Jumat, 09 Januari 2009

* SELAMAT PAGI MEDAN

jam 05.58.. oala.. yang cepatan la aku yang bangun ini. biasanya, bisanya ku tahan sikit jam bangun. rata-rata lewat lima belas menit dari jam anam lah. jadi bisa lebih panjang istirahat mata ini. karna sudah terlanjur bangun, ku coba menjalankan instruksi ahli refleksi, yang waktu di orchard tempohari, menyarankan untuk melakukan lompat di tempat sebanyak 300 kali tanpa henti. katanya ini cara efektif untuk mengurangi besar perut. heran jugalah. saya bukanlah peminum alkohol. adalah sekali-kali. merokok pun sekali-kali. supaya ada immun nya juga tubuh kita. bukan pulak 'pamangan mago' (baca : porsi makannya gila-gilaan), konsumsi obat-obatan ? juga sama sekali tidak. 'obat' yang rutin saya minum sekarang ini hanya akar ginseng. berumur 42 tahun. dibeli waktu ada pameran di sun plasa. cuman itu. tapi buncit ini minta ampun jeleknya. pernah juga terpikir, apa penyakit lama ini kambuh lagi ? dulu sempat memang ada infeksi di usus dua belas jari(hampir dipotong dokter glen eagles medan waktu itu), pinggang belakang selalu panas, karna ada gangguan di ginjal. fungsi hati inilah. sempat bikin aku pasrah untuk mati lebih cepat. puncaknya, pengapuran yang bisa membuat jantung terganggu. kata dokter, jantung ini bermasalah. entahlah mereka jujur atau tidak. mereka yang tau. yang jelas, enteng saja mereka menyodorkan surat pernyataan yang harus diisi sebelum operasi. 'bapak harus dibalon jantungnya'. kalau balon yang suka diminta anak-anak waktu habis makan di pizza hut, senang lah hati ini. la ini, entah kenapa dibilang dibalon. tak ada pun karet-karetnya. itu adalah cerita lama. waktu itu, saya tolak permintaan mereka. saya ngomong : 'dokter, biarlah yang ada di sana tetap di sana seperti itu. jangan ditambah dan dikurangi. kalau saya mati, biar saya bawa seperti itu saja. dokternya terdiam, entah kagum entah marah. ....sekarang perasaan sudah tenang. hasil periksa di general check up terakhir, katanya tak ada masalah di tempat-tempat yang tadi. dan, kalau pun ada masalah, tetap saja harus tenang. takut mati pun tetap mati kok. anyway, thanks to biomagworld magnetic ini.
pendek kata, ritual lompat 300 kali tanpa henti sudah selesai. tak usah kita ceritakan pegalnya di betis ini. medan nyaman sekali. hari masih saja tetap gelap. langit mendung. sinar matahari redup. angin memeluk pelan-pelan. kalau sudah macam gini, saya cepat-cepat manggil anak-anak. supaya mereka bisa menikmati suasana seperti ini. saya sendiri menuju halaman belakang rumah. well, awan tebal di langit sana. mendung yang menggugah hati. seperti biasa : 'selamat pagi, Tuhan'. di dalam hati saya : Tuhan membalas : 'selamat pagi anak Ku'.
saking santainya persiapan, saya kaget karna ternyata sudah jam 06.40. waduh, terpaksa harus buru-buru perlengkapan. untungnya anak-anak sudah siap sedia. tinggal berangkat. ini harus dapat penghargaan : 'hebat anak-anak papa ini, papa kalah hari ini ya'. mereka pasti sumringah : 'papa belum selesai pakaian, kami sudah !'.
perjalanan dimulai dari gaperta ujung. jalanan masih lengang. apa semua orang 'terjebak' suasana ini ya. bisa-bisa mereka terlambat berangkat nanti. di perapatan gaperta - jalan asrama, lampu dalam ke adaan merah. tapi mobil yang antri cuman sebiji dua biji. sambil merasa malu sama anak-anak, saya mencoba 'my dark side', sisi nakal saya. saya terobos saja lampu merah. si ganteng di sebelah kiri nyeletuk : 'kan masih merah pah'. saya purak-purak kaget... 'iya nya bang ? ' aduuh..salah papa ya..' dia senyum, karna papanya ternyata sadar juga bikin kesalahan. sepanjang jalan asrama yang lebar itu, kendaraan yang lewat juga masih sedikit. kecepatan bisa sampai 70 km per jam. sekarang menuju gatot subroto. tiba-tiba lampu bahan bakar kedap kedip warna kuning. pom bensin (di jawa disebut galon), ada dekat sini. tapi saya mencoba bikin tantangan. supaya di jalan ketar-ketir. saya lewati saja pompa bensin ini. sambil ngebut mata engga berhenti melototin juga tanda 'bensin' ini. rasanya nikmat kalau melakukan sesuatu sambil tertekan. tadi itu, saya betul betul tertekan. rasanya nikmat. setelah meninggalkan anak-anak di sekolah yang bakal mendidik mereka menjadi orang besar, saya menuju kantor. buru-buru ngisi bensin. tenang sudah. sewaktu lewat perintis kemerdekaan, lapangan luas di kantor gaharu, salah satu gedung tempat saya bekerja banyak sekali orang sedang senam pagi. ai mak, lupa saya. ini hari jumat !. absen lah senam pagi sekali ini.

Tidak ada komentar: