Sabtu, 02 Mei 2009

* WHISPERING IN THE MORNING

Dear Bapa di Surga. terimakasih karna kebaikan Mu betul-betul tidak pernah berhenti. kebaikan Bapa seperti air pada titik terlebat, disiram penuh dari pintu langit. sepanjang perjalanan ke mana saja, anak Mu ini suka melihat apa saja. gedung di pinggir jalan. jalanan yang kadang nyaman kadang sangat tidak bikin senang hati. anak Mu ini suka kagum 'ih, Tuhan hebat sekali ciptaan yang satu ini : Manusia !' coba saja. dibanding dulu, waktu Tuhan ada di muka bumi ini. sewaktu kaki Mu sama disaput debu seperti kaki kami sekarang, jalanan masih dilapisi tanah keras. tidak ada hotmix. tapi sekarang ? di bawah air ada kendaraan. di atas kepala bahkan jauh di atas lapis batas gravitasi, sudah ada kendaraan juga. Tuhan bicara kepada Daniel tentang rahasia-rahasia kebijakan. dan Daniel sangat cakap menceritakan itu kepada manusia yang dulu lebih duluan lahir dibanding kami. coba kalo tidak ada Daniel. eh, engga lah Tuhan. kan Tuhan yang menciptakan Daniel, sesuai rencana keinginan Tuhan.

Dear Bapa di Surga, anak Mu ini mohon ampunan. walaupun seperti siraman hujan lebat berkat Mu, masih saja banyak daftar di dalam hati sebagai daftar permintaan dan keinginan. jujur saja Tuhan, rasanya maluu sekali bahkan hanya untuk mengucapkan nya dalam hati. tapi, anak Mu ini masih terus kepingin Tuhan. jangan keberatan ya Bapa di Surga. yang saya minta ini engga ada apa-apanya, hanya setitik debu dibelah sejuta dibanding apa yang Tuhan miliki di sana : di Surga. apa nilainya satu gram emas murni dibanding bumi seutuhnya yang Engkau ciptakan. apa harganya berlian ratus krat dibandingkan seluruh benua afrika yang Tuhan tata dengan cara 'sederhana'. saya merasakan bahwa Bapa di Surga sama sekali tidak keberatan atas permintaan apa pun. dan saya juga merasakan, Tuhan sendiri yang akan menentukan daftar mana yang dipenuhi. dan waktunya, juga terserah Tuhan.
Bapa di Surga, hari-hari ini beban kerja rasanya semakin berat. batas waktu pekerjaan hampir saja berakhir. Tuhan taulah, pegawai kecil seperti anak Mu ini sangat takut kalau pekerjaan yang diberikan tidak bisa diselesaikan. kena marah lah nanti. tapi, kenapa harus takut ya Tuhan, biarlah kena marah sama kawan manusia, asal kena sayang sama Tuhan.
Dear Bapa di Surga. anak-anak Mu sekarang sedang ada di dalam gedung sekolah. rawat mereka ya Tuhan. karna hanya Tuhan yang mampu menjangkau semua orang di segala tempat, pada waktu yang bersamaan. kalau anak Mu ini ? ya sebatas di barisan hurup pada keyboard inilah. Kadang saya suka kuatir tentang masa depan pendidikan anak-anak. jadi apa nanti mereka ? sampai hari ini belum pernah jadi juara. hehehe... padahal, saya sendiri, Tuhan tau, engga pernah jadi juara sejak jaman dulu kala saya sekolah. oya, terimakasih ya Tuhan, dengan keterbatasan ekonomi bapak dan mamak yang Tuhan ijinkan menjadi orang tua saya, kami bisa selesai sekolah. kalau tidak, mana bisa diterima di perusahaan yang luar biasa hebat ini. untuk anak-anak ku, biarlah saya serahkan saja ke dalam kebaikan Tuhan. terserah Tuhan saja, kalau Yolanda mau Tuhan kasih tugas menjadi orang yang sangat kaya, bijak, cantik, dan suka membantu orang, saya terima saja. Kalau Kevin akan Tuhan jadikan pemain golf handal, melampaui kehebatan Tiger Woods, ganteng, disukai banyak orang, itu juga saya pasrahkan pada Tuhan saja. Untuk Michelle dan janin yang ada dalam kandungan perempuan yang Tuhan tetapkan sebagai istri ku ? kalau harus melampaui keberadaan Yolanda dan Kevin, ya mau bilang apa Tuhan. saya hanya mengucapkan 'thank You Lord'...
oh iya Tuhan.... janin yang sedang Tuhan jalin di rahim istri ku, rawatlah Tuhan. peliharakanlah Bapa yang baik. nanti kami akan ketemu, pada saat detik pertama anak luar biasa ini merasakan aura dunia yang Tuhan cipta dan sediakan buat kami. jadikanlah janin ini menjadi anak kekasih Mu ya Tuhan...
Dear Bapa di Surga. tolong ya Tuhan, Tuhan berkati lagi kami di pekerjaan kami. supaya apa yang Tuhan berikan, hal-hal luar biasa dan menakjubkan, yang dulu kami nikmati, terus kami pegang sampai hari hari kami. di atas semua itu, jangan tarik kasih sayang Mu dari kami ya Tuhan. saya, istri ku Lince, anak ku Yolanda, Kevin, Michelle dan si Janin. aduh Tuhan, senangnya hati merasakan kebaikan Mu. terimalah sembah sujud ku di depan debu kaki Mu. Haleluia...

2 komentar:

Anonim mengatakan...

repost ya?

abel mengatakan...

iya.. sama dengan lagi berdoa,
doanya udah pasti yg itu lagi... hehehe