Kamis, 15 Januari 2009

* MIDNIGHT WAR !!

sementara kak iyank (panggilan hormat untuk anak perempuan ku, yolanda) sudah mulai memasuki kedalaman tertentu dari tidurnya yang lelap. kamar tidur ini, sebenarnya kamar kami; papa dan mama mereka, terjadi perang yang sangat menggetarkan kejiwaan. hanya karena masalah sangat sepele: kaca mata mainan. michelle aurora lumongga pasaribu menyalakan sumbu peperangan melawan bang kevin. bang kevin tiba-tiba saja merasa senang sekali dengan kacamata mainan milik adiknya, michelle (gelar : adik miten). tanpa ijin bahkan hanya sepotong sms, dia mematut-matut diri di depan kaca. mencoba menambah ketampanan. saya sendiri menilai : 'ih, ganteng kali abang lo'. ternyata pujian ini berakibat fatal. michelle marah dua kali. pertama karna saya mendukung 'penggunaan tanpa ijin' propertinya. dan kedua yang paling parah : memuji ketampanan orang lain, padahal memperalat yang bukan hak miliknya. saya jenderal pemimpin keluarga ini, saya mencoba menawarkan perdamaian dengan suara penuh wibawa : 'adek miten, biarin dulu la abang pake kacatamatanya sebental ya'. dalam pikiran saya, sudah pasti anak kecil ini, akan menyerah. takluk di bawah wibawa papanya. yang terjadi di luar dugaan. 'itu kan punya ku pah. kok dipake abang !'. saya berusaha kasih pengertian. dari bahasa yang paling sederhana sampai ke bahasa langit : apa yang disebut sebagai kebiasaan 'sharing' - berbagi. tetap saja tidak mempan. jawabannya tegas 'tidak. itu kan punya ku'. sebagai negosiator ulung, pemimpin kan harus mampu melakukan negosiasi tersulit sekalipun, saya beralih kepada 'si pengguna tanpa ijin' benda yang menjadi penyebab peperangan ini. kevin. 'bang, kasihan ade nya tuh. udah mulai nangis. kembaliin kaca matanya bang'. anak ini adalah anak yang gampang luruh hatinya. saya pikir lebih gampang menundukkan laki-laki ini. ternyata saya salah lagi. kevin kasih respon lebih tegas 'kemaren dia juga pake spiderman flash ku. engga ijin juga pa. aku engga marah kok'. aduh mak. apa harus menghadap ke perserikatan bangsa-bangsa nih. kamar mulai dipenuhi 'asap' dari kalimat berbalas yang makin lama makin memanas. 'abang jelek'. si abang yang menyadari bahwa tuduhan ini sama sekali tidak benar, tentunya akan membela kebenaran. 'ade yang jelek, abang engga'. waduh. bagaimana mungkin. perempuan terindah di dunia ini di'katai' dengan kalimat tidak pantas seperti itu ? saya mulai gemetaran. bingung menghadapi berkobarnya peperangan ini. sebenarnya, secara mental saya sudah siap menghadapi pertempuran hebat ini. yang saya tidak siap adalah. saya mulai memperhatikan bahwa kaki istri saya mulai bergerak-gerak lembut. gawat. ini pertanda yang sangat jelas bahwa perempuan ini, manager istana kami dalam kondisi yang tidak terlelap. tidurnya mulai terganggu. saya dengan tegas, tapi mulai berbisik 'berteriak' ke mereka: aduh, anak-anak papa, please jangan bertengkar lagi. mamaahh nanti banguuunnn. tidak mempan. 'abang jelek !!' 'adek yang jelek !!!' saya cuman bisa bilang 'sssssttt....ssssttt....'
saya berpikir lama untuk melakukan tindakan apa yang pantas untuk meredakan peperangan ini. saya tidak mau kenyamanan tidur kak iyank dan mamanya menjadi terganggu. senjata andalan harus dikeluarkan. wajah saya tiba tiba sedih. ya sudah pasti. bang kevin yang pertama memperhatikan. dengan sangat berat hati, dia serahkan kaca mata yang memang bukan miliknya ke sipemilik. saya makin pura pura sedih. dengan mata sendu saya alihkan perhatikan ke michelle : 'papa sedih lo, papa engga nyangka anak-anak papa ternyata nakal juga'. efektif ! dia patah hati. peperangan kata-kata mulai berhenti, dan memang berhenti total. anak-anak laki-laki tangguh ini, mengalah. menyerahkan kaca mata ke pemilik. sedap, pikir saya. tapi saya dikagetkan oleh suara halus perempuan tercantik ini 'pake aja bang. besok aku pake'. selesai, mereka pelukan. ini waktunya buat papa unjuk rasa. saya panggil 'bang'. dan tangan saya kembangkan. mereka sudah paham. dia melompat ke dalam pelukan. saya rangkul seperti tidak ingin dilepas. momen ini selalu saya tambahkan dengan memborbardir anak-anak saya dengan doa 'Tuhan, berkati aku (anak-anak sudah pasti otomatis mengulangi kalimat doa saya). supaya tidak marah-marah. tidak takut-takut. tidak malu-malu. berkati aku supaya menjadi anak baek. terimakasih Tuhan. amin'. belum sempurna kevin melepaskan pelukan, michelle si cantik ini menuntut : 'sekalang aku pah'. buat anak kecil gini sih enteng. doanya engga perlu panjang panjang : 'Tuhan, berkati michelle supaya tidak malah-malah. supaya makin cantik. makin pintal. badannya tinggi. badannya sehat dan tidak suka melawan. terimakasih Tuhan, amin. anak-anak manis seperti ini tentunya harus dikasih hadiah. ritualnya ya seperti ini. mereka berbaris telentang. saya duduk di arah kepala. tangan kiri memegang kepala anak laki-laki, yang kanan tentunya perempuan. mulailah pijitan halus saya lakukan. karna di kepala saya tidak pernah ada lagu nina bobo, saya 'nina bobokan' mereka dengan kata-kata 'papa senaaaangg sekali. anak papa bertengkar, tapi cepat baikannya. malah nya engga lama-lama. nanti papa bobonya pasti enak'. siapa bilang lukisan affandi indah. jauh lebih indah segurat senyum di masing-masing bibir mereka. dan surprise, mereka bangun untuk mendaratkan ciuman di pipi kanan dan kiri saya, dan terakhir. di mulut. saya cuman sempat berucap :'makasih ya nak ku'. kembali ke posisi semula. dengan menahan kantuk, saya lanjutkan pijitan pada kepala mereka. 'sleep kids, have a nice great dream'. thank You Lord. what a wonderful midnight.


Tidak ada komentar: