Tidak ada komentar: