spiderman flash ku. engga ijin juga pa. aku engga marah kok'. aduh mak. apa harus menghadap ke perserikatan bangsa-bangsa nih. kamar mulai dipenuhi 'asap' dari kalimat berbalas yang makin lama makin memanas. 'abang jelek'. si abang yang menyadari bahwa tuduhan ini sama sekali tidak benar, tentunya akan membela kebenaran. 'ade yang jelek, abang engga'. waduh. bagaimana mungkin. perempuan terindah di dunia ini di'katai' dengan kalimat tidak pantas seperti itu ? saya mulai gemetaran. bingung menghadapi berkobarnya peperangan ini. sebenarnya, secara mental saya sudah siap menghadapi pertempuran hebat ini. yang saya tidak siap adalah. saya mulai memperhatikan bahwa kaki istri saya mulai bergerak-gerak lembut. gawat. ini pertanda yang sangat jelas bahwa perempuan ini, manager istana kami dalam kondisi yang tidak terlelap. tidurnya mulai terganggu. saya dengan tegas, tapi mulai berbisik 'berteriak' ke mereka: aduh, anak-anak papa, please jangan bertengkar lagi. mamaahh nanti banguuunnn. tidak mempan. 'abang jelek !!' 'adek yang jelek !!!' saya cuman bisa bilang 'sssssttt....ssssttt....'saya berpikir lama untuk melakukan tindakan apa yang pantas untuk meredakan peperangan ini. saya tidak mau kenyamanan tidur kak iyank dan mamanya menjadi terganggu. senjata andalan harus dikeluarkan. wajah saya tiba tiba sedih. ya sudah pasti. bang kevin yang pertama memperhatikan. dengan sangat berat hati, dia serahkan kaca mata yang memang bukan miliknya ke sipemilik. saya makin pura pura sedih. dengan mata sendu saya alihkan perhatikan ke michelle : 'papa sedih lo, papa engga nyangka anak-anak papa ternyata nakal juga'. efektif ! dia patah hati. peperangan kata-kata mulai berhenti, dan memang berhenti total. anak-anak laki-laki tangguh ini, mengalah. menyerahkan kaca mata ke pemilik. sedap, pikir saya. tapi saya dikagetkan oleh suara halus perempuan tercantik ini 'pake aja bang. besok aku pake'. selesai, mereka pelukan. ini waktunya buat papa unjuk rasa. saya panggil 'bang'. dan tangan saya kembangkan. mereka sudah paham. dia melompat ke dalam pelukan. saya rangkul seperti tidak ingin dilepas. momen ini selalu saya tambahkan dengan memborbardir anak-anak saya dengan doa 'Tuhan, berkati aku (anak-anak sudah pasti otomatis mengulangi kalimat doa saya). supaya tidak marah-marah. tidak takut-takut. tidak malu-malu. berkati aku supaya menjadi anak baek. terimakasih Tuhan. amin'. belum sempurna kevin melepaskan pelukan, michelle si cantik ini menuntut : 'sekalang aku pah'. buat anak kecil gini sih enteng. doanya engga perlu panjang panjang : 'Tuhan, berkati michelle
supaya tidak malah-malah. supaya makin cantik. makin pintal. badannya tinggi. badannya sehat dan tidak suka melawan. terimakasih Tuhan, amin. anak-anak manis seperti ini tentunya harus dikasih hadiah. ritualnya ya seperti ini. mereka berbaris telentang. saya duduk di arah kepala. tangan kiri memegang kepala anak laki-laki, yang kanan tentunya perempuan. mulailah pijitan halus saya lakukan. karna di kepala saya tidak pernah ada lagu nina bobo, saya 'nina bobokan' mereka dengan kata-kata 'papa senaaaangg sekali. anak papa bertengkar, tapi cepat baikannya. malah nya engga lama-lama. nanti papa bobonya pasti enak'. siapa bilang lukisan affandi indah. jauh lebih indah segurat senyum di masing-masing bibir mereka. dan surprise, mereka bangun untuk mendaratkan ciuman di pipi kanan dan kiri saya, dan terakhir. di mulut. saya cuman sempat berucap :'makasih ya nak ku'. kembali ke posisi semula. dengan menahan kantuk, saya lanjutkan pijitan pada kepala mereka. 'sleep kids, have a nice great dream'. thank You Lord. what a wonderful midnight.
supaya tidak malah-malah. supaya makin cantik. makin pintal. badannya tinggi. badannya sehat dan tidak suka melawan. terimakasih Tuhan, amin. anak-anak manis seperti ini tentunya harus dikasih hadiah. ritualnya ya seperti ini. mereka berbaris telentang. saya duduk di arah kepala. tangan kiri memegang kepala anak laki-laki, yang kanan tentunya perempuan. mulailah pijitan halus saya lakukan. karna di kepala saya tidak pernah ada lagu nina bobo, saya 'nina bobokan' mereka dengan kata-kata 'papa senaaaangg sekali. anak papa bertengkar, tapi cepat baikannya. malah nya engga lama-lama. nanti papa bobonya pasti enak'. siapa bilang lukisan affandi indah. jauh lebih indah segurat senyum di masing-masing bibir mereka. dan surprise, mereka bangun untuk mendaratkan ciuman di pipi kanan dan kiri saya, dan terakhir. di mulut. saya cuman sempat berucap :'makasih ya nak ku'. kembali ke posisi semula. dengan menahan kantuk, saya lanjutkan pijitan pada kepala mereka. 'sleep kids, have a nice great dream'. thank You Lord. what a wonderful midnight.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar