Rabu, 18 Maret 2009

**++** COBALAH DULU......

sebenarnya apa yang tak bisa kita lakukan kalau kita berani mencoba sesuatu ? orang bilang bruce lee adalah jagoan kungfu sedunia ? siapa bilang ? cerita itu kan kita nikmati karena tidak ada satu pun orang lain yang berani mencoba mengadu kemampuan. tidak usah jauh-jauh mencari figur, kita punya Aa Boxer. okelah jaman mereka tidak sama. coba kita cari ulang, pengganti Lee adalah jackie chan atau jet li. kalau diadu, siapa yg kita pegang ? belum tentu kedua orang asia timur itu yg menang. bisa aja Aa boxer menjadi kampiun. yang penting coba dulu bertarung. coba dulu kalau delon tidak berani uji nyali di indonesian idol, mungkin saja, dia tidak sekaya sekarang ini. okelah bisa saja dia tetap kaya raya, tapi tidak secepat sekarang. saya masih ingat betul Ebiet G.. Ade, dalam pengakuannya tahun 80-an silam, bisa berhasil karena dia mengikuti dorongan kawan-kawannya untuk mencoba 'menjual' seluruh puisi dalam lagu. dan kita tau sekarang, tidak ada yang bisa menyamai ebiet sampai sekarang. rowan atkinson pun, akhirnya bisa menjadi mendunia dengan mr. bean, juga karena mau mendengarkan kawan-kawannya untuk mencoba 'pantomim' dengan gaya tololnya. engga susah kok, cuman harus dicoba aja.

-_____mungkin anda sedang mulai merasa bosan dengan bekerja di perusahaan sekarang. ada beberapa tawaran dari kawan-kawan lama. biasanya orang lain yang lebih tau kemampuan kita dibanding kita sendiri. kalau memang di perusahaan sekarang tidak ada lagi 'janji' apapun tentang masa depan, konfirmasi lagi tawaran kawan lama tadi. toh janji kawan tadi, yang kita dapatkan sudah pasti minimal sama dari yang ada sekarang. mengenai yang lain-lain berkaitan dengan suasana kerja, realisasi peningkatan karier atau apapun yang berkaitan dengan apa yang kita harapkan, akan kita lihat setelah nanti berada di sana. engga usah berpikir terlalu lama. coba sajalah dulu....

-_____ berapa banyak duit sudah anda keluarkan demi membiayai anak-anak ikutan les drum ? harusnya kan sewaktu mau daftar kita sudah tau 'resiko' yang bakal terjadi : anak-anak jadi anak band. lah setelah mereka jagoan mukul drum, kenapa malah dilarang ikutan di jalur musik ? anda sudah tetapkan dia bakal mengelola puluhan tokok yg sudah anda bangun ? bisa aja dia ga ngerti masalah toko lo. kenapa harus dipaksakan ? bisa saja kita kuatir kalau anak dilepas jadi anak band, dia ga bakal bisa hidup. mau dapat berapa juta per bulan sih dari bermusik. tapi tunggu dulu. kali aja nasibnya justru baik di bidang itu. rasa kuatir sangat wajar dimiliki kita orang tua. tapi masalah masa depan ga ada yang tau. seberapa gagal atau berhasil nanti mereka, saran saya... biarkan anak-anak jadi anak band. cobalah dulu.... kita tunggu ada Philip Collins yang baru.

.........____ setiap tamu yang anda suguhin cup cake buatan sendiri memuji-muji dengan kagum : 'gila mba, enak bangeeeett.. ajarin bikinnya donk'. rasa minder yang anda rawat dengan telaten mematikan semua ide. jangankan ngajar orang bikin kue, niat dagang pun lenyap. suka rela ngantri di J-co atau bread talk kan ? coba buka dikit aja celah dalam pikiran. kalo kekaguman kawan-kawan tadi kita wujudkan dalam langkah sederhana : 'nawarin cup cake di antara teman'. mungkin enam bulan dari sekarang.. pemilik J-Co sudah antri di barisan paling depan di warung milik anda sendiri. soal nama kan sudah hak anda menentukan. ... belum selesai lo ! selain punya cafe jualan cup cake yang terkenal, anda juga jadi mahaguru di sekolah 'C-Cake School'... apa mungkin ? belum tentu ! tapi.. coba sajalah dulu....

2 komentar:

Unknown mengatakan...

::yupe.., sepertinya hidup adalah trial and error..., ketemu benar karena ada salah...ketemu salah karena ada benar, dan itulah yang membangun menuju sempurna...coba aja dulu...tapi ..mahal tulaang...coba aja dulu...ach kalu cuma bilang coba aja akupun bisa tulang..malkukannya ini lho...payah..tulaang..., bah kau ini sudah dibilang coba...asyik menjawab saja kau..akh sudahlah tak maupun kau tak apa-apa...ku kantongi lagi duitku...suka-suka kaulah...lho..maksud tulang..tulang yang membiayai...??
tadi iya...karena asik menjawab saja kau, jadi tak yakin aku kalau kau bisa.. :)

Anonim mengatakan...

betul bang,
satu kesempatan hilang karena penolakan yg tidak perlu.
bisa juga hilang karena sama sekali tidak ada niat optimis.
padahal jawabannya sederhana, mau mencoba apa tidak....