siang ini saya dan seorang kawan menghabiskan sekitar 2 jam istirahat siang di swiss-bell hotel. cambridge building. tepatnya di simpang kampung 'madras' (dh, kampung keli...g) dan s. parman. satu hal yang bikin saya kagum atas bangunan ini adalah. sama sekali tidak keliatan kesan atau bekas, bahwa sebenarnya lahan di dimana bangunan ini berdiri 'sangat sempit'. parkir ke basementnya nyaman sekali. kenyamanan parkirnya menandingi sun plasa. oya, gedung parkir terseram di medan adalah basement gedung BII, lahan parkir menuju hotel aryaduta grand palladium. menyusul millenium plasa. menyusul lagi medan plasa. menyusul di belakang thamrin plasa. jalan menuju parkirnya sangat landai. orang yang baru belajar nyetir sekalipun pasti mampu memasuki gedung parkir basement ini.
agak bingung mencari tujuan tempat istirahat, kami beruntung ketemu temennya temen. dipandulah kami. atas nama kawan, kami akhirnya memilih restoran swiss-bell hotel buat menyeruput kopi. kawan saya milih espresso, saya sendiri dengan gaya sangat yakin, menjatuhkan ujung jari ke urutan terbawah dari daftar 'drinks' : Irish Coffee. ada sih catatannya 'with whiskey'. malu kan dibilang engga kenal minuman 'bule'. dia udah meyakinkan saya : 'with whiskey ?' iya... pake itu. keren..... tidak lama kemudian, datanglah pesanan. tampilannya seperti coklat di atasnya ditaburin busa apa gitu. seperti coffee latte. tapi di atasnya dikasih eksrim. gelasnya agak lucu. menurut saya seharusnya digunakan untuk wine. tapi karna mereka yang punya resto, mana saya mampu melakukan komplain. rasa hangat menjalari ujung jari waktu saya sentuh gelas kopi ini. kaget juga. hangatnya seperti kopi kede aceh yang di depan rumah sakit elisabeth itu lah. gelas saya goyang halus berputar. busa tadi perlahan luruh ke bawah. seperti salju membasahi comberan. pokoknya susah digambarkan. setelah siap mental, saya coba seruput... 'bamm !!!' kentalnya kopi saja sudah bisa memukul dada, ini ditambah alkohol yang mungkin minimal 16 persen ! hancur aku bos. serve nya nanya 'bagaimana pak ?' 'enak !!!' kata saya dengan suara tercekat. soalnya kopinya engga bisa masuk langsung. nyangkut di tenggorokan. kawan di depan sudah mulai tersenyum memuakkan. dia bahagia 'tidak salah pilih' minuman.
ini resto luas sekali. pandangan di jendela kaca lumayan bagus. pertigaan s. parman. di sana keliatan anak-anak smu lagi nunggu angkot buat pulang. karna restonya mewah, kami jaga 'harga dirilah', pesan kentang goreng. butuh waktu 10 menit. hadirlah kentang, with skin. katanya kentang lokal, digoreng kering. rasanya yummy betul. hebat cooked nya. bahan sama, tapi tampilan dan rasa jauh sekali dengan yang kita bikin di dapur.
karna sudah berada di gedung hotel terbaru ini, saya tawar (atau saya ditawarin ? lupa) untuk diijinkan melihat contoh kamar. rinciannya gini. liftnya kalah jauh sama swiss-otel singapura. gang menuju kamar, ampun. sama sekali tidak bagus. finishingnya jelek sekali. saya kasihan dengan investor atau pemilik hotel ini. sama sekali tidak menggambarkan 'kemegahan logo'. saya memilih tipe deluxe. begitu pintu dibuka. saya kaget. saya berhadapan dengan 'ruang kosong'. di sebelah kanan adalah bath room. ruang kosong di depan pintu ini ternyata tempat tas atau sepatu. plus lemari pakean. di sebelah kiri, barulah keliatan kamar tidur. di kanan bed ada meja kerja. terlalu besar menurut saya. di ujung kaki bed, di sebelah kiri televisi ada dua kursi kecil dipisah oleh meja bundar kecil. emh.. saya no comment atas tampilan kamar ini. yang jelas, aryaduta medan lebih elegan. kolam renangnya masih under construction. di seberang sana, di gedung yang khusus apartement ada juga kolam renang yang ukurannya lebih besar. oya, ada catatan khusus untuk kolam yang diperuntukkan bagi penghuni hotel. dinding kolamnya dibuat dari kaca yang sangat tebal. kayanya kita bisa liat orang yang lagi berenang atau menyelam. idenya bagus juga.
menuju ke 'lounge'. saya baru tau ternyata gedung ini sudah disiapkan dengan fasilitas mall juga. tapi baru beberapa space yang diisi. ada starbuck dan ada Dantes atap Dane tadi ya, Coffee.
emh.. gedung ini lumayan buat kota kecil seperti medan. engga taulah apakah tarif hotel yang termurah satu koma dua juta ini bisa mencapai angka occupied di atas 70. anyway.. hari ini istirahatnya gagal. karna sampai di kantor, irish coffee itu betul-betul berdampak gawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar