Kamis, 28 Mei 2009

** CONGRATS BARCA.... VIVA MANCHESTER UNITED

untunglah langsung disergap ngantuk berat mata ku sepulang dari gym.. persiapan untuk begadang sudah dilakukan dengan sangat sempurna... maksud hati, pas event Roma Finale, awak pun ikutan begadang di rumah... rencananya menyaksikan penyerahan piala ke tangan oppung Fergie...apa dikata.. sepulang dari gym, bukannya tidur tiduran ayam awak.. langsung kebablasan tiduran ayam bakar.. tak bangun lagi ! kalau lah aku tak mengikuti perintah mata untuk tidur.. tak terbayanglah sakitnya jiwa... udah lah begadang... masuk angin.. kalah pulak itu !!paginya dapat berita... Barcelona FC juara champions 2009 !... setelah dapat kabar ini, awak berusaha bilang gini : 'ah.. itu kan di RCTI... siapa tau di ESPN MU yang juara'... pas buka detik.com.. tetap ! barca masih juga dibilang juaranya... buka situs lain... sama ! lama-lama ku pikir sudah terjadi persekongkolan yang jahat ini bah.. masak semua media massa sepakat bikin berita MU kalah !......... berat kali memang membesarkan hati untuk sekedar mau menerima kondisi real yang membikin kita betul-betul sesak napas. dalam pikiran berkecamuklah adegan macam gini... harusnya jalannya bukan macam yang ada sekarang...well... seluruh pasukan MU rapi berbaris di belakang oppung Fergie... tak ada sumpah serapah yang diselipkan di batas bibir. dari air muka mereka, saya melihat dan merasakan kejujuran yang luar biasa : menerima kalah ! menerima kalah ini lah susahnya bukan main. ada warung lontong berjejer dua. yang satu dikunjungi banyak pembeli. rame sekali. yang satunya ? paling sebiji dua biji ! yang terjadi seperti apa coba ? yang didatangi segelintir biji orang ini, bukannya memuji warung yang rame... malah mencaci dalam hati :'alaaa paling paling pake santet dia jualan !'.. hehehe.. bukannya berusaha mencicipi rasa lontong pesaing.. atau berusaha mencari tau kenapa pembeli suka ke sana, yang dilakukan malah menjelekkan orang lain, dan merusak pikiran sendiri..menerima kalah ini bisa juga menghilangkan harga diri.. let say, ada pemilihan kepala kampung. cara memilihnya sederhana. kepada para peminat calon kepala kampung dipersyaratkan hal-hal sederhana : berapa besar uang yang dimiliki.. ceritakan asal uang tadi.. apa saja cara yang dilakukan.. dan bagaimana cara mereka mempengaruhi orang lain... semua syaratnya persis sama ! engga dibeda-bedain antar calon. sesudah itu.. seluruh calon dibiarkan melakukan apapun yang sesuai aturan dan norma, untuk merayu.. 'menghipnotis' atau membujuk dengan cara yang diatur... jadi, kalau ada yg memilih bertamu ke rumah orang-orang, boleh saja... mau ngumpulin orang dua kampung di tanah lapang, habis itu dijejali janji-janji, boleh saja... pokoknya, semuanya dikasih batas dan ruang yang sama.. terserah siapa yang mau memanfaatkan batas itu. sudah pasti ada yang memanfaatkan semuanya, ada juga yang cuman pake beberapa... pikir mereka 'toh fasilitas tidak harus semuanya digunakan ?'...berarti kan.. mereka sudah memutuskan sendiri apa yang bakal dilakukan. bukan karena dipaksa, dihalang-halangi ataupun diatur-atur dengan paksa..nah.. pas hari penghitungan kertas-kertas pemilih.. sudah pasti yang menang cuman satu kan.. nah, pertanyaan penting... apa reaksi calon yang tak terpilih. apakah mereka seperti Rooney atau Ronaldo.. atau Ferguson yang hanya kesal pada diri sendiri, dan hanya sejenak ? atau kaya John Terry.. atau siberingas Drogba ?? mereka tidak menyalahkan usaha mereka yang kurang.. tapi menyalahkan orang lain ! persislah macam tukang lontong di atas...Congrats Barca.. but, Viva Manchester United.. seandainya seluruh politikus meniru cara indah menerima kekalahan yang dipergakan Manchester United, maka yang kalah dalam pemilihan tentunya akan mendukung sang pemenang.. dan tidak perlu merusak harga diri sendiri...

1 komentar:

Anonim mengatakan...

M.U.S.M...