sepulang dari perjalanan sabtu lalu maret 09, untuk yang ke sekian kalinya ke kota merlion, saya ambruk di rumah. badan menggigil seperti orang sakit malaria (walaupun sebenarnya saya sama sekali engga bisa membayangkan seperti apa sakit malaria itu). seluruh tulang terutama di tulang belakang rasanya seperti diiris pisau silet; dari atas ke bawah. tulang-tulang ekor juga, adduuuhh... ngilu nya luar biasa. dengan pengalaman pengguna gelang magnet (iyalah, toh nyawa saya pernah diselamatkan benda ini), saya coba bertahan sebisanya. setiap jam saya lalui bertahan dengan cara berpikir jernih. berusaha menikmati rasa sakit seperti orang yang mencoba menurunkan dada yang menggemuruh sehabis mengelilingi lapangan bola puluhan kali. saya pertahankan supaya mental tidak ikut-ikutan anjlok, tapi ternyata nasib berkata lain. tekanan oksigen di kepala semakin melemah. darah saya tidak sanggup lagi memproduksi oksigen yang tentu saja melemahkan kemampuan reproduksi sel darah merah. kekuatan saya semakin melemah. bahkan untuk berdiri saja saya harus berpegangan pada benda apa pun yang ada di dekat saya. kepala saya berdenyut dengan hebat, perut, terutama di usus dua belas jari rasanya sedang dijalin penenun ahli. diikat, dipilin, disentakkan berkali-kali. tulang belakang tiba tiba kehilangan power, saya ambruk. istri tiba-tiba panik karena suhu badan saya meninggi. saya sih tidak merasakan demam, yang saya rasakan kerongkongan saya mengering dan setiap udara yang keluar dari tenggorokan terasa sangat panas.
saya menyerah dengan panggilan alam. istri memapah, menyetir mobil, dan menyeret saya menghadap dokter. jawaban dokter ?? ya seperti biasa 'radang tenggorokan'. saya geli dalam hati (oala dok, apa engga ada catatan lain di buku pintar mu selain 'radang tenggorokan', masuk angin, kurang olahraga ? atau yang lebih parah.... kebanyakan merokok... hahahahaha...). anyway, apapun diagnosa dokter yang super kaya itu, saya sudah menyerah. menikmati setiap butir obat yang selama ini saya pantangkan (tahun 2005 saya hampir dibalon (jantung dikasih ring itu lo), usus halus dipotong di tiga tempat, ada sedikit aksi pada liver, karena kata dokter hanya itu cara menyelamatkan nyawa saya. waktu itu saya betul-betul drop. ceritanya panjang untuk menuliskan apa yang saya rasakan. yang jelas selama sebelas jam non-stop saya berteriak kesakitan di rumah sakit. untuk bertahan dari rasa sakit saya sampai memohon-mohon untuk disuntik morphine. hehe, saya sudah merasakan nikmatnya morfin hanya untuk menghilangkan rasa sakit. mereka bilang saya kehilangan kesadaran selama 12 jam setelah disuntik barang luar biasa itu. dan, setelah pengaruh morfin hilang, saya kembali berteriak kesakitan. sekali ini jauh lebih keras. ..........__ singkat cerita, saya tolak permintaan suster kepala untuk bersedia menandatangani surat pernyataan operasi ! saya bilang ke dokter : 'dokter, kalau saya harus mati. biar saya mati dengan kondisi tubuh seperti ini. jangan masukkan barang sedikitpun, dan jangan kurangi tubuh saya sedikitpun. saya mau pulang menghadap Tuhan dengan tubuh lengkap, seperti yang Dia berikan di awal. dokter dan suster ternganga.... mana saya tau mereka kagum atau kecewa karena engga jadi dapat bonus dari penggunaan kamar operasi... hehehe kidding dokter. setelah kejadian itu, saya ketemu seseorang yang menjadi sahabat saya, josafat wiranto, yang tanpa sengaja mengenalkan gelang magnet. saya pakai, dan dibantu oleh sedikit usaha diet.... puji Tuhan, semua keluhan saya hilang....___ kembali ke cerita sekarang, ini adalah kunjungan saya ke dokter dalam kondisi sakit sejak tahun 2005 tadi. ternyata alat apapun juga harus dibantu disiplin kita juga ya.
sekarang saya harus beristirahat di rumah karena keok dengan penyakit. besok siang, kalau kondisi saya tidak membaik, saya pikir saya harus opname untuk mendapatkan penanganan yang serius dan intensif. ----- saya sekarang sedang berusaha menghibur diri dengan mengingat perjalanan ke kota merlion tadi. seperti biasa, walaupun ini adalah perjalanan yang kesekian, tetap saja harus bawa oleh-oleh buat orang-orang yang saya cintai di rumah. saya, dengan guidance teman (yang juga bos saya) yang sangat kenal dengan singapura, mulai searching barang. saya sih kurang tau tempat mana saja yang murah. tempat yang biasa dikunjungi tentunya tempat yang seluruh dunia sudah kenal... coba sebutkan... yes, takashiyama, hehehe anda sering ke sana juga ya. sewaktu beberapa barang sudah saya kumpulkan dan tinggal menuju kasir, kawan dan bos tadi memeriksa seluruh belanjaan : 'yang ini, ini... dan yang ini jangan beli disini.' kita ke bugis besok'.... oke boss kata saya. setelah dibugis, saya mau ambil beberapa barang lain. disela lagi 'yang ini, ini, dan ini.. jangan ambil sini, nanti kita ke china town. setiba di china town, saya kumpulkan lagi beberapa barang. kejadian nya sama.... harus beli beberapa barang di tempat lain. sekali ini, toko yang ditunjuk adalah mustafa. hehehe..... sewaktu mau beli tas buat istri pun, tadinya mau ambil di terminal 2, tempat kami terbang menuju jakarta, dia seret saya... kita ke terminal 1, di sana jauh lebih murah, dan mereknya juga bagus.... saya lama-lama kagum, bos saya.
.. si tuan pembanding ini betul-betul paham seluruh seluk beluk singapore. yang saya beli betul-betul kualitas sangat baik dan harga paling murah. cuman satu saran yang saya patuhi dari tuan pembanding ini yang menyebabkan sakit saya sekarang : eat the crab. kami makan kepiting yang seekornya di atas satu kilo ! rasanya luar biasa enak, dan akibatnya luar biasa menderita. ...... coba bayangkan gedenya kepiting dalam pic di sebelah. segede itulah harus saya habiskan sendirian. rrrrr
tapi saya pikir-pikir lagi, saya yakin penyebab sakit ini bukan sekedar that crab, walaupun saya sadar justru apa yang dikandung kepiting itu yang pernah bikin saya hampir 'lewat', tapi karena penerbangan yang re-route. semula sin-mes menjadi sin-jkt, jkt-mes. rute biasa saya cuman butuh waktu satu jam berapa belas menit. jadi engga ada persiapan jaket apapun. habislah saya dihajar sama suhu yang kurang bisa saya tahankan. anyway, coba kita lihat sisi positifnya. saya punya waktu penuh bersama anak saya yang paling kecil, sepanjang hari selama 2 hari. di rumah.... what a crab...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar