buat orang-orang yang sedang kebingungan kenapa kawannya melejit di karier, tapi anda sendiri mentok, saya mau kasih tau, itu terjadi karena anda tidak bersedia berpikir ekstrim. semuanya dilakukan biasa-biasa saja.
saya berpikir gini. untuk memulai sesuatu, kayanya kita jangan sering-sering main ke gramedia. semua buku di gramedia itu, menurut saya, menyesatkan. ya menyesatkanlah. semua j
agoan marketing selalu menceritakan syarat-syarat sukses marketing. jagoan selling cerita syarat-syarat sukses selling. padahal, engga semua yang mereka sebutkan di sana benar adanya. tengok saja. syarat tempat usaha itu : parkirnya luas. ruangan sejuk. ada papan pengenal yang gampang dilihat dan menarik. petugas dibikin semenarik mungkin. .... kalau syarat ini diikutin. mana mungkin bisa lahir rumah makan Wong Solo sampai berapa biji. di Medan mulai muncul lagi sebuah warung yang berpotensi seperti wong solo. namanya joko solo. mereka melanggar semua kaidah yang ada dalam buku tuh. buat orang-orang tertentu yang tidak berani menantang diri sendiri, pasti ngomong gini :'ya iyalah. mereka kan beda'. biasanya alasan itu paling gampang disampaikan supaya engga ada lanjutan diskusi lagi.berjualan ? apa susahnya dan apa gampangnya ya.
Susahnya berjualan 
berjualan itu susah oleh karena kita sendiri takut untuk memulainya. bahkan untuk sekedar berpikir. rasanya mengerikan sekali kalau kita berani-beraninya mencoba untuk berpikir. sekarang saya tantang anda. coba bayangkan (khusus untuk yang tidak pernah punya usaha lain selain menjadi pekerja di perusahaan ya), apa yang terpikir dalam benak anda. barang apa yang akan dijual. darimana barang itu didapat. dimana anda jual. laku apa tidak. dan, ini yang paling seram, bagaimana anda memulainya ? sudah pastilah. anda sama dengan saya. pusiiiing. bahkan untuk meng-andai-andainya saja pun kita sudah pusing. belum lagi pertanyaan. kalau di warung, trus, siapa donk yang jaga warungnya. aku ? masak aku harus jaga warung ? berarti bukan berjualannya yang susah. niatnya yang berat.
Gampangnya berjualan
berjualan gampang ? mana kita tau. berjualan itu ya gampang. karena syarat berjualan. ya... berjualan saja. gampang kan ? hihihi... asli lo, saya saja bingung dengan pernyataan-pernyataan ini. saking bingungnya. akhirnya saya beranikan saja ambil kesimpulan. susah atau gampangnya berbisnis di usaha berjualan itu adalah relatif. mau mudah mau susah, ya tinggal kita saja yang menghitung.
tahun berapa, saya lupa. saya pernah berubah secara tiba-tiba menjadi seorang dealer besar (ukurannya kan tergantung saya), untuk produk PCMCIA. ini semacam card, yang waktu itu, tahun 2003, digunakan untuk alat akses internet melalui teknologi CDMA. saya jualan PCMCIA nya ? bukan ! saya jualan informasi ! anda tau apa yang saya lakukan ? cuman sederhana. pertama sekali saya minta tolong pada teman supaya bersedia meminjamkan sebuah barang tadi. dengan enteng, saya pamer ke orang-orang betapa hebatnya saya bisa meng-akses internet tanpa kabel telepon. ini kejadian tahun 2003 lo ya. saya melakukannya di tempat ekstrim. di warung makan. waktu itu di jalan krakatau medan. engga ada keren-kerennya warung itu. satu hal kunci saya tau, warung itu, walaupun jelek. masakannya enak. dan... ini yang penting. saya tau yang makan di sana adalah 'bukan orang sembarang'. dengan modal semangkok soto ayam, saya mulai beraksi. sekali suap, sekali klik di internet. saya sengaja pilih banyak gambar dari google. pertama sih, orang bilang 'sok kali orang itu'. saya cuek. sekali ekstrim harus ekstrim. jangan tanggung. rasa malu sudah saya taruh di lemari pakean di rumah. di meja sebelah. ada bapak yang parlente nekad melirik ke meja saya sebanyak : 2 kali ! wah.. ini tidak bisa dibiarkan. kata sakti saya kan 100 persen tidak berhasil kalau tidak dicoba, saya nekad. 'ini saya lagi akses internet pak'. laptop saya taruh persis di dekat beliau. 'silahkan dilihat'. saya lanjutkan makan. ting ! dia terhenyak... ini internet ? 'iya'. saya cuek. caranya ? jangan pernah melepaskan orang yang sudah berminat. cas.. cis.. cus.. cas.. cis.. cus.. pendek kata 'harganya sekian juta, saya delivery sebanyak bapak mau'. woiii... jangankan sebiji, kotaknya saja pun saya tidak tau cara mendapatkannya ! dia order... ini order betulan. ini bisnis kedua saya setelah dagang mobil bekas, yang sempat rugi besar itu lo. order barang jutaan, tapi saya yang gila menerima order ini sedang gila-gilanya berpikir : 'mak. nanti bapak yang minjamin barang ini, bisa kasih pinjaman lagi engga nih'. sebenarnya dia punya barang engga nih. puji Tuhan, sewaktu saya sampaikan order pertama saya. responnya pertama :'sampeyan sinting. barang itu susah dapatnya'. saya sintingin sekalian. mas, kita bisnis ini. sampeyan nyediain barang. saya jual. just between us. ini usaha nekad. saling percaya. saya tidak tau dia dapat barang darimana. saya tidak perduli berapa harga perolehan. yang penting saya percaya beliau. berapapun keuntungan beliau saya untung tidak kecil. banyak sekali orang yang coba mencari peruntungan untuk mencoba menjadi penyalur. saya tinggal jawab : sayalah pabriknya. anda butuh berapa, saya sediakan. jadi, waktu itu kami berjualan informasi. saya tidak pernah melakukan transaksi keuangan tuh, sampai barang tiba di tempat pembeli. setelah terima uang penjualan, baru saya transfer hasil penjualan. siapapun yang membujuk 'kenalin sama distributornya donk, saya mau order banyak'. saya jawab sekali lagi : 'ya saya juga distributornya'. informasi itu mahal. sampai hari ini, siapapun tidak pernah tau siapa yang menjadi distributor saya.
jualan keahlian
tentunya anda jauh lebih komplit lah keahlian, ide dan informasi yang dimiliki. saya bukanlah apa-apa. gunakan itu ! gunakan sebaik-baiknya. kalau anda tau ada produsen barang bagus, banyak peminat, dan si produsen tidak perduli dengan apa yang disebut dengan kegiatan marketing. jadilah 'manager marketing' untuk mereka. sayang donk, berapa sks yang pernah anda habiskan untuk belajar teori marketing. produsen tidak merasa rugi, anda untung besar. seperti abang beca (eh, mas. soalnya kan di jawa) di jogja. dia kelilingkan kita. singgahkan ke toko batik. padahal kita engga minta. ada transaksi, si masnya dapat persenan. sama saja kan namanya dengan 'manager marketing'. manager tidak harus pake dasi. daripada cape-cape kita bahas. sudahlah. jualan sajalah kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar