Minggu, 01 Februari 2009

* WARUNG UBUD, MAKAN TAK PUAS

di lantai G sun plasa. saya, istri dan ketiga anak-anak kebingungan menentukan arah hidup. heheh... enggalah, kami bingung menentukan tempat makan. biasanya tujuan ter-sederhana adalah Cabe Rawit Food Court. di luar kepala saya sudah hapal pesanan seluruh anggota group. istri sudah pasti ayam penyet kriuk. selain sambalnya, kuahnya yang bening itu rasanya sedap. kalau seleranya agak nyeleneh, paling-paling pindah hatinya ke ayam hainan. dia selalu milih yang steam. pernah nyoba yang bakar; dengan hasil : kecewa ! Iyank dan Michelle sudah pasti mie kumango. sang tampan Axel. anak ini suka seperti pangeran. menunggu dulu semua selesai order, baru dia menyampaikan titah. 'aku mau ayam popeye'. kalau saya sendiri ? pesanannya paling lengkap. mie kumango, ayam popeye, dan ayam penyet. tapi tambah catatan di depannya : sisa !
karena bingung, saya coba-coba uji nyali selera. 'ke warung Ubud yok'. tanpa ada jawaban, ke empat makhluk indah ini, otomatis ngikuuuutt... tibalah kita di warung ubud sun plasa. dulu saya pernah suka makan di warung seperti ini, waktu itu di mall yang lain. lumayan enak.
ini adalah pertama sekali buat kami untuk mencoba suasana ruangan warung ini. begitu ada di dalam, agak susah membedakan apakah ini warung tempat makan, atau pub atau cafe. lampunya terlalu temaram. begitu kena suasana temaram gini. setengah dari selera makan saya lenyap tanpa bekas. dalam hati udah ngomong gini : 'alamat tak enak ini acara makannya'. anak-anak memilih meja yang lebih besar. kami hanya berlima tapi mereka maksa untuk duduk di meja kapasitas delapan orang. saya ikut saja, dan baru sadar setelah melihat di dekat situ ada televisi lcd 46 inch. lagi mutar tom & jerry... 'pantesaaaannn'.
__ buku menu makanan kami bahas berdua istri. kalau sudah buka buku menu, bahasannya pasti sama seriusnya lo sama bahas kondisi negara. cara baca ibu-ibu pasti gini.... appertize.. baca nomor urutnya. terus baca jenis makanannya.. loncat ke kolom kanan, 'harga'... hehehe... selera selalu ditentukan oleh harga. bukan tawaran dari gambar. begitu ketangkap mata harga makanan tertera di enam digit : wuzz. langsung buka halaman berikut. sampai kepada menu dengan lima digit. begitu sampai di halaman ini, komentar berikutnya penuh keanggunan : 'ini kayanya enak bang'.... dalam hati saya.. 'udah lah deee.. gaya mu itu... bilang aja cari yang murah'. saran buat para ibu. 'halo ibu-ibu, kalau baca menu makanan. tutup lah bagian kanan dari halaman per halaman. usahakan berhentikan pandangan hanya di batas jenis pesanan'. saya jamin engga bakal ada yang terima saran ini.
__ setelah berdebat dan diskusi panjang lebar (ini sudah termasuk pertanyaan ke serve nya :'mbak, bole bayar pake kartu debit kan ?... kalau harus cash atau credit.. maka menunya semakin disesuaikan dengan uang hard cash di dompet), pilihan jatuh kepada : satu porsi ayam bakar bali, dua piring nasi putih. satu porsi nasi goreng, satu mangkok sop sea food, dan satu porsi sup asparagus. minumnya standar.. iced tea dan iced lemon tea (ini khusus papah :). mamanya nyobain 'denpasar moon'. sekarang harap-harap cemas, apakah rasa sesuai bombastisnya dengan judul. .... - datanglah satu-satu pesanan kami. 'ini ayam bakarnya ibu'. kebiasaan saya selalu gini : 'makanan agak didekatkan ke arah hidung.. tangan dikibas-kibas dalam rangka mencari aroma makanan'. 'emmm.. yang satu ini kita tidak salah pilih'. belum berdoa makan, kita langsung suirkan sedikit saja dari potongan ayam bakar... cicipi : 'emm.. delisioso'. menu kedua datang... sop seafood. begitu terletak di atas meja.. kami berdua langsung nyengir : 'ih.. baunya aneh.. sepertinya tanpa sengaja ada este lauder netes ke sana'. pas dicicipi.. 'ampun lah... rasanya ga karuan. bayangin saja.. campurannya, empat potong ikan gurame atau ikan apa itu.. ditambah empat potong udang rebus. berapa iris mushroom, dan yang lebih mengerikan ada beberapa petikan sangat besar bunga kol. belum selesai nih; terhidang dengan style : clear ! tanpa tampilan 'warna' apapun. asli bening sebening-beningnya... tolong lah kami... _ rebusannya ditambahkan pula dengan sepotong besar lengkuas. ai mak... kami paksakan makan menu ini. bukan karna lapar... mahal harganya soalnya... giliran terakhir dari makanan : sup asparagus. ampun kalau yang ini. biasanya sup asparagus itu tampil lumayan bening. kelihatan suiran kepiting dan telur kocok yang disiram pas masakan mau diangkat. pasti keliatan menapsukan kan ?... yang ini.. hampir persis dengan tepung maizena diaduk sama air putih. terus, tanpa sengaja ketumpahan sepotong cheese... baru setetes ditest, mangkoknya kami pinggirkan. tidak disentuh sampai kapan pun. nasi gorengnya ? minta maaflah. ini nasi antara kering sama basah. engga ada isi-isinya sama sekali. sebagai pembanding. kalau nasi goreng di fountain, selalu ditambahkan pandangan baru : sepotong ayam kampung goreng kering. yummy. anak-anak sebagai penggila nasi goreng saja pun, ogah melirik. sekarang minumannya. iced teanya standar. iced lemon tea agak kurang standar. ini pake jeruk nipis atau jeruk beneran juga engga jelas. terakhir.. denpasar moon.. warnanya 'merahhhhh'. semuanya manis rata. tidak ada rasa 'lain' yang sedikit nendang di lidah. tadi saya pikir, karena berani menggunakan nama yang mendunia itu kami akan kaget oleh rasa nikmat. sekarang kami kaget.. 'kok berani-beraninya pake nama denpasar'.... ada moon nya lagi. apa engga tersinggung maribeth !
__ selesai makan, dan bayar... kesimpulan kami, yang terenak dari warung ubud ini cuman satu... layar televisinya kegedean, dan film nya tom & jerry terus terusan dengan mutu gambar.. asli : bajakan... !! kami meninggalkan pintu warung ubud tanpa satu patah kata pun, dari siapapun. hehehe.. padahal di warung yang jauh lebih besar dan mentereng, selalu ada sapaan manis : 'terimakasih, silahkan kembali lagi'.

Tidak ada komentar: