sepulang dari gereja tadi siang. apa yang diomongin sama bapak Pendeta masih saja memukuli kepala ku. seperti sisa dengingan genta, suara beliau terus-terusan bergelayut di gendang telinga : seluruh kalimat dan apa yang terkandung dalam pikiran beliau membangunkan kesadaran baru saya. kalimatnya mengenai 'hidup yang aneh'.._ sebagai seorang pendeta, beliau sangat prihatin bahwa dunia sekarang ini sangat aneh. karna masih saja membelah-belah manusia. dari lahir sampai mati, semuanya seperti dipaksa untuk terbelah-belah. tadinya saya sama sekali tidak menaruh perhatian dengan omongan beliau. hehehe.. seringkali ya kita masih tidak mampu memfokuskan perhatian, even, kita sedang dalam suatu kegiatan ibadah yang paling khusyuk sekalipun. bapak pendeta bilang 'hidup ini aneh. dan keanehan itu berlanjut sampai mati'. selama hidup, kita dipaksa terkotak-kotak. dan waktu mati pun, kita tetap dipaksa terkotak-kotak'. pernyataan beliau yang akhirnya mencuri perhatian saya : 'bukti anehnya adalah, orang mati pun, tidak boleh dikuburkan di satu lokasi !'. betul juga ya. karena pernyataan itu, saya jadi mulai menyadari memang agak aneh hidup ini. entah siapa yang memulai akhirnya setiap orang mulai mencari 'kelompoknya' masing-masing, sambil membangun batas untuk 'kelompok' lain.
yang sangat memprihatinkan justru sekarang tidak terbatas kepada membangun batasan tadi. sekarang justru cenderung mulai berusaha 'menguasai' kelompok lain. semua orang tau setiap kelompok semakin bernafsu menguasai kelompok lain dengan cara apapun. jauh lebih mengerikan adalah, kebaikan pun sekarang digunakan untuk menyakiti. kebaikan itu kan dibawa oleh agama. sedihnya, justru kekerasan dan kekejian akhir-akhir ini justru terjadi hanya karena agama.
saya membayangkan lirik lagu Lennon. 'imagine all the people, living, love and peace'..... (engga apa apa melenceng dari lirik aslinya). kita tau Lennon seorang pemimpi. dan sampai sekarang dia tetap menjadi pemimpi. karena keinginannya tentang '... there's no country... and no religion....' adalah keinginan hampa.
seandainya, semua orang beragama, dan yang tidak beragama bisa sedikit saja menahan diri. untuk tidak memaksakan keinginan agar orang lain mau untuk menjadi sama dengan dirinya, maka senjata tidak akan pernah menjadi sumber devisa terbesar buat negara manapun !
3 komentar:
::bukan salah agama, yang salah adalah penafsiran tentang yang dimaksud dengan agama
tengoklah, ente aja masih milih apa yang dibicarakan, baru mau mendengarnya, padahal ada yang harus dicari dari apa yang diajarkan misalnya :
"Aku bersama BAPA, tidak ada yang sampai kepada BAPA kecuali melalui aku" ...seharusnya hasil dari pencarian ini akan berbunyi pada MATIUS 4:11, "Yesus berkata, kepadamu telah dibukakan rahasia kerajaan ALLAH, sedang kepada yang lainnya diberikan perumpamaan agar mereka tidak kembali"
Untung ke Greja engga bawa laptop, kalo engga yakin kali aku ente akan ngupdate blog terus... :)
is that you bang Ef ? kaget aku... ternyata agama itu tidak terbatas ya bang.. thanks atas commentnya
::Bah..., ada rupanya yang minta jadi agama apa dia lahir... :) jadi ngapai harus berdiri pada kelompok, kalau Tuhan mengijinkan untuk berdiri bersama semuanya...
Posting Komentar