Selasa, 20 Januari 2009

* ENGGA APA-APA KOK

sekali waktu, eh. bukan sekali waktu. seringkali kita tidak bisa memenuhi harapan orang ke kita atau bahkan harapan kita sendiri. seringkali juga, orang lain tidak bisa memenuhi harapan kita ke mereka. kalau sudah menemukan masalah ini, biasanya kita akan merasa bersalah. merasa menyesal. merasa malu, dan merasa kecewa sangat berat. sewaktu perasaan-perasaan ini mulai menyelimuti hati, perasaan serba salah pun segera datang menyerbu. kegagalan ini kan harus dijelaskan. karena harus dijelaskan, kita harus mempersiapkan apa pun untuk bisa mengurangi rasa gagal dan malu tadi. saat-saat yang paling dinantikan pada saat proses ini adalah respon pihak lain. orang yang kepadanya kita menyampaikan laporan tentang kegagalan tadi. tiap orang pasti beda responnya. yang terbaik adalah, menyampaikan perasaan kecewa atau marah mereka secara langsung. ini paling baik, karna kita bisa merasakan kelegaan setelah selesai dalam diskusi penjelasan. yang paling kita takutkan adalah, no respons. si penerima laporan pertanggungjawaban tadi cuek. pura-puranya engga dengar. ini yang paling parah. jawaban yang paling kita tunggu-tunggu adalah kata : engga apa-apa kok !
'okey, saya kecewa dengan hasil yang anda laporkan. tapi, engga apa-apa, anda sudah usaha. kita coba lain kali'. orang yang mendengar respon seperti ini, memuji Tuhannya bisa ribuan kali dalam sedetik. 'puji Tuhan, bos engga marah'.
'engga apa-apa kok' itu sangat mudah diucapkan. tidak perlu energy apapun. cuman sekedar gerakkan sedikit bibir dan lidah 'engga apa-apa'. namun, walaupun mudah diucapkan, dampaknya sungguh punya kekuatan yang sangat luar biasa. semangat anda menjadi dobel kan ? pada saat pe'maklum'an itu anda dengar, terjadilah energy boosting. wuss... semangat kita dua kali lipat meningkat.
setelah tau ini, ayo, sedikit-sedikit mulai belajar mengucapkan : 'engga apa-apa kok'. sebelum kita berharap orang lain punya persediaan 'maaf dan maklum' buat kita, sebaiknya kita harus mulai timbun persediaan maaf dan maklum itu. kalau persediaan anda banyak, nanti bisa digunakan untuk orang lain dan diri sendiri !
hari ini anak-anak bikin sedikit masalah. malam ini sudah jam sepuluh malam nih. anak-anak seharusnya sudah persiapan tidur, atau malah sudah harus dalam kondisi terlelap. tiba-tiba kita ingat nih 'hei, mas... mba, rosternya sudah disusun belum ?'. perhatikan wajah anak-anak yang total berubah karena tersadar dia lupa, dan ketauan pulak lupanya. ada anak yang terbuka jawab enteng 'waduh pah, belum. lupa !'. ada pula yang diam saja, tapi langsung menyusun roster tadi. apapun respon mereka, cepat-cepat ucapkan 'engga apa-apa kok. susun aja rosternya. besok jangan lupa lagi ya nak'. taruhan. eh, taruhan engga boleh ya. saya jamin, harga diri anak anda tidak akan merasa direndahkan. dia bakal kagum pada anda 'papa luar biasa. ga gampang marah. orangnya ngertian banget'.
di kantor. anda melihat anggota team sudah kalang kabut melakukan apapun yang anda minta. hasilnya tetap sangat menyedihkan. ingat pernyataan di atas. pada saat ini, perasaan hati mereka sama dengan apa yang kita rasakan. 'menunggu vonis' ! cepat-cepatlah sampaikan : engga apa-apa kok. besok kita perbaiki.
suami anda, entah kenapa, lupa bahwa hari ini anda ulang tahun. terserahlah apakah orangnya pelupa atau memang tidak perhatian (beda lo ya), cepat-cepatlah ucapkan 'engga apa-apa kok'. tahun depan jangan lupa lagi bang.
bos anda yang suka prentah-prentah. yang kadang-kadang, orang engga waras sekalipun bisa menilai bahwa prentahnya itu engga masuk akal. anda usahakan dikerjakan. gatot ! gagal total : hadiahnya ya kemarahan setinggi gunung pangilun lah. cepat-cepat sampaikan ke hati anda sendiri : dimarahin ? engga apa-apa kok.
sudah bekerja selama berapa belas tahun ? lima belas ? sembilan belas ? atau malah dua puluh tahun. nasib karier anda segituuuu segitu saja. cepat-cepat hibur diri dengan mengucap : karier tamat ? engga apa-apa kok.
apapun yang kita rasakan, bisa saja melahirkan rasa sedih. rasa kecewa. rasa marah. tidak puas. rasa tidak adil. apa saja yang kita tau bakal membunuh semangat hidup, cepat-cepat singkirkan. ganti dengan ucapan : engga apa-apa kok. diantara anda mungkin banyak yang menilai 'omongan' saya ini adalah omong besar belaka. saya sudah siapkan respon positif : engga apa-apa kok... :) oh, what a life !

Tidak ada komentar: