Kamis, 26 Maret 2009

**+** HOME MADE

kemaren saya makan siang di cafe milik kawan. aku sih nganggap dia kawan, entahlah aku dianggap kawan apa bukan... hehe, hidup sekarang hitam putih. kita kira hitam, orang pikir putih. kita pikir putih, orang kira hijau. makin ngawur. nama cafe ini pendek sekali : homemade. ngucapinnya enak. dengerinnya jauh lebih enak. dan artinya juga dalam sekali. waktu baca tulisan ini di billboard depannya, saya menangkap kesan yang begitu bagus. homemade buat saya sama dengan home made : segala sesuatu yang dihasilkan dari rumah keluarga ! coba bayangkan segala sesuatu yang dihasilkan dari rumah keluarga. ketenangan, kelucuan, kesenangan, kehangatan, dan jangan lupa kegemasan. anak-anak akan keluar gambar hidupnya dari apa yang mereka perlakukan di luaran. dari segala sesuatu atas respon yang orang lain rasakan yang keluar dari mereka. dan sah-sah saja orang akan berani menebak dengan benar seperti apa kondisi rumah keluarga orang lain, hanya dari apa yang kita rasakan dari sikap orang lain. orang yang ngomongnya selalu kasar, sudah pasti akan 'dituduh' berasal dari rumah keluarga yang penghuninya orang-orang yang kasar. orang yang selalu manis di tengah kelompok sosial sudah pasti akan dicemburui banyak orang : 'aduh, pasti deh di rumahnya suasananya luar biasa nyaman'. saya yakin juga, orang sehebat apapun engga bakal bisa memanipulasi sikap untuk menyamarkan kondisi sebenarnya di rumah keluarga. home made, is what you shows people !
..___ banyak sekali orang mati-matian mengeluarkan segala cara, segala dana untuk mencari cara-cara yang baik untuk mereka gunakan untuk kepentingan apapun. beli buku mahal. nonton film yang ngabisin waktu sampai 2 jam. beli tiket untuk duduk diam, kaget, terharu bahkan nangis di depan sosok yang sangat jago mempermainkan perasaan orang. sering terjadi keanehan. yang bayar mahal-mahal itu kita, tapi yang mati-matian minta tandatangan dan foto bersama dengan orang yang justru kita bayar itu ; kita sendiri ! udah tekor bangga pulak. saya mau kasih tau rahasia. jarang sekali ada orang yang berubah menjadi baik setelah mengikuti seminar apapun, oleh presenter mana pun ! mungkin saja anda merasa dicerahkan. kaget karena sadar 'ya ampun, saya engga pernah berpikir ke arah sana !'. terpukul karena merasa betapa bodohnya anda selama ini. dan ujung-ujungnya mengacungkan jempol ke orang yang anda bayar : 'orang ini luar biasa. dia bisa merubah saya menjadi orang baik'. betul apa betul. gini ya. setiap perasaan yang anda rasakan pada saat itu, adalah kondisi semu. anda merasa mampu menjadi baik bukan karena ada pencerahan. tetapi karena anda masih dalam pengaruh hipnotis suasana seminar. musiknya. gradasi warna lampu. gambar-gambar presentasi, dan ... mimik dan body language presenter. anda sedang terpana. saking terpananya, anda engga sadar sedang memasuki dunia yang bukan milik anda. seminggu setelah seminar itu berlalu ? anda kembali ke dunia milik sendiri. hehehe.. trus, kemana manfaat duit yang sudah anda hamburkan yang tidak sedikit itu ? useless !
ada contoh gini. beberapa perusahaan besar, yang dipimpin oleh bos yang sangat mudah dipengaruhi oleh kekuatan marketing, akan menghabiskan jutaan anggaran perusahaan dengan memaksa pegawainya rame-rame masuk kelas seminar. bos bilang 'ini sangat bagus. ini akan merubah sikap para pegawai, dan akan merubah tampilan perusahaan ! bah. yang merasa seminar itu bagus, sebenarnya cuman beliau. coba tanyakan pegawai yang harus duduk manis di kelas mahal tadi : 'gile, seminar apaan ini ?'. tapi waktu diminta laporan pasca seminar ? apa berani dia bilang engga bermanfaat ? mana berani. kemudian lagi. perusahaan yang tergila-gila dengan budaya baru orang lain. memaksa untuk menambah ritual baru. artefak baru. dan yel-yel baru yang mereka maksudkan mampu merubah performansi perusahaan. ritualnya baru, yang lainnya baru. tapi cara mengerjakan sesuatu ? sama aja bang. bawa budaya sendiri juga. .... banyak rapat yang selalu, entah kenapa, didahului oleh berdoa bersama. saya bingung aja. rapat formal kenapa harus pake berdoa bersama ? berdoa itu bagus. tapi ada engga sih yang sadar, dalam rapat itu, jamak sekali terjadi kita membahas sesuatu yang justru seharusnya tidak kita lakukan, karena tadi udah dimulai dengan berdoa tadi ? bayangkan saja, dimulai dengan berdoa. tetapi yang dirapatkan adalah strategi marketing untuk 'membunuh' produk pesaing. selama rapat, diskusinya penuh kebencian lagi. hati ini sudah hancur melihat kondisi yang ada. eeee.. pas penutupan rapat, masih juga diakhiri dengan berdoa bersama ! ampun lah wak.
..___ save your money. masih banyak kebutuhan lain yang harus dibeli dengan uang itu. kalau mau berusaha menjadi baik. melakukan hal-hal dengan cara yang lebih baik, kembali dulu ke rumah. perbaiki segala sesuatunya di rumah. percaya ke saya deh. kalau kondisi rumah mu tidak pernah diperbaiki, kondisi pikiran dan kejiwaan pun engga bakal pernah menjadi baik. dosen kita dulu kan pernah bilang :'perilaku orang dipengaruhi oleh latar belakang hidup'. ya udah, pegang aja itu. tindakan kita, pola pikir kita, demikian juga orang lain, sudah pasti terbawa dari latar belakang masing-masing. salah satu latar belakang itu, yang menurut saya sangat banyak berpengaruh, adalah rumah keluarga kita. orang yang senang kasar terhadap anak-anaknya, jangan pernah berharap akan mampu memberikan kesan baik di depa orang lain. orang yang tidak pernah menaruh respek kepada pasangannya selama di rumah, akan kelihatan dari sikapnya selama di kantor. orang yang asal lempar saja sepatu di rumah, tanpa sadar akan kelihatan joroknya di depan umum. percayalah. segala sesuatu yang dibuat di rumah. semua yang home made, pengaruhnya sangat besar dalam kemampuan dan penampilan kita. engga usah dulu buru-buru mencari sesuatu di luaran. kembali dulu ke rumah. make everything you have, by home made, semakin membaik lebih dulu. maka kita akan semakin baik.

Tidak ada komentar: