...........takut kitaaaa... kalau kitaaaa yang membaaaagiiii... daaaa takut kitaaa.. kalau kitaaaa yang membagi.. da takut kita, da kalau kita yang membaggiiii.... ai na mantapan ma attong penyanyi ini bah. Pibra suara itu pun, ala mak.. Kalo cuman sekedar edi silitonga nya, putus la wak. Kakak itu bisa membuat pinggol awak ini macamnya dijamai... Entah sejak kapan kebiasaan nyanyi ini dilakukan kakak yang satu itu. Gelarnya saja pun Si-25. Keren dan berwibawa. Orang ini sudah dikasih gelar sebagai 'Manusia yang paling berpengaruh'. Soalnya kapan dia mau bilang sesuatu, seluruh pengikutnya, yang paling sibuk sekali pun, langsung menutup notebook. Membersihkan meja kerja, dan wussss... ngebut untuk berusaha menjadi orang yang pertama kali bertemu dengan beliau.
Tersebutlah Si - 21. Orang ini sebenarnya yang paling legendaris dari beberapa anggota kelompok yang mapan ini. Sepak terjangnya sama lah pulak sama Hang Tuah yang bisa memimpin Hang Jebat, Hang Lekiu dan Hang Kesturi. Sayang Si - 21 ini cepat cepat menjelajahi negara lain. Menjalani pengembaraan jiwa melewati samudera indonesia yang maha luas. Ketenangan jiwa Si - 21 sangatlah mumpuni. Setegang tegangnya kondisi tekanan mental kita, Si - 21 tidak lah terpengaruh sedikit pun. Hanya satu kejadian yang bisa merubah sikap tenangnya. Berhenti duluan. Apabila ini terjadi, maka serta merta, tangannya yang kekar itu akan terjulur ke depan meraup sesuatu. 'Sini dulu sisanya....' Sehabis itu, Si - 21 ini akan segera dengan cepat berkeliling. Tidak lupa tentunya tarikan napas rokoknya nya sambil tangannya sibuk men-sursari apa yang ada di tangan kawan-kawan nya.
Jangan lupakan tentang Si - 74. Ketenangan batin yang didapat sejak bertapa di gunung Sumbayak, bisa tergambar dari cara duduknya. Orang orang menggelarinya, the master of Mencicil. Kita bisa saja melakukan gertakan gertakan yang paling kasar sekalipun. Bahkan ancaman api besar untuk membakar sekaligus tiga atau empat wilayah kekuasaannya, Si - 74 akan tenang menelisik satu persatu apa yang dimiliki. Satu... satu... satu.... ikuuuuuttt... Lolongan ini menjadi senjata yang paling handal yang dimilik olehnya. Memang sering terjadi saking tenangnya jiwa Si - 74 ini. Si - 25 tanpa dosa sedikit pun akan melemparkan sejumlah lembar senjatanya persis di depan wajah semua orang. Dan.. Si - 74 hanya berujar '3 kawan'.
Wahai, Si - 80. Legenda dari para legenda. Kemapanan yang di dapat dari bukit sitolu sada ina, sudah lah menjadikannya menjelma dari semula perantau ulung menjadi penghuni rumah idaman yang tenang. Kengerian demi kengerian sering dialaminya. Terutama ketika para pendekar dari seluruh lembah simarjarunjung itu berteriak lantang 'Untunglah ada seminere di huta on'. Kekuatan ilmu penyihir dari pendekar mana pun, sangatlah tidak mampu meruntuhkan kekuatan majis Si - 80. Ucapannya Cla ! mampu meruntuhkan seluruh pertahanan jiwa siapapun. Hanya sayang, Si - 80 ini sering kassaaar kaali. Kemampuan melakukan pengalsipan pengalsipan sembari di karondel oleh siapapun lawannya tentulah tanpa tandingan. Yang patut dikagumi dari Si - 80 ini adalah, persiapan pada puro puronya. Memang dipikirnya tidak akan sakit pinggang dia karna lebih sering manarik i ! Siapapun yang ingin menguasai kemampuan sihirnya, saya hanya ber saran, nyanyikanlah lagu ini... jumbret jumbret.. emble emble, gombreng gombreng....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar