Senin, 23 Februari 2009

*** INTERVIEW with HILLARY CLINTON .... (sebuah imajinasi)

............. well... dalam imajinasi, saya sedang membayangkan melakukan wawancara dengan menteri luar negeri amerika serikat, Hillary Clinton. terpaksa imajinasi, wong ketemu beliau itu sama dengan memimpikan besok harga beras jadi seribu perak per kilo. yang terbaik lo. Hillary ini contoh terbaik dari renungan ibu Kartini. contoh lain dari Cut Nya' Dhien. dan contoh lain dari Marta Tiahohu (sorry kalo salah eja). Ketegarannya mengalahkan Ben Gurion. melampaui kekokohan Margareth 'maggie' Thatcher si wanita besi itu. Gimana tidak, wong selama jadi first lady, dia bisa menahan gejolak ke-brilianan-nya supaya tidak meredupkan kemilau reputasi suami. Kesabaran dan tabahnya mampu menyelematkan suami dari kasus yang justru sangat dibenci amerika : kasus moral. dalam imajinasi, secara tak sengaja saya bertemu dengan Hillary di sebuah warung kecil. di sudut kota saya. orang lain cuek dengan kehadiran perempuan blondie ini. ini kan ciri khas medan. ada artis ngetop sekalipun, cuman ditengok sebentar, habis itu dicuekin. artis mana yg ga nervous kalo ada jadwal manggung di medan, silahkan unjuk tangan !

SAYA (SY) : 'hi. hello Hillary, apa kabarnya ?'

Hillary Clinton (HC) : 'hi, I feel great... cemana dengan anda ?'...
hahhaaa... !!! orang amerika bisa bilang cemana.... (bayangin budi anduk bilang hahhaa...).

(SY) : 'saya baek... oya, senang bertemu dengan anda Hillary'..
HC : 'sama.. saya juga... I feel comfortable 'been here.'
(SY) : 'di kota ini ?? anda nyaman di sini ?'
HC : 'yes.. kenapa ? kok anda sendiri malah terkaget-kaget ? bukannya penduduk kota sini juga anda ini ?'
(SY) : 'ya iyalah kaget... orang saya aja mulai ga nyaman di sini. kok bisa-bisanya anda merasa nyaman.... ketauaaaann deh... basa basi ya. orang luar kan suka basa-basi. bilang negara kami sopan santun, ramah tamah, dan menyenangkan'. tiba kecopetan anda ga bilang sopan lagi tuh, malah ikutan mengumpat... 'what the f... k'... iya kaaannn....

HC kelihatan gelagapan. saya sih maklum. memang dia kelihatan nervous berhadapan dengan saya. mungkin belum pernah menghadapi pewawancara sehebat saya ini. secara historis, beliau memang baru diwawancarai para 'presenter' kelas bawah. sebut saja oprah. dan terakhir kemaren luna maya dan ... siapa itu, yang ke cowo-cowo an ? oh ya, olga.. tentang olga ini... saya rasa dia lebih cocok jadi laki-laki dibanding perempuan lo. tapi kok dia ga milih jadi laki-laki ya... kalo sekedar ngadapin pewawancara sekelas yang tadi sih, sudah pasti Hillary merasa pede. percaya dere.... kalo percaya diri, harusnya disingkat pedi... ya kan.. kenapa engga pedi ? karena pedi itu mahal. apalagi dilanjut pake refleksi kaki, manicure dan facial.

HC : 'well... secara jujur, saya sebenarnya kurang suka dengan kota anda ini'
(SY) : 'oke.. sebutkan salah satu yang anda sangat tidak suka'.
HC : 'kota anda ini panas. tanamannya engga hijau. lalu lintasnya semrawut'.
....... terus terang aja, saya menyesal dengan pertanyaan saya sendiri. saya cuman tanya salah satu, dia kasih jawaban lebih.
(SY) : 'ya wajarlah Hillary. disini kan tropis. anda tau bahwa kota kami ini adalah kota terhebat di dunia ?'.
HC : 'setau saya kota terhebat itu New York. apa ada sesuatu yang bikin NY lebih kurang hebat dibanding kota ini ?'
(SY) : 'ya iyalah.. NY itu maju karena mereka punya Giulliani. ada walikotanya'
Hillary ketawa ngakak.... saya biarin aja. belum tau dia dengan pernyataan saya selanjutnya.
(SY) : 'I don't think there's a humour on my statement Hillary'.
HC : 'of course... you're more entertaint than tukul. kamu lucu sih, iiiihhhh...' dia mau cubit pipi saya.
(SY) : 'gini lo bu Hillary. New York itu punya walikota. seluruh kota di dunia punya walikota. tapi kota kami ini, sama sekali engga punya walikota'
Hillary jelas kaget. dan makin ngakak. dikiranya saya lagi becanda. lantas saya terusin obrolan kami,
(SY) : 'anda lihat saja. ciri-ciri sebuah kota dipimpin seorang walikota adalah, kotanya rapi tertata'. coba lihat kota kami ini. semua orang seenaknya tuh bangun bangunan kotak-kotak engga jelas. sampah dibiarin saja didaur ulang oleh alam. ya seperti itulah. dibiarin numpuk, membusuk, nanti kan dimakan sama ulat. habis lah. lebih aneh lagi, trotoar dibangun dimana-mana, tapi engga boleh digunakan untuk jalan kaki. ya gimana mau dilalui jalan kaki, orang setiap trotoar ditanamin tiang papan reklame segede seratus kaki gajah yang diikat sekaligus.
Hillary terlihat termangu-mangu. saya ya makin semangat meneruskan obrolan. coba anda perhatikan. dimana etika bisnis ? masak iya, ada papan reklame raksasa dibangun untuk menutupi iklan raksasa lainnya. apa engga mereka pertimbangkan biaya yang super besar yang dikeluarkan pembuat iklan pertama ?
HC : 'well... I don't know what to say'.
(SY) : 'no need, just listen. coba perhatikan lagi bu. kota ini hidup secara otomatis. betul-betul otomatis. engga ada aturan yang dikeluarkan, dan tidak ada orang yang mesti mematuhi peraturan yang tidak pernah dikeluarkan sama sekali.
......... kami berdua merenungi apa yang kami obrolin. dulu, kota ini punya walikota. walikota yang luarbiasa, yang terhebat yang pernah dipunyai daerah ini. namanya Abdillah. dia seperti raja midas. setiap rencana hebat yang disampaikannya di koran apapun, selalu saja menjadi terwujud. orang hebat ini, entah karena kasus apa, sekarang harus berada di jakarta. menurut saya, seorang walikota seperti dia, sudah terlalu lama meninggalkan kota yang harus dikelola tangannya. pernah sih kawan saya bilang 'gila lue, walikota medan bukan Abdillah'. saya ngotot.... saya ngotot seperti teman jawa timur saya, 'walikota medan adalah Abdillah. yang sekarang ini adalah penggantinya !'.
kalau kota ini punya walikota, seharusnya beliau melihat bahwa kota 'milik'nya ini makin lama makin buruk. dimana selera mereka yang membiarkan kota ini dijamuri bangunan kotak-kotak. mereka bilang itu ruko. kepanjangannya kan rumah kotak. masak iya, mereka kasih ijin batas halaman rumah kotak dan pinggir jalan protokol cuman berjarak lima centimeter ? kacau betul.
saya melihat lagi mimik wajah Hillary. dia nanya 'so, what should I do ?'.
saya bilang aja 'please... jadi walikota Medan donk.. mau yaa...'....
tiba-tiba beliau teriak histeris.... 'mamaaaaaaa......'... kayanya dia ga kuat mengelola kota ini. diam diam saya ke kasir... 'bang, kopi dua lupis empat... berapa ?'.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

kok bawa2 "what the f***k" sih pak?
hillary-nya jd cengeng ya krn di wawancara. suka banget bikin depresi orang.

Unknown mengatakan...

::lha kan biasanya kalo wali murid engga harus ikut di klas...memang walikota perlu...??? :)

nabasa.abel mengatakan...

hehehehe...