...'aaahhhh.. sampai juga ke kota kenangan manis ini. tempat dimana 5 tahun dari usia dihabiskan ; Padang kota tercinta. bandaranya lumayan modern. jauh berbeda dari bandara yang dulu ada di Tabing. Bandara yang susah kita bedakan dengan terminal Amplas di Medan. Jangan bandingkan dengan terminal bungur di surabaya. bandara Tabing jauh lebih kecil. bandara internasional ini keliatan bagus sekali dari udara. Letaknya persis di pantai. pas mendarat pelan-pelan.. serasa menuju changi. tapi kalau kita bandingkan 'rute pendaratannya', menuju bandara ini persis menuju KLIA. kuala lumpur international airport. sama persis. kalau anda tidak percaya, coba aja besok. anda terbang ke Padang jam 1 siang. setelah itu, supaya ingatan tidak hangus, cepat cepat berangkat lagi ke kuala lumpur. saya jamin rute pendaratannya sama persis. taruhan kita ? eh.. janganlah... ga bole taruhan. ga baek. apalagi kalo kalah terus terusan.
Terakhir kali ke kota ini adalah tahun 2003. sudah lama sekali. Aku harus melakukan perjalanan ke sini atas kebaikan hati pak bos. Ngasih tugas tambahan sambil cuci mata. walaupun sampai acara habis, mata ga sempat dicuci. dipercik pun tidak. cemana mau cuci mata. waktu cuman dua hari ga bole lebih. acara selalu berakhir malam hari. masuk ke kamar hotel saja sudah jam 9 malam. jam segitu di padang mau liat apa ? mau liat truk pengumpul sampah ? Sebelum tanggal keberangkatan, di kepala sudah tersusun rencana 'hunting', rapi dan terinci. Tersebutlah di dalam nya ; GKM (gule kambing bang Muslim), gule Pauh di Piaman, gule ikan di Bungus, sate mak Sukur, makan malam di rumah makan Kartini di pasar raya, dan paginya, sarapan di jalan pondok. Ada tekad membara : 'perjalanan sekali ini harus sukses'. Ternyata, engga semua rencana bisa kita kendalikan realisasinya, hasilnya ? niat cuman jadi sekedar niat. Kecuali realisasi : sarapan pagi di jalan pondok, semua rencana indah hancur berantakan. ya gara gara jadwal padat tadilah. karena tak jadi, saya cuman berusaha keras membayangkan didihan minyak sisa pembakaran sate di mak Sukur, atau cidukan kuah gule kambing dengan warna yang menggiurkan di ringroad. Udah, bisanya cuman segitu.
Selepas gerbang bandara internasional ini, aku kehilangan suasana 'kota yang dulu'. kota tercinta ini terasa dipaksakan modern. dari meninggalkan kota area pariaman, daerah tabing, sampai memasuki gerbang inti kota. semua keindahan padang masa lalu lenyap entah kemana. Simpang menuju jalan pondok di depan kantor polisi militer, dipaksakan sekali dibangun hotel. bagaimana mungkin di area sempit dan menakjubkan ini dijejali bangunan hotel. tempat parkirnya saja pun engga ada. engga terbayang ruwetnya kondisi jalan melewati hotel ini menuju ke arah pantai padang. sepanjang jalan hayam wuruk ada perubahan besar. seluruh bangunan yang kalau kita menuju muara dari arah jalan pondok, bangunan lama diganti ruko. untung saja tampilan ruko ini manis. tidak seperti di medan : mirip kandang merpati yang ukurannya terlalu besar. malam pertama aku nginap dengan terpaksa di hotel rocky. di jalan parmindo. sama saja. hotel ini terlalu berada di pinggir jalan. mending aja dia tutup badan jalan supaya marwah pusat bisnis kota pada masa lalu mereka lenyapkan sekalian. sampai sekarang susah percaya kenapa pemerintah kota Padang kasih ijin bangun hotel di area sempit seperti ini. kenapa mereka tidak ambil di seputaran dari alang lawas sana. apa itu namanya ya. aku lupa. yang jelas jalan panjang yg dulu biasa dijadikan pusat jajan duren. biasanya kita makan pake ketan. oi mak rasonyo, mintuo pun indak tacaliak (mertua tak tertengok awak). ya tak tertengok lah, kita di padang, mertua di batusangkar. ngapain mertua jalan kaki malam-malam di padang tapi ga ngasih tau menantu ? ada ada aja mertua itu ya. di jalan sudirman lebih aneh lagi. masak operator besar negeri ini memaksakan diri beroperasi di gedung kecil. ukuran gedung ini sungguh mengecilkan ukuran perusahaan mereka. kenapa engga mereka bangun saja di daerah rasuna said sana. bangunlah lebih mentereng. bantu keindahan kota ini. kenapa semuanya berebut di tengah kota ya. apa mereka takut buka kantor agak ke pinggir pinggir ? kehilangan terbesar saya atas kota ini adalah : sejarah sebagai 'juara bersih sedunia'. kota ini kehilangan kebersihannya. susah menceritakan tapi yang saya rasakan itu. kota ini tidak istimewa lagi. sayang sekali ya.
Dulu, kalau saya mau pulang ke medan. biasanya selalu bawa buah tangan makanan ciri khas kota. Sanjai. tahun 1989 dulu, tukang sanjai jualannya cuman sanjai itu saja. okelah, ada beberapa fitur dagangan lain tapi biasanya engga jauh dari bahan ubi. dan biasanya saya beli di rohana kudus atau di jalan pondok. sekali ini. saya harus ikut rencana tuan rumah. mereka bawa ke daerah muara, tepatnya di jalan Nipah. daerah yang saya sebut ini berada di muara, tempat pertemuan sungai dan pantai padang. dulu, pantai ini menjadi tempat paling favorit buat saya. saya masih bisa membayangkan;duduk di meja yg disediakan di bibir pantai, pesan udang goreng yang ditusuk seperti sate, plus kepiting muda digoreng kering, plus minuman bersoda. oala, ga ada kenikmatan yang bisa didapatkan di kota lain. duduk santai, mengunyah makanan sambil mata dihajar habis habisan dengan pemandangan kaki langit di bibir lautan hindia ! tunggu saja sampai sore, matahari terbenam. dengan pandangan dramatis : perahu layar yang sobek sedikit, melintas diantara biji mata anda dan sinar merah matahari yang mau ditelan laut. perahu ini datang entah dari mana, pulang ditelan mulut sungai di muara meninggalkan garis lekuk sebagai bayangannya. dulu, di tahun 1989 sampai 1994. biasanya pada jam bapak nelayan melintasi kaki langit tadi, saya bergerak pulang. nanti, setelah jam 7 malam, ada kegiatan yang merangsang : menunggu teriakan halus : kacang aboooouuuiiiih... talua asin, talua katoooonggg...' ondeh... kacang rebusnya padat, asinnya pas.. telur asinnya luar biasa. soal telur penyu. yang terakhir ini pernah saya coba makan. kulitnya dicubit, robek sedikit, angkat ke atas mulut yang ternganga, tumpahkan... biasanya orang langsung telan itu telur sampai tuntas. tiba di giliran saya, ritual pertama dan berikut sukses dilakukan. tetapi, begitu aroma telur menusuk hidung, telur yang sudah terlanjur nangkring di pangkal lidah, langsung keluar lagi dimuntahkan. ada dua makanan yang saya tidak bisa nikmati di kota ini : teh telur dan telur penyu !
Christine Hakim
Sekarang kita ada di bawah jembatan layang. yang memungkinkan kita bersama mobil menyeberangi muara menuju bukit siti nurbaya. di sini, seluruh dunia tau, ada toko yang mengkhususkan diri untuk menyediakan makanan khas sumatera barat. sambil menunggu pesanan dibereskan dalam kemasan yang keren, saya menyempatkan ngobrol sebentar dengan perem
puan cantik yang sibuk kerja di balik mesin 'cash register'. mungkin usianya di atas saya sedikit. tapi saya kagum. tampilan ibu ini, persis seperti bintang sinetron indonesia yang kemampuannya pas pasan itu. (yang pas-pasan bintang sinetron nya lo. entar salah persepsi lagi). setelah bisik bisik sana sini, akhirnya ketauan. ternyata beliau adalah pemilik bisnis hebat ini. toko Christine Hakim (mereka kasih judul tokonya mirip nama pemilik) luar biasa besar. Jujur saja, saya ini suka tergila-gila dengan kisah nyata orang orang sukses. karna kegilaan itu, saya ngotot memaksa ibu hebat ini untuk ngobrol. baru berapa menit ngobrol, udah ada banyak orang ngantri untuk bayar. bu Christine lumayan repot, antara cepat layani pembayaran dengan layani 'wawancara' saya. kalau anda punya kesempatan baik, saran saya ngobrol lah dengan ibu ini. anda pasti dapatkan aura positif. yang pasti bagus untuk pikiran dan fisik kita. segala yang diomongkan betul-betul sejuta kesederhanaan. sama sekali tidak ada omongan besar tentang cerita sukses. padahal saya tau, sedikit perempuan mampu berada di titik sukses yang sedang ditempati beliau. selain dapat hadiah kebaikan hati untuk menghabiskan waktu hampir setengah jam ngobrol, kami dihadiahi tambahan suguhan makanan dagangan mereka. termasuk satu jenis makanan yang belu
m dilaunching pada waktu itu. waktu meninggalkan pintu toko mereka, saya sukses dibebani sekantong besar oleh-oleh dengan harga : gratis ! pusinglah mikirin darimana mereka menggali ide. mengumpulkan semangat kerja. menimbun kekokohan hati untuk tidak menyerah. yang jelas, di samping toko besar ini. mereka sudah buka lagi toko yang lebih kecil tapi dengan teknologi lebih modern. setelah melihat ini, saya senyum saja dalam hati : pantesan yang kaya tambah kaya.
Tidak berhenti di situ, mereka sudah janji pasti segera buka restoran. saya beruntung dapat undangan khusus waktu launchingnya. cuman ibu ini lupa bahwa dari medan ke padang tidak bisa pake sendal. mesti pake sepatu. sepatu itu dipake untuk naik ke pesawat terbang. lah, emang kita bisa masuk pesawat tanpa tiket. tiket pesawat kan mesti dibeli. lantas uangnya darimana ?
Kerja keras, Kejujuran, Berhemat (Christine Hakim way)
aku engga ngerti apakah ibu ini pernah ikut seminar motivasi. beli buku mahal untuk dibaca. rasanya sepanjang kami ngobrol tidak sepatah kata pun yang dikeluarkan yang menyinggung mengenai 'ajaran-ajaran' yang sekarang banyak sekali dijual di toko buku. engga cuman di toko buku. di televisi juga makin parah. masak iya kesuksesan bisa diperoleh hanya dengan kirim sms. ga usah berusaha aja. cukup k
irim sms, apa bisa kaya ? buat para perempuan, lakukanlah hal sederhana. bicaralah pada perempuan lain yang anda saksikan sukses. engga perlu malu untuk tanya-tanya untuk belajar. sebelum mereka besar, mereka kecil dulu. sebelum uang dalam tabungan mereka sebanyak sekarang, mereka hampir tidak punya uang lebih dulu. sebelum mereka sekaya sekarang ini, mereka terlebih dulu agak miskin. sebelum mereka mengetahui banyak hal untuk menambah keberhasilan, mereka melihat-lihat orang lain yang mereka pikir sudah berhasil. perhatikan saja kalimat sederhana dari Christine Hakim tentang awal mula perjalanan mereka menuju keadaan sekarang; 'usaha ini saya bangun dengan : kerja keras;kejujuran; dan berhemat ! hhhh.. seandainya beliau benar-benar mendengarkan omongan saya untuk segera tenggelam di dunia internet. beliau pasti lihat ocehan ini, supaya saya tau kapan harus hadir kembali atas undangan Christine Hakim.
1 komentar:
k padang kok ga kabar2i bang. kan bisa diajakin jalan2 kmn2.
Posting Komentar