Senin, 20 Oktober 2008

* BATAS MANUSIAWI

* * * Beberapa bulan terakhir saya dilanda penyakit gila kerja. Gila kerja ini benar benar saya nikmati dan seperti pecandu, tidak bisa, bukan tidak bisa, saya memang tidak berniat untuk melepaskannya. Detik hari hari saya,berisi dengan pikiran kerja. Apa saja yang mau dilakukan selalu didahulukan dengan pertimbangan 'berapa lama akan menghabiskan waktu dan merampas kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan'. Gilanya, istri mau ngajak kemana mana pun, saya bisa penuhi setelah dengan berat hati. Dan istri merasakan ini. Kawan kawan yang mau ngajak ngumpul pun saya hindari. Saya jadi orang yang super perhatian dengan pekerjaan. Dan, yang mengerikan, ke Gereja pun agak malas. Rasanya sayang menghabiskan waktu sekian jam. Untungnya, saya disadarkan oleh indra ke enam. Bisikan ini datang pelan pelan : 'kamu memang suka kerja, atau takut kehilangan pekerjaan ?' pada saat lain, muncul lagi pertanyaan dengan kemasan lain : 'kamu tidak bisa melepaskan barang sebentar saja pekerjaanmu karna memang dedikasi terhadap perusahaan atau takut kehilangan jabatan ?'

Pertanyaan ini samar samar mulai mengembalikan diri saya yang sebenarnya. Apa yang saya cari sebenarnya ya. Kenapa bisa tiba tiba menjadi orang yang mendurhakai siapa yang memberikan pekerjaan itu buat saya. Betapa sadisnya saya ketika untuk sekedar mengambil beberapa jam saja bagian dari hidup saya untuk mengembalikan hak yang hakiki buat yang memberikan pekerjaan itu. Tuhan yang menciptakan. Tuhan yang meniupkan nafas hidup melalui nenek moyang saya, Adam !

Gila, saya bisa memiliki ketakutan, yang berarti saya mulai melupakan penguasa sebenarnya. Kenapa saya lebih takut kepada secarik kertas yang berisi penjelasan mengenai jabatan dan besar upah bulanan daripada secarik kertas di surga sana, yang setia mencatat berapa kali dan berapa lama saya hadir untuk memberikan hormat dan pujian kepada pemilik waktu di akhir zaman yang tiada akhir ? Apa yang saya lakukan selama ini ? mengganggu teman saya dengan beban kerja tanpa batas waktu hanya demi menjamin bahwa saya tidak akan mengalami gangguan apa apa atas apa yang sudah saya miliki sekarang. Saya tidak perduli apakah itu hari jumat, hari dimana ada juga yang harus mempersiapkan diri untuk ibadah jumat. ada juga yang ibadah sabtu, apalagi ibadah minggu. Untuk memanipulasi semua ini, maka perintah saya kirim atasnama loyalitas dan dedikasi kepada perusahaan. Saya tidak sadar bahwa saya sudah merampas apa yang seharusnya tidak saya miliki dari tangan orang orang yang seharusnya memiliki itu. Teman kerja saya. Saya merampas perhatian mereka atas hari ulang tahun kakak iparnya, mertuanya, bahkan mungkin anak anaknya. Saya secara sengaja tanpa sadar, menjauhkan mereka dari kehidupan sosial. Mungkin saja teman saya dengan tega akan meninggalkan kumpulan rumah duka, mungkin tetangga atau kerabatnya ada yang berduka, dan teman saya atas nama ketakutan kepada saya, bilang 'maaf, saya harus kembali ke kantor'. 'Tapi ini kan hari libur ?'. dan mereka akan jawab seperti mesin jawab 'di kantor saya tidak ada hari libur, nasib saya bisa kacau kalau saya tidak hadir seperti perintah yang saya terima'.

Saya harus mohon ampun kepada orang orang yang punya perasaan seperti ini. Juga atas perubahan sikap hidup karena ulah saya. Apa yang harus saya tanggung bila saya tidak melakukan apa apa pada hari libur ? Biarlah saya tanggung. Saya akan menikmati hari ini untuk anak anak saya, untuk keluarga saya. Karna untuk merekalah saya harus bekerja keras. Toh saya tidak mencurangi perusahaan yang sudah memberikan saya segalanya. Tapi, saya harus ingat, perusahaan ini juga diberikan oleh yang memberikan hidup. Kalau saya lebih banyak dekat kepada pemilik hidup, kenapa harus takut dengan pekerjaan ?

Batas manusiawi itu harus dijaga. Pekerjaan adalah pekerjaan, tetapi hak menikmati hidup adalah yang utama. Saya tidak akan merampas hak menikmati hidup orang lain, karna saya tidak berani memberikan jawaban atau pun pertanggungan apa pun atas apa yang menimpa orang lain karna mereka kehilangan hak menikmati hidup.

* LIBUR KAMI TIDAK PENING

Akhirnya libur sabtu lalu tidak pening. Itu hari terakhir anak anak ku ujian mid semester. Karna hari ujian sudah berakhir, saya pikir mereka harus melepaskan ketegangan selama seminggu ini. Saya sudah bisa bayangkan tekanan yang dirasakan anak kecil ini untuk mengikuti ujian. Tekanannya sebenarnya bukan disoalnya. Tapi di mama nya ! Istri saya memang cenderung perfeksionis untuk hal hal seperti ini. Dan saya bersyukur pada Tuhan atas anugrah luar biasa ini. Istri yang betul betul menjaga hal hal yang penting dan urgent. Dia bisa melepaskan diri dari kebiasaan memanjakan diri di tempat sauna. Menghindari pertemuan dengan dr. Christina yang cantik mulus itu. Dokter ini adalah dokter pribadi perawatan kulit wajah istri saya. Kalau mau coba menjaga kesegeran kulit wajah, coba maen ke daerah sambu di Medan. di sana klinik dokter Christina. Nah, dari kebiasaan ini, di tambah creambath rutin dan pedi - meni di langganannya di Medan plasa, dia bisa tiba tiba menenggelamkan diri di tumpukan buku pelajaran anak SD.
Tadinya saya kuatir dan bilang 'De, apa anak anak engga tertekan ?' Dengan enteng dan percaya diri dijawab 'Tenanglah bang, aku tau batas kebosanan mereka' Luar biasa ya, istri anda sehebat ini ga ? Dampaknya, setiap pulang sekolah saya nanya anak anak ini, 'cemana tadi ujiannya ? sukses ? Bisa jawab ga ? dan mereka jawab, 'bisalah, orang engga susah kok'. Puji Tuhan. Walaupun nanti hasil ujiannya nilainya tidak macam yang kami harapkan, minimal anak anak ku yakin pada apa yang diucapkannya. Toh seorang presiden pun dituntut untuk ngasih jawaban yang tegas dan tuntas. 'Bagaimana ekonomi negara pak Presiden ? 'Aman terkendali !'. Jawaban ini pasti bikin kita tenang kan, walaupun kenyataannya minyak tanah saja pun sudah tak mampu dibeli lagi.
Karna ujian sudah berakhir, anak anak saya bawa main sepuasnya. Tadinya istri yang mau jemput. Tapi saya putuskan saya sendiri yang jemput. Istri saya telpon untuk ketemuan di tempat sarapan pagi. Sehabis sarapan kita rencanakan main ke sun plasa. Sekarang persiapan ke tempat kejadian perkara, sun plasa, anak anak pun saya kasih pilihan. 'ikut papa atau mama ?' Eeee istri saya cemberut karna semua anak anak yang tiga orang itu, dengan cueknya ikut ke saya. Saya pun mulai memancing. 'Where to ? ' Serentak mereka bilang 'SUN PLASA !!!' hehe.. kita maen ke sana. Dan, kami puaskan maen segilanya. Bayangkan saja, ada anak SD dua orang, ditambah satu anak kecil yang belum sekolah beredar di lantai lantai sun plasa dari jam sebelas siang sampai jam empat sore, dengan pakean seragam SD !!!!
Libur sekali ini memang mantap.

Jumat, 17 Oktober 2008

* LIBUR BIKIN PENING

Besok hari sabtu. Terpaksa harus berbetah betah di rumah. Lo, kok terpaksa ? Iya eui, terpaksa karna semua bagian dari badan ini sudah otomatis tersetel untuk setiap pagi siap tempur kerja. Tiba tiba besok sabtu terbangun pada jam pagi yang sama, tapi tersadar 'yaaaa.. kantor tutup'. Mau liburan kemana ya.l Keluar kota terlalu jauh. Brastagi harus menghabiskan tiga jam. Parapat empat jam. Kota leluhur ku Tarutung, wah lebih jauh lagi : tujuh jam !

Brastagi.
Kalau harus ke sini, ya paling keras maen ke lokasinya mikie fun land. Saya belum pernah nginap disini. Biasanya kita nginap ke pusat kota brastagi. Kita suka milih hotel sibayak. Enaknya di hotel ini, makan siang bisa tinggal jalan kaki dari kamar hotel ke warungnya bang iwan. masakannya lumayan lah, walaupun ada bonus lalat. Tak enaknya pulang dari brastagi ini, seluruh pengalaman indah selama disini bisa tiba tiba hilang sesampai pulang di medan. Soalnya pulang ke medannya ini, harus dibantai kelok kelok punggung bukit barisan itu.

PARAPAT. Memaksakan diri ke parapat ? boleh juga sebenarnya. Kalau harus ke sini, enaknya berangkat dari medan paling lambat jam tujuh pagi. Jangan lewat. Berangkat jam tujuh pagi itu sudah menyetel waktu tiba di siantar. Pasti pas lapar kali itu. Langsung saja stop di pangsit parapat. Beli lah dulu kerupuk opak pinggiran jalan itu. Atau kalau perut masih oke, seruput dulu cendol panas, yang enaknya sedunia. Di parapat apa yang ditengok ya. paling paling makan siang di ajibata. Makan ikan mujaer bakar. O mak oi, jadi keluar air liur ku bah. Kalau suntuk mungkin nyebrang langsung ke samosir. Pulang dari danau raksasa ini bisalah sebentar singgah di panatapan. Oya, jangan lupa pulak harus habiskan sebutir telur bebek rebus. Puaskan lah dulu mata melahap karya Tuhan yang luar biasa ini. Macam di lukisan ku tengok, kata orang. Heran nya, setiap kita memelototi lukisan, komentarnya terbalik : 'macam asli kali gambarnya ini ya'. Hehe manusia ini memang tak jelas ya.

Tarutung (?) Sudahlah tulang. Marah pun tulang sama kami karna jarang pulang, marahlah tulang ku. Na dao an huta muna on tulang. Jauh kali la pulak kota leluhur ku tercinta ini. Kapan lah bapak bapak yang sibuk kali lomba pilkada itu bangun jalan tol medan - parapat - tarutung ya. Apa susahnya bangun jalan besar dan lebar. Bikin kek 6 jalur. Jadi kita pun pas lepas jalan ibukota, masuk tol, bisalah pulak nyoba nyoba, pecah engga ban kita kalau lari seratus empat puluh kilo per jam. Ih mak, membayangkan saja pun aku takut bah. Tapi ku rasa sudah waktunya pemerintah ini agak berpikir sikit untuk bangun akses yang nyaman ke kota ku ini. Masak cuman Jakarta sama Medan saja yang dibangun tak siap siap. Tulang, martangiang hamu di salib kasih i da. Ai molo dijaha pamaretta on, mungkin dibangun do dalan i. Alai lebi mungkin, tong dang dibangun. Tapi tunggu la dulu. Kalau jadi dibangun jalan tol ini, mana sompat lagi awak brenti di siborong borong beli ombus ombus ya. Tapi lok isih, ombus ombus katanya, orang sudah dingin dari tadi. Hajab la kita mak oi.

Kamis, 16 Oktober 2008

* NOVEMBER RAIN

When I look in to your eyes, I can feel a love restrain. But darling when I hold you don't you know it feels the same. ini kutipan lagu Guns and Roses yang kalimatnya tidak seperti asinya. Tadi malam hujan lebat bukan main. Secara pribadi saya senang bukan kepalang. Soalnya suara hujan dan gemuruh air yang menghantam atap rumah bisa mengalahkan petikan yang menyayat lead guitarnya Slash. Tapi saya berpikir orang orang yang tinggal di pinggiran sungai deli. pastilah setiap hujan turun stress mereka semakin tumbuh. Berarti kalau saya menganggap suara hujan sama dengan petikan gitar, penghuni pinggiran sungai deli menganggap suara apa ya.

Hujan ini bisa bikin kita dapat inspirasi terhadap apa saja. Bisa bikin tiba tiba hati menjadi redup. Sedih tanpa alasan. Disisi lain bisa juga bikin hati tiba tiba sumringah. Hari ini saya lumayan sumringah, karna walaupun tidak dapat light kiss in the morning dari istri tercinta, masih tetap dapat suapan dua sendok nasi putih plus ikan teri goreng kering. Saya menyebut istri saya ini sebagai manager istana kami. Dia betul betul seorang manager, pengelola yang handal. Walaupun cerewetnya itu lah, ampun.

Hujan ini bisa bikin mata hati kita terpukau terhadap apa saja. Coba ingat ingat bagaimana perasaan kita sewaktu menunggu lampu hijau menyala, tiba tiba di ujung seberang sana ada orang naik sepeda terjatuh. Pas hujan lebat. Reaksi kita berbeda jauh dibanding kalau kejadian ini pas hari terik sekali.
Hujan ini membawa dua hal yang berbeda ekstrim. Berkat dan bencana. Tergantung bagaimana persepsi kita. Persepsi sendiri dibangun oleh kebutuhan kita pada saat itu. Petani yang baru saja buka lahan sawah, baru akan menanam, pasti bersyukur syukur atas hujan. Di tempat lain, petani juga, tapi pas pada posisi akan panen. Posisi sewaktu masih butuh siraman panas matahari barang 3 hari lagi, tiba tiba hujan. Isi hati mereka mungkin akan dipenuhi umpatan, entah ke siapa. Pertanyaannya, kalau dikasih pilihan, anda mau pilih hujan atau panas terik ? Ayo, jawab.

Rabu, 15 Oktober 2008

* IMPERIAL CAKERY

Makan siang hari ini lumayan istimewa. Kalau biasanya makan di lapo atau paling keras juga pizza hut, tapi sekarang coba di satu tempat baru yang menurut saya boleh lah direkomendasikan ke orang. Saya dan rekan memindahkan tempat meeting di imperial cakery. Kalau paham lokasi daerah medan, resto ini ada di jalan zainul arifin. Posisi persisnya di sebelah kiri bank mestika. Bank mestika ini posisinya ya persis di sebelahnya imperial cakery itulah. Sambil meeting saya pesan tom yum, sementara teman meeting pesan tofu apa tadi namanya ya lupa. Pas waktu mesan, hati ini sudah pada ketetapan, siap mental menikmati tom yum. Eh pas pesanan teman datang, saya malah lebih bernapsu liat pesanannya dibanding pesanan sendiri. Dasar manusia ya, suka tidak bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
Anda yang mau coba rasa lain pas makan siang, saya rekomendasikan tempat ini. Soal cita rasa, meminjam istilah mas Bondan Winarno, boleh lah dikasih pendapat 'unik'. Soalnya tom yumnya sama sekali tidak mampu mengalahkan rasa golden thai yang sudah terpatri di kepala dan lidah saya. Where are you Golden Thai. Sebagai penutup makan, saya coba eskrim vanilla satu scoop. Well, asli engga kena rasanya. Cemana mau kena, wong selama ini ngertinya makan penutup itu ya pisang barangan.
Ruang tempat makan ini bolehlah. Di luar panas sekali, di dalam sini suejuk. Tidak terlalu dingin. Jadi pas sekali untuk menikmati makan siang, apalagi ditambah dengan meeting. Ternyata diskusi jauh dari meja kerja lebih efektif dibanding ngobrol kerja di tempat kerja.

Entah kenapa perasaan happy sekali makan siang hari ini. Karna rasanya, suasana tempat makan, atau mungkin karna banyak hal yang bisa saya dapatkan selama makan siang ini ya. Penasaran having lunch di imperial ? ajak saya, saya tunjukin, saya pesanin, dan pasti saya tinggalin pas mau bayar.

Selasa, 14 Oktober 2008

* DO YOU MISS MEDAN ?

Sudah berapa lama lah kelen tak pulang kampung ke Medan ini ? ada 3 tahun ? 4 atau 5 tahun ? kalo ada selama itu, sudah pastilah semua ingatan kelen sama kota ini sudah tak valid lagi. Apa yang kelen bayangkan yang berdiri disepanjang jalan sisingamangaraja ? masih pohon pohon yang besar dulu itu ? bah, sudah tak ada lagi itu coey.

Kapan terakhir jalan ke kampung keling ? (maaf coey, lebih enteng bilang ini dibanding kampung madras. no meant to racist), cuman ingat ramenya jalan pagaruyung. Ingat mie rebus atau sate padang atau martabak keling ? waduh, makan di sana udah mangkin tak seru itu. Begitu masuk ke 'pintu' jalan zainul arifin itu, bisalah kelen tengok di sebelah kiri gedung punyak nya surya paloh. Ini pun kata orang nya ini. Mana pernah ku tanya kepastian apa betul surya paloh pemilik gedung bagus ini. Oya, masih tak ingat ? dulu kelen pasti ingat di kampung keling ada kantor polisi kan ? na kantor itu sudah pindah ke tanjung morawa bos. lahan bekas kantor ini sudah berubah wujud sangat bagus. Tak kalah sama plasa senayan. Setelah lewat jalan pagaruyung itu kita lewat titi. Masih ingat istilah titi kan ? jembatan itu lah. Ternyata coey, titi ini punya nama. Namanya jembatan kebajikan. Selewat titi ini ke kiri kita mengarah ke jalan sudirman, ke kanan menuju s parman. Di sudut s parman inilah ada tegak menara lumayan tinggi. Tadinya gedung ini punya nama cambridge. pas selesai kok tiba tiba berubah jadi swiss-bell hotel. Kalo dulu suka kali kelen nongkrong ngabisin waktu di kedai aceh untuk minum kopi. Boleh lah sekarang sejam dua jam kongkow sama kawan di starbuck hotel yang kanan ini.
................(kita teruskan nantilah)...................

* SYUKUR LAH

Syukurlah, hari ini Hujan turun lagi.
Walaupun saya tau banyak orang yang menggeretakkan gigi geligi karna becek kemaren pun belum kering di halaman rumah.
Syukurlah, pagi ini, walaupun hujan, Matahari sinarnya lumayan terang.
Walaupun saya tau banyak orang yang sebel bukan main karna pengen sekali hujan turun sederas derasnya,
karna tanah yang kering kemaren masih tanggung disiram hujan yang hanya sebentar.
Syukurlah, pagi ini jalanan tidak terlalu macet, sehingga anak anak bisa tiba di sekolah lebih cepat.
Walaupun saya tau banyak yang mengutuk karna lancarnya jalanan mengurangi kesempatannya ngamen dan ngemis.
Syukurlah, hari ini sampah sampah di beberapa sudut kota ku agak lumayan bersih.
Walaupun saya tau banyak yang menyesali karna mereka tidak bisa lagi mengumpulkan sisa sisa buangan rumah tangga.
Syukurlah, saya masih bisa bersyukur tanpa menghitung berapa yang dapat berapa yang habis.
Walaupun saya tau banyak sekali orang yang hanya mengeluh karna yang didapatnya tidak sebanyak yang didapat teman.

Jangan pedulikan keluhan, umpatan dan makian orang lain, tetap saja bersyukur.
Hari ini ada panggilan rapat lagi. Sudah dipastikan akan berakhir sebelum jam makan siang. Maklum, anggaran akomodasi rapat sudah ga ada. Syukurlah, jadi rapatnya tidak terlalu panjang.

Jumat, 10 Oktober 2008

* MENCIPTAKAN KERINDUAN

Sehabis menyantap udang tepung goreng, sapi lada hitam dan steam ikan krapu, hari ini saya merasa beruntung bisa makan semeja dengan 4 orang yang jadi top management di tempat kerja. Obrolan kami enteng, tidak ada tendensi formalitas sama sekali. Dari keempat orang itu salah satunya adalah eks top management yang menjadi tempat eskalasi akhir solusi yang dulu biasanya saya lakukan. Abdul Karim ! kalau anda bertemu dengan beliau, jangan pernah berani menebak usia sebenarnya.
Sambil minum liong tea (teh liong), telinga ini merasakan nikmatnya tiga orang hebat di mata saya ngobrol melemparkan secara bergantian kedalaman ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Yang seorang lagi sih, kelihatannya lebih asik menikmati liong tahu. Hehe.. baru tau saya ternyata pak Bos ini kalau orang Batak bilang seorang 'pamangan mago'. Jago makan. Ada satu kalimat yang, sejujurnya ini adalah sikap lahir bathin saya juga, menurut saya harus saya pegang kembali dan refresh untuk diri sendiri dan team saya. Kata yang dilepaskan secara enteng ini, tapi kedengaran seperti bom C4 (maklum sering nonton HBO di rumah jadi paham jenis peledak :)) : ciptakan kerinduan di tempat kerja.

CIPTAKAN KERINDUAN DI TEMPAT KERJA.---.---
Kata ini sering saya lemparkan ke seluruh anggota team dalam bahasa yang berbeda. Baiklah hari ini saya bersedia mempelajari kembali kalimat sederhana ini. Sadar atau tidak, kita sering terjebak kepada kata 'kewajiban' sewaktu harus mempersiapkan diri untuk berangkat kembali ke tempat kerja. Hidup kita seperti mesin yang sudah diatur dan dikendalikan secara remote. Bangun jam 6 pagi. Mandi, pakai kelengkapan kerja. Santap makan pagi yang, Puji Tuhan, sudah disediakan isteri tercinta. Kemudian memanggil anak-anak untuk masuk ke mobil, cium bibir isteri yang sudah menunggu jatah light kiss in the morning sambil berdiri di sebalah pintu supir, (Kadang secara geli saya berpikir. Makjang, saya ini kuliah di Padjadjaran, kuliah lagi di Gadjah Mada, kuliah singkat lagi di Sydney University. Di kantor punya meja yang lebih besar dari rekan lainnya. Punya side job lain yang tidak kalah menantang, tapi jatuh jatuhnya jadi Sopir juga... hehe.... I like this nice job). Kemudian ya berangkat kerja. Tunggu pukul setengah tujuh malam, persiapan pulang kerja. Besok pagi, ya balik lagi seperti awal. Terlalu rutin. Dan seringkali kita engga sadar tuh apa yang bikin kita harus berangkat kerja selain berpikir, 'karna udah makan gaji'.
Ternyata, kita bisa melakukan banyak hal untuk merubah semua rutinitas secara ekstrim. Kita tidak lagi menghadapi jam 6 pagi yang tiba tiba nongol di jendela kamar. Malahan, kita tidak sabar untuk menunggu jam 6 pagi !
Sekarang coba perhatikan. Dari sekian banyak orang yang seruangan dengan kita, berapa orang yang membuat kita sebal setiap hari. Berapa lagi yang bikin kita suka dan tidak sabar untuk bertemu lagi. Dari kelengkapan ruang kerja. Apa saja yang bikin kita happy sepanjang hari, apa lagi yang bikin kita suntuk sampai berpikir 'sebaiknya dibuang ke luar saja ini mebel'. Coba hitung ulang. Kalau ternyata ada, ya udah mulai saja hubungi lagi kawan kerja yang bikin sebal tadi. Suka ga suka, mulai bangun lagi jembatan hubungan baik antara anda dan dia. Ga ada gunanya lo membenci orang lain. Orang yang suka membenci orang lain, pastilah wajahnya lebih jelek dari yang dibenci. Engga percaya ? lah, ini serius lo ini.
Lakukanlah hal hal yang sederhana untuk mengembalikan keharmonisan hubungan kerja. Kalau tidak suka sama atasan, ya ngalah sikit kenapa. Mulailah dekat dekat sama mereka. Tanya baik baik, sebaiknya bagaimana sikap anda ke atasan. Kalau sikap atasan ke kita, ya engga perlu ditanya. Kan sudah kita rasakan sendiri. Oya, mungkin anda sendiri adalah orang yang punya otoritas luas di tempat kerja. Benahin dulu beberapa hal. Meja kerja. photo photo atau poster yang sudah lama menggantung di dinding. Atau, dinding anda malah gundul engga ada apa apanya kecuali kalender pemberian kolega yang bulannya saja pun engga diganti ganti ? lakukanlah perubahan pada sisi ini.
Atau, coba perhatikan assisten anda. Mosok jaman segini asisten kita dari kelamin yang sejenis. Cari lah dari jenis yang lain. Yang laki laki ya ambil asisten perempuan. Yang perempuan ambil asisten laki laki. Engga usah kuatir dituduh yang engga engga oleh orang lain. Wong anda lurus lurus saja pun sudah pasti dituduh yang engga engga. Berarti nothing to loose kan ? Oya, kalau anda merasa sangat baik terhadap bawahan. Wake up. Coba pasang kuping baik baik, saya berani taruhan, anda pasti punya panggilan lain di tengah tengah bawahan anda. Kalau nama anda Firdaus, bisa diplesetkan sebagai Firaun. Anda sih merasa tegas dan teguh pada instruksi, tapi bawahan menanggapi lain. Tukang prentah ! Saya saja yang sangat baik ini dapat gelar 'si botak' kok. Tapi puji Tuhan, tuduhan ini tepat, karna memang saya botak. Liat saja profil di depan :)
Setelah anda temukan orang yang tepat, mulai bangun hubungan informal kepada mereka. Jangan melulu bicara target donk, bosan nek. Jaman sekarang engga semua prestasi bisa diraih lewat rapat serius. Merokok di ruang belakang sama office boy juga bisa mendongkrak penjualan mas. Kalau punya sopir pribadi, mulai besok suruh dia duduk di belakang, anda yang nyetir. Tapi kalau berangkatnya sama istri, pas supir dibikin jadi bos, istri anda suruh pake celana panjang donk. Nekad apa biarin istri pake rok mini ? Ini mah, istri anda yang membangun hubungan informal nantinya.
Percaya atau tidak. Tapi mending percaya deh, semua keadaan yang sudah anda jadikan terbalik ini, akan membuat anda tidak sabar menunggu jam 6 pagi segera tiba. Coba ingat waktu pertama kali ketemu pacar. Pas mau pulang ninggalin beliau di pintu rumahnya. Waduh.. beraaaaaattt..... Kemudian bilang gini : 'dadah sayang, selamat tidur'. Sebelum anda pergi, kekasih bilang gini lagi :'jangan lupa, besok jemput aku jam 8 lo mas'. Taruhan yok, gimana sih perasaan anda menunggu jam 8 besoknya ? Well, ciptakanlah kerinduan di tempat kerja, semuanya akan menjadi lebih baik. Ladies and Gentleman, Please, Try this at home.

Kamis, 09 Oktober 2008

o NEW BOSS, NEW HOPE

lebih kurang empat jam. Bayangkan 4 Jam ! bo, saya harus ikut berdiri tegak mengikuti ritual di tempat kerja. Hari ini, oleh big boss, dilakukan penggantian beberapa pejabat. Mereka ini adalah bos bos saya. Yang lama diganti yang baru. Kalau yang lama diganti yang lama, itu namanya tetap. Parbada !
Selama mengikuti ini, dalam pikiran banyak hal yang sedang menerawang. Jujur saja, pertanyaan klise 'bos baru lebih baik apa engga ya ?' itu muncul. Loh, siapa sih diantara kita yang tidak punya pikiran awal macam gini. Sewaktu dinyatakan terjadi pergantian, terbayang lah di mata, suasana nyaman yang selama ini dengan enak dinikmati pasti terusik. Mak jang, pastilah patah patah badan ini selama tiga bulan pertama.

Sewaktu rasa kuatir ini makin menggelayut di kepala. Saya coba narik napas sangat dalam. New boss and a new Hope. Click !! pikiran ini menebarkan udara sejuk di hati. Kita memang butuh sesuatu yang baru untuk hal yang baru yang kita harapkan akan kita dapatkan dalam waktu yang tidak lama. Past boss sudah memberikan banyak hal positif, dan saya terjebak pada metode metode usang. Past boss sudah memberikan rasa nyaman terlalu nyaman, sehingga pikiran pun terjebak pada konsep kuno.
New boss tentunya akan memberikan guncangan sedikit keras pada awal operasi. Saya akhirnya sadar, ini harus dilewati dan dirasakan. Saya merasa, saya memang butuh sedikit guncangan supaya tidak selalu berdiri di tempat yang sama. Dengan guncangan, saya akan cari pegangan baru. Menetapkan posisi berdiri yang baru. Yang lebih kokoh, yang memberikan banyak ruang untuk menjamin pondasi yang ada benar benar mapan.

New boss, new hope. Hmm. Lebih enak memikirkan ini daripada memikirkan apa yang bakal terjadi dalam tiga bulan ke depan ini.

Rabu, 01 Oktober 2008

* SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN

WELL.... hari ini rasanya enak sekali menghirup udara pagi, siang, sore, apalagi malam. Medan selalu diguyur hujan hampir sepanjang minggu. Karna perasaan hati lagi sumringah, rasanya kok jadi cerah sekali ya. Mau duit kurang, kesehatan lagi tidak fit, tapi rasanya badan ringan dan bergairah terus. Unit saya lagi sedang happy. Apa yang kami rencanakan semuanya, eh tidak semuanya lah, sebagian besar tercapai. Walaupun tidak semuanya, pencapaian sekarang ini kami nilai sangat luar biasa. Bayangkan, sudah pakai istilah sangat, ditambah luar biasa lagi. Parabolist ya. Eh hiperbolist. Luar biasa, karna secara keseluruhan item yang kami rencanakan hanya berada pada 'second line' champion, ternyata semuanya berada pada podium utama.Anda tau tidak ya. Atau pernah tidak merasakan perasaan berdebar sepanjang minggu menantikan tercapai atau tidak apa yang sudah anda rancang ? Saya sudah merasakan ini selama tiga bulan penuh ! Bayangkan, tiga bulan. Dan selama itu seluruh energy habis terkuras. Dan puncaknya ya hari ini. Semudah membalikkan telapak tangan !

SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN....
Biasanya kan, orang selalu bilang gini :'mencapai itu tidak semudah membalikkan telapak tangan'. Kalimat ini adalah kalimat wajar. Membalikkan telapak tangan itu mudah sekali, tapi bila dijadikan illustrasi untuk usaha tertentu, maka pencapaian itu tidak semudah apa yang kita bayangkan. Tidak semudah seperti yang kita pikirkan.
Tapi, saya mau bilang disini. Apa yang akan anda capai. Segala sesuatu yang ingin anda raih. Upaya yang akan anda lakukan adalah 'semuda membalikkan telapak tangan'. Ya. segampang anda membalikkan telapak tangan sendiri. Semuanya terpusat di Otak dan bercabang di hati. Anda mau beli sepatu baru pada kondisi keuangan yang sangat prihatin ? yang perlu anda lakukan adalah rencanakan pembelian sepatu baru. Lakukan sesuatu. Dan, anda akan merasakan beli sepatu pada kondisi uang morat marit adalah 'semudah membalikkan telapak tangan'. Anda mau tau rahasianya ?

Buat Fokus Utama........
Let say. Anda murni bekerja pada satu perusahaan, sebut saja perusahaan publik. Berarti anda seorang pegawai negeri sipil. Tapi ingin mengembangkan atau, mencoba mewujudkan apa yang anda angan angankan selama ini. Oke. Kita coba dengan usaha warung bakso. Kemudian kita upgrade lagi rencana anda menjadi pengusaha warung bakso modern, semodern es teler 77. Banyak kan sekarang ini orang pengen jadi pengusaha tapi tidak bikin gengsi jatuh. Padahal kita engga pernah tau berapa penghasilan seorang penjual bakso yang nongkrong secara permanen di sudut jalan.
Kembali ke rencana tadi. Pertanyaan sederhana. Anda mau langsung buka usaha warung bakso selevel dengan es teler 77 ? Pengalamannya ada ? Dananya punya ? Kalau jawabannya adalah ya. Ya udah, langsung aja buka warung di mall. Lantas kalau jawabannya tidak atau belum ? lakukan hal sederhana. Buat lah fokus utama anda. Warung bakso yang paling sederhana pun, menuntut modal yang anda harus miliki. Uang. kemampuan, pengalaman, keinginan, dan ambisi. Dari ke-lima point ini. Kita sepakati saja, pengalaman itu kita coret dari daftar anda. Pengalaman itu tidak penting. Kalau semua menuntut pengalaman, maka sarjana dan pasca sarjana fresh graduate akan semakin banyak jumlahnya pada kelompok pengangguran. Atau under pay.
Berarti tinggal empat prasyarat. Dan semuanya mungkin belum anda miliki. Bagaimana memulainya wong duitnya saja tidak ada ? Gampang. Pinjem. Malu minjem ? Ya cari ! Sama kaya di rumah. Beras habis ya beli. Minyak habis ya beli. Berarti uang habis ? ............ ya beli.
Sebelum kita bicara uang. Kita harus bicara ambisi. Seberapa besar ambisi anda untuk mendukung angan angan ini tidak berhenti menjadi angan angan belaka. Setelah anda yakin ambisi ini memercik, anda harus tanya lagi. Anda ingin atau tidak mewujudkan mimpi ini ? well, banyak sekali quote tanda tanya ya. Ya memang, kita memang sedang mencari jawaban dari banyak tanda tanya. Okelah kita sudah yakin bahwa kita ingin sekali mewujudkan angan angan ini. Pertanyaan berikutnya adalah kemampuan. Anda mampu menjadi penjual bakso ? Tentu tidak. wong belum pernah jualan. Bagaimana kita bisa berubah menjadi mampu ? tentunya dari berlatih. Berarti sebelum mencoba memulai usaha yang masih gelap dari bayangan kita, anda harus berusaha mencoba berlatih. Kalau tidak mampu bikin meat ball atau baksonya, anda harus berlatih meracik bumbu. Kalau tidak mampu meracik bumbu, anda harus berlatih merebus tulang sapi atau ayam untuk dijadikan kaldu yang menjadi bahan kuah sop nya. Anda tidak mampu juga membuat sop sapi atau ayam, anda lakukan hal yang paling sederhana. Menyiramkan kuah sop sapi ke dalam semangkuk mie yang sudah dilengkapi beberapa butir bakso. Intinya adalah. Anda harus mendahulukan hal yang paling sederhana sebagai dasar pijak untuk mewujudkan langkah pertama. Kalau bermasalah di uangnya, ya mulailah sisihkan sebagian gaji untuk ditabung. Kalau uang sudah dirasa cukup, mulailah rencakanan berapa mangkok yang harus dibeli. Dimana lokasi yang paling pas. Apa yang harus dilakukan untuk membuat warung bakso anda berbeda dari warung yang lain. Baik dari tampilan, layanan, maupun rasa. Harus ada yang difokuskan terlebih dulu. Fokus itu penting untuk membuat anda tidak panik, bingung, dan serabutan. Jadwal harus dibuat. Toh angan angan itu tidak anda batasi waktunya kan.

Buat Langkah Kecil Awal -.-
Setelah perencanaan matang, mulailah melakukan sesuatu. Perencanaan yang paling brilliant sekalipun tidak akan ada artinya kalau tidak pernah dijalankan. Seperti tulisan saya yang lain. Kenapa hanya KFC saja yang menjadi kaya raya dan terkenal, padahal hampir semua orang bisa membuat ayam tepung goreng ? karena Kol. Sanders tidak berhenti di rencana, sementara yang lain, asik berencana saja. Lakukanlah langkah awal yang kecil. Belanja ! Anda harus mulai belanja. dan harus diberanikan. Tidak perlu menghitung untung rugi dari awal. Belum mulai kok sudah takut rugi. Hilangkan pertanyaan 'jangan-jangan'. Jangan jangan ga laku. Jangan jangan tidak dilirik orang. Jangan jangan ga enak. Kalau dirobah gini, jangan jangan laku keras, disukai banyak orang, anda bisa jadi kaya, tapi ga dimulai mulai. Belanjalah semua kebutuhan yang sudah direncakanan. Mungkin rasanya akan geli sekali pada waktu anda mulai menata meja. Menyusun tempat tempat sendok, kecap, saos. Jangankan melakukannya, membayangkannya saja anda ga sanggup. 'aku ? jualan bakso ??' pertanyaan ini cepat cepat harus disingkirkan. Dengan segera. Anda sendiri yang memilih langkah apa yang akan anda lakukan. Kalau sudah beristri. Apakah menurut anda langkah kecil ini adalah diskusi dengan istri untuk menetapkan berapa besar dana yang anda harus pakai dan istri mengorbankan keinginan untuk beli berlian ? Lakukan saja. Apakah anda harus bicara dengan keluarga besar untuk memulai ini. Lakukan saja. Banyak lo orang tidak bisa melepaskan diri dari meminta terlebih dahulu pendapat keluarga besar. Pertanyaannya anda sendiri yang buat, dan langsung dijawab.

Mulai --.--
Ini langkah terakhir dan penutup dari rencana. Ya mulai dagang baksonya. Wong sudah beli meja, kursi, pasang papan nama, beli kompor dua belas sumbu, beli steleng segala. Mosok ga dagang dagang. Yok opo, kata kawan saya dari surabaya. Anda tau engga. Sebenarnya bakso es teler 77 itu, KFC itu, Pizza Hut itu, rasanya ga istimewa banget. Tapi hampir semua orang ga perduli dengan rasa. Kalau ditanya kenapa harus milih pizza hut untuk makan siang ? jawabannya paling paling... gimana ya, habis enak sih. Pas ditanya apanya yang enak. Jawaban selanjutnya paling paling cekikikan. Ini yang harus anda pegang. Jangan kuatirkan tentang rasa. Anda harus bikin sesuatu untuk menghilangkan rasa kuatir yang tidak beralasan ini. Jual bakso saja. Biarkan pasar yang menilai. Kalau ga laku, itung itung anda sudah punya pengalaman pernah dagang bakso dan gagal. Anggap uang sekolah toh !

Selasa, 23 September 2008

* USAHA SAJA. JANGAN PIKIRKAN HASIL

Hari ini letih sekali rasanya. Berdiri saja pun rasanya seperti digoyang banyak tangan. Mental rasanya dihajar sehabishabisnya. Ya. Hari ini adalah hari biasanya saya dan team melakukan apa saja yang bisa kami lakukan. Waktu keletihan hampir membuat saya mengeluh. Tiba tiba saya dipesonakan oleh pandangan ini. Seluruh anggota team saya kondisinya sama parahnya. Letih luar biasa. Tapi pesonanya adalah. Di bibir mereka, masih terpatri senyum yang sehari hari adalah makanan wajib yang membuat tubuh saya tetap bugar. Gila. Betapa luarbiasanya fighting spirit mereka.
Hari ini hari kesekian dalam september 2008. Bulan dengan hari kerja pendek. Tapi buat team saya, ini sama panjangnya dengan hari biasa. Yang bisa kami lakukan kami lakukan. Tidak perduli berapa banyak hari sabtunya. Berapa lama hari minggunya. Asal sudah melakukan segala hal dengan setulusnya. Kami tidak memperdulikan hasil yang kami dapat.

Senin, 22 September 2008

* PASAR JENUH, SIAPA BILANG ?

Hari ini saya terkaget kaget setengah mati. Barusan selesai ngobrol lewat email dengan sahabat lama, yang saya tau punya kegiatan utama memotivasi orang lain. Cerita berawal ketika saya mencoba menawarkan sebuah 'side-job' baru. Tawaran ini bukan asal. Saya berani omongin karna melihat adanya potensi besar pada diri sahabat ini. Bayangkan saja. Sahabat ini menderita selama bertahun-tahun oleh suatu penyakit yang kompleks. Keadaan ini terpaksa 'dilakoni' karna memang tidak bisa dihindari, baik oleh niat hati maupun pertolongan medis. Sahabat saya ini sudah harus melakukan kegiatan cuci darah secara reguler.
Saya justru menemukan kondisi ini pada saat saya menjadi salah satu peserta pada kelas yang sedang diajarnya.

Baiklah, pendek kata, saya tawarkan sebuah produk untuk meringankan penderitaan. Dan, puji Tuhan. Terlepas dari jujur atau tidaknya sahabat saya, tapi saya mendapat respon positif. 'Produk itu benar-benar efektif'. Dan saya lebih yakin efektif karna beberapa hari kemudian terjadi lagi 'repeat order'. Cling !! naluri bisnis saya langsung bersinar. Orang ini, yang sudah menderita seperti itu selama bertahun-tahun, dan orang lain tau dia menderita. Sekarang mengalami banyak perubahan, yang tentunya akan tampak dari aura wajahnya. Kenapa tidak saya rekrut menjadi salah satu distributor saja ? Bakal menjadi sangat andal. Tapi, alangkah kagetnya saya ketika beliau ini menjawab 'disini barang seperti itu sudah berjubel. Pasar sudah jenuh'... begitu kira kira omongannya.


Pasar Jenuh.
Istilah ini biasanya digunakan oleh satu kelompok. PARA PESIMISTIS !. Betul. hanya kelompok pesimist yang senang melontarkan kalimat pematah hati seperti itu. Orang yang sebenarnya tidak berani menghadapi tantangan apa pun, kecuali menyerah sebelum memulai. Pasar Jenuh. Mana ada pasar jenuh. Ini serius lo ya. Tidak pernah terjadi pasar jenuh. Yang ada hanyalah kepala kita sendiri yang sudah jenuh untuk memikirkan hal hal baru yang lebih menarik untuk pasar.

Kalau pasar jenuh, mana mungkin rumah makan tetap saja tumbuh subur. Dan pembelinya tidak pernah berkurang. Toko toko selalu dibangun dan semakin bertambah dibangun. Selalu sold out dan mereka tetap buka bisnis baru. Dan selalu dikunjungi orang orang. Coba lihat warung pecal. Warung sate padang. Warung somay. Warung mie kocok. Mereka kasih supply baru ke pasar. Dan pasar selalu menelan habis bis. Tapi kalau belum belum, kita sudah bilang 'mau jual apa lagi. semua orang sudah mulai selama sekian tahun. aku suksesnya kapan ?' dan ini selalu kita ulang dalam kepala tanpa berani memulai sesuatu. Ini, baru bisa kita sebut pasar jenuh. Pasar itu ya pikiran kita sendiri. Kita yang jenuh. Jangan menyalahkan pasar.

Optimist versus Pesimist.
Yang membedakan pengusaha sukses dan tidak sukses hanyalah awalan dari mist.... Yang satu dipenuhi awalan Opti, yang lainnya oleh Pesi. Honda, ini contoh besar. Belum sempat orang menikmati model terbaru dari CRV, misalkan. Ee beberapa bulan kemudian sudah dia lempar lagi new-CRV. Pada saat merancang the new ini, jangan lupa, pasar sudah dipenuhi oleh model dari beberapa merk top pesaing. Honda tidak menyerah dengan kata 'sudahlah bos. jangan model baru lagi. pasar sudah jenuh'. Mereka optimis. Create yang baru, lempar ke pasar. Dan. Jangan jangan anda termasuk yang sudah menunggu dalam antrian indent New CRV.

Siapa yang bisa mengelak dari keberadaan Texas Fried Chicken, Kentucky Fried Chicken dan Mc. Donald. Dari dulu kita tau perusahaan ini identik. Bukan cuman identik, malah sama dengan Fried Chicken. Ayam goreng. Sekarang ? anda boleh memilih menu lain yang tidak ada hubungannya dengan ayam goreng. Apa manajemen mereka pernah bilang pasar jenuh ? no man. tidak ada itu.

Tung Desem versus Ary Ginandjar
Sub title di atas hanya sebagai pencontohan. Mainlah ke Gramedia barang sejam sehari atau seminggu. Jangan cuman ke pasar tradisional beli ikan basah (gimana mau jadi 'bisnismen' kalau yang diperhatikan cuman masalah tetek bengek. teteknya enak, bengeknya ini). Perhatikan di sana berjubel buku buku dengan gelar yang sama 'Best Seller Motivator nomor #1 di Indonesia. Dan yang dapat gelar tidak cuman seorang. Tung Desem motivator nomor 1. Ary Ginandjar nomor hiji. Siapa lagi lah penulis penulis hebat itu, termasuk mas Safir Senduk pengelola keuangan. (saya pengen sekali ketemu langsung dengan orang ini dan mau ngomong : 'sampeyan ngomongin mengelola keuangan. mimpi. wong yang jadi masalah itu uangnya engga ada lo ya.' Tapi Senduk tidak salah. Dia menulis asal menulis saja. Dan yakin pasti ada yang beli. Ya kita kita ini. Orang yang punya duit tapi merasa melarat.

Kembali ke penulis tadi. Kenapa buku buku selalu bermunculan. Dan perhatikan ini. Judulnya HAMPIR SAMA. 'Kunci Sukses'. Mereka tidak pernah berpikir pasar jenuh mas. Mereka tidak perduli. Yang mereka perdulikan adalah harus berbuat sesuatu untuk memotivasi orang dan tentunya menambah pundi pundi duit pribadi ! Tidak ada dosanya itu. Itu halal sekali.

well. kenapa masih banyak orang yang ngotot menonjolkan pasar jenuh ini ya. Saya rasa, kata atau kalimat ini hanyalah justifikasi bagi orang pesimist untuk tidak melakukan sesuatu. Anda menolak saya ? try me !

Let's begin to fight !!!

Sabtu, 20 September 2008

* AL AMIN NUR NASUTION, MEMANG MANTAP

Tak tahan juga kalau tak menuliskan apa yang saya baca hari ini. Eh bukan. Ini adalah hari keberapa bahkan minggu ke berapa baca koran yang terus terusan bikin berita tentang Al Amin Nasution. Terus terang saja, saya kagum habis habisan terhadap orang ini. Di semua media. Pada saat menceritakan masalah yang semakin memberatkannya, senyumnya itu tak pernah lekang dari mulut.
Orang ini sangat percaya diri, atau tidak ngerti bahaya ya.

Jumat, 19 September 2008

* NEGARAWAN ARTIST

Ronald Reagan. A big star from hollywood akhirnya menjejakkan kaki di lantai white house. Gedung putih yang legendaris itu.
Ronald menjadi presiden Amerika Serikat ke-40. Kita sih taunya pas beliau menjadi presiden. Tanpa pernah mencari tau apa yang dilakukan dan dilalui untuk bisa menjadi penguasa negeri paman Sam. Oya, Sam itu anak tertua dari nabi Nuh lo ya. ............ Mungkin banyak dari kita paham bahwa Reagan, lahir sebagai Ronald Wilson Reagan pada 6 februari 1911. Menjadi presiden ke-40 pada periode 1981–1989. Dua periode lo. Tapi, siapa yang tau beliau adalah gubernur ke-33 untuk wilayah California ? tahun 1967–1975. Dua periode juga. Siapa yang tau bahwa sebenarnya sebelum menjadi gubernur, beliau sudah punya pengalaman sebagai ketua dari Screen Actors Guild (SAG), dan sebagai seorang spokesman bagi General Electric (GE). Dari sinilah Reagan mulai meniti karier politik. Dari seorang Democratic, Reagan beralih menjadi seorang Republikan. Dan ini dilakukan jauh hari sebelum mulai mencium aroma gedung gubernur California.
Reagan adalah artis paling populer waktu itu. Sebenarnya dia bisa melakukan apa saja melalui ketenaran yang dimiliki. Tapi untuk menjadi figur politik, Reagan sadar harus mulai belajar dari awal. Tidak serta merta ikut ikutan mendomplengi kelebihannya sebagai artis.
Marissa Haque, Helmi Yahya, Saiful Jamil.
Orang orang ini mengira dirinya melebihi Reagan. Marissa Haque, bolehlah dia mencoba menyeberang partai politik. Bedanya dengan Reagan : Reagan pindah karna alasan politik dan nurani perjuangan. Bukan karna adanya pemilihan bupati di arizona. (ada engga ya bupati di amerika ?). Marissa Haque, beralih partai politik karna adanya tawaran dari pihak lain. Dan bodohnya, Marissa mengira dia ini disukai banyak orang. Emang banten orang bodoh yang bisa saja diiming imingi seorang 'bekas' artis ? mana mau mereka. Emang selama Marissa menjadi artis, apa yang dia lakukan buat banten ? atau buat siapapun yang memilih dia duduk di gedung senayan sana ? mana ada !
Helmi Yahya. saya tadinya berpikir orang ini cerdas luar biasa. E, leletnya kelihatan pas debat calon gubernur. Saya yang bodoh saja mengerti kemana arah pertanyaan :'Saudara Helmi, kan banyak sekarang tuduhan bahwa banyak artis hanya sekedar ikut ikutan dan memanfaatkan popularitas untuk terjun ke dunia politik. Apa tanggapan Saudara'. Pertanyaannya sederhana lo. Dan mudah sekali dijawab oleh orang yang cerdas. Tapi mengagetkan sekali jawaban seorang Helmi. Dengan tangan bergerak-gerak ke atas ke bawah seperti memukul sesuatu yang tak tampak, Helmi menjawab dengan beringas 'saya ini adalah direktur di berbagai perusahaan, seorang businessman, seorang presenter, dan memiliki banyak usaha dan perusahaan... dan seterusnya'.. Katanya cerdas, ditanya tanggapan kok dijawab dengan kesombongan. Emang Helmi direktur di perusahaan mana saja sih ? Dan perusahaan nya ini ngasih manfaat apa saja ke lingkungannya ?
Saiful Jamil lebih norak lagi. Dikiranya pekerjaan sementara, setelah dicerai istri adalah menjadi wakil bupati. Bagaimana mungkin dia sanggup mengelola jutaan jiwa, sementara sebiji kepala pendangdut saja pun dia tak mampu ?
Lama lama, negara kita ini aneh ya. Duda pacaran sama anak perawan di gedung DPR/MPR, dipandang wajar. Pake publikasi lagi. Pada kejadian lain, wakil bupati yang baru terpilih malah sibuk ngumpulin duit dari hasil jadi bintang iklan. Ono ono wae.

* FURAYA-RIAU

Baru saja aku pulang dari kota terpanas di muka bumi. Pekanbaru. Bagaimana tidak terpanas, wong di atas bumi minyak, di bawah permukaannya juga minyak. Terakhir ke sana tahun 1994, dan kemaren 16 september 2008 kembali ke sana. Yang mengalami perubahan besar hanya pasar bawah. Dan ini pun membuat aku agak muak karna kecewa berat. Dari lobby hotel Furaya, semangat ku meledak ledak menuju pasar bawah. Dulu, lokasi ini menjadi lokasi favorit untuk dikunjungi. Pasar tradisional dengan materi internasional. Kunjungan kali ini membuat saya kaget setengah mati. Tradisionalnya lenyap entah kemana. Sekarang pasar ini tidak pantas lagi disebut pasar bawah, karna sudah bertingkat. Entah tiga atau empat, saya udah tidak berminat melahap area pasar.

Melihat potensi yang keluar dari perut bumi Riau, seharusnya daerah ini menjadi daerah paling nyaman di bumi andalas. Tapi sayang sekali, jangankan daerah urban, pusat inti kota saja pun tandusnya bukan kepalang. Sudahlah panas, pemda nya tak punya niat untuk tanam sana tanam sini. Bikin apa kek. Pohon kelapa atau pohon mangga kek. Asal pusat kota itu ada rindang rindangnya lah sedikit.
Dari kota tanah melayu ini, kami pulang lewat darat. Naik bis makmur menuju medan. Ampun lah. sepanjang lintas sumatera yang masih di area Riau Daratan, sama sekali tidak menggambarkan betapa kayanya riau (seperti yang digembar gemborkan selama ini). Rasanya sulit dipercaya daerah yang menghasilkan kekayaan luar biasa bagi negeri; sama sekali tidak mendapatkan manfaat apa apa dari kekayaan mereka sendiri. Jalananan nya itu bos. Hancurnya susah diceritakan disini. Melihat kondisi ini. Rasanya seperti melihat orang kaya yang kelaparan dengan pakaian compang camping. Katanya kaya, mananya ?
Belum habis keherananan saya, malamnya di metro tivi pas acara debat calon gubernur. Tinggi kali la pulak kalimat kalimat yang mereka lontarkan. Nanti setelah jadi gubernur, yang dimulusin paling paling jalanan menuju rumah pribadi. Riau: hajablah aku mak jang.

Kamis, 11 September 2008

* WORLD TRADE CENTER, W MISS YOU


11 September 2008.

Apa yang bisa kita ingat lagi selain keguncangan jiwa ketika menemukan betapa telah terjadi sesuatu yang otak kita yang paling gila pun tidak bisa mencernanya. Kalau ada kata yang lebih mengerikan dari tragedi, maka kata itu pasti akan saya gunakan di sini. Siapa yang mampu mendalami isi kepala manusia manusia yang merencanakan dengan nalar bersih. Rencana pembunuhan manusia sesamanya.

Saya membayangkan para pembunuh ini berkumpul berkali kali. Diskusi sambil minum kopi panas dan goreng pisang hangat. Bikin catatan catatan berapa nyawa yang akan dicabut. Ngobrol sambil ketawa terbahak menggambarkan bagaiman rona wajah mereka menyaksikan dengan kepala sendiri orang orang yang akan meregang nyawa. Bisa jadi, sekali waktu anak atau istrinya menelpon. Dan dengan enteng dia bisa bilang 'bentar sayang, papah lagi rapat. penting banget, sabar ya'. Manusia ini bisa manis dengan anak istri sendiri. Tapi nuraninya tiba tiba tercerabut tak perduli dengan anak istri orang lain yang sudah siap mereka bunuh.
Saya belum pernah ke New York dan tidak pernah menyaksikan dari dekat gedung kembar ini. Tapi hari ini merindukan dengan hati terdalam. I miss you World Trade Center, but you are gone.
Anda bisa bayangkan teriakan orang orang kalap yang putus asa di dalam perut pesawat ? orang orang yang tidak percaya yang mungkin sedang memanjatkan doa untuk memulai bekerja yang kebetulan menghadap jendela yang sedang didatangi pembunuh maut. I miss you people, hope Lord placed you in heaven. I miss you World Trade Center.
Well.... sedih sekali ya. Anyway, ini ada banyak catatan yang menarik berhubungan dengan gedung legendaris Amerika Serikat ini. Saya ambil dari situs tertentu dengan bahasa aslinya.
All About World Trade Center.
1. The WTC opened in 1970 after 8 years of construction.
2. The WTC was the dream of David Rockefeller, chairman of the Chase Manhattan Bank, and Nelson Rockefeller, former Governor of New York.
3. The Rockefellers wanted to name the towers after themselves, but the mayor of NY, John Lindsay, insisted on the World Trade Center.
4. The city chose to build the WTC instead of building a new tunnel and large bridge over the Hudson River.
5. The World Trade Center was designed by architect Minoura Yamasaki.
6. According to Yamasaki, downtown Manhattan was the perfect place to erect the towers because there wasn't "a single building worth saving in the neighborhood."
7. Owners of nearby buildings disagreed, and delayed demolition by three weeks with their protests.
8. Sixteen blocks were cleared to house the completed WTC.

9. More than 10,000 workers involved in building the complex.
10. More than 60 of them died during construction.
11. The excavation work displaced enough soil to create Liberty Park, were four 60-floor towers and four apartment buildings were constructed.
12. The WTC's foundations were laid at 60 feet below ground level.
13. The complex covered 16 acres when finished.
14. In addition to the towers, five other office buildings made up the WTC complex.
15. The WTC had 12 million square feet of space.
16. Each floor was 50,000 square feet.
17. The buildings had their own ZIP codes - 10047 and 10048.
18. The towers were designed to look like a futuristic sculpture.
19. The structure was revolutionary. Its main supports were external, lining the four corners of each tower.
20. Critics condemned the completed buildings as "boring."
21. When completed, the towers were 100 feet taller than the Empire State Building.
22. Until the construction of Chicago's Sears Tower and the Petronas Towers in Kuala Lumpur, Malaysia, the twin towers were the world's tallest buildings.
23. The North Tower's 347 foot radio tower technically allowed the WTC to still call itself the world's tallest building.
24. The towers were different heights. The South tower was 1,362 feet tall, and big brother North tower was 1,368.
25. Sixty-eight miles of steel were used in the construction of the buildings.
26. The concrete poured was enough to build a road from New York to Washington, D.C.
27. The steel inside the WTC could have made three more Brooklyn Bridges.
28. The Twin Towers had more than 16 miles of staircases.
29. There were 43,600 windows.
30. The windows were kept small to reduce the amount of heat or cold entering the building. Regular size windows would have made the heat unbearable in the summertime.
31. The building's 600,000 square feet of glass was cleaned by an automatic machine.
32. The building had 20,000 elevator doors.
33. The WTC housed 239 banks of elevators, including one known as the fastest in the U.S.
34. The main elevators traveled at 27 feet per second and could reach the top in under a minute.
35. There were 828 ermergency exit doors.
36. 23,000 fluorescent lightbulbs lit the interior.
37. Originally, there were no light switches in the towers, because energy prices were one-third less than they are today. In 1982, switches were installed.
38. 12,000 miles of electrical cable snaked through the building, supplying power to 15 trading floors for stockbrokers.
39. The 75,000 telephones were maintained by 19,600 miles of cable.
40. There were more than 300 computer mainframes on site.
41. The WTC used more power in one day than most small American cities.
42. Steam supplied by a plant on New York's East River was used to heat the buildings.
43. The buildings housed 49,000 tons of air-conditioning equipment.
44. More than 250,000 cans of paint were needed every year for upkeep of the Towers.
45. The surrounding shopping center complex included 3250,000 square feet of restaurants and stores.
46. Six banks, five investment firms and three insurance companies called their headquarters there.
47. The Port Authority of New York and New Jersey had its headquarters in the building.
48. American Express had three floors in the WTC.
49. The WTC was home base for Bank of America.
50. The trade center housed two top restaurants - the Windows on the World and Wild Blue.
51. Windows on the World had one of the best vintage wine collections in the United States.
52. More than 50,000 people worked in the twin towers.
53. By 9 a.m. each weekday morning, the buildings had an average of 35,000 employees at their desks.
54. More than 200,000 people - half of them tourists - moved through the buildings each day.
55. The South Tower had an observation deck that was visited by more than 26,000 people a day.
56. An information sign at the top assured visitors that the buildings had been designed to withstand airplane crashes.
57. The towers could be seen from at least 20 miles away.
58. On a clear day, it was possible to see for 45 miles in every direction from the observation deck.
59. The express elevator to the observation deck was the largest in the U.S. with a 55-person capacity.
60. Every president since 1973 paid a visit to the landmark.
61. President Ronald Reagan watched July 4th fireworks celebrations from the WTC on two occasions.
62. Superstars Frank Sinatra, John Lennon, Mick Jagger and Liza Minelli all sang in WTC restaurants.
63. Two New York TV stations incorporated the twin tower image into their logos.
64. The towers served 10 New York TV stations with 10 antennas on the top.
65. More postcards of the WTC were sent each year than any other building in the world.
66. In 1974, a Frenchman, Phillipe Petit, strung a tightrope between the two towers and walked across.
67. Three men successfully parachuted from the top of the towers.
68. More than a dozen mountain climbers have scaled the building.
69. In 1975 a jobless construction worker parachuted from the South Tower to publicize the plight of the umemployed.
70. The most famous man to climb the building was George Willig - who was arrested at the top.
71. Willig was fined one penny for each of the 110 floors he scaled.
72. Last year, a man in a micro-light aircraft crashed into the North Tower.
73. In the concourse beneath the towers, there were more than 75 stores.
74. Each day, over 150,000 commuters passed through the three subway stations there.
75. Eighty seven tons of food was delivered to the building each day.
76. Over 30,000 cups of coffee were poured daily in the basement cafes.
77. Twenty-two doctors had practices there.
78. Seventeen babies were born on the site.
79. Larry Silverstein recently bought the WTC for almost $3.2 billion.
80. The WTC generated $110 million a year in profit.
81. More than three dozen movies have been filmed there.
82. The best known film to use the WTC as a location was the 1976 remake of King Kong.
83. The 1993 bombing of the WTC killed six people and injured 1,000 more.
84. 1,300 pounds of explosives ripped through the garage in the 1993 attack.
85. That bomb created a crater 16 feet deep and badly damaged inner support beams.
86. Before the 1993 attack, there were three closed circuit television networks for security.
87. After the bombing, the cameras were increased to 300 monitored by computers.
88. More than 300 security guards worked there.
89. The WTC featured security centers on 14 different floors and its own police station.
90. The entrance lobbies had 16 concierge desks and 12 X-ray machines.
91. After the first bombing, no one could get inside the buildings without an I.D. check.
92. It took an average of five minutes for a visitor to pass through security checks.
93. Before the 1993 bombing, there were more than 1,000 parking spaces beneath the buildings, 600 remained afterward.
94. All vehicles using the parking lot had to show FBI security passes.
95. On Sept. 11, the building was 95 percent full, with over 400 tenants.
96 New York Gov. George Pataki had an office in the WTC, but wasn't there when the disaster struck.
97. Both the Secret Service and the FBI rented office space there.
98. $110.3 million in gold and 120.7 million in silver is buried in the rubble.
99. The combined weight of the towers was more than 1.5 million tons.
100. Each tower was built to safely sway about three feet during strong wind storms.
101. Blue Cross-Blue Shield, New York's largest health insurance company, moved into the building 3 years ago.
102. Nine chapels serving six different faiths called the WTC home.
103. Twenty-nine countries had trade mission offices in the buildings.
104. Every major U.S. airline had ticket offices inside the WTC.


Rabu, 10 September 2008

* BOSS YOUR SELF


Kenapa ? bingung dengan tata krama bahasanya. Tidak memenuhi kaidahnya Yus Badudu. Ya biarin lah. Orang lain bisa tidak paham, tapi kita mengerti. Lebih penting itu daripada menggunakan semua kaidah yang ada. Yang orang lain paham mendalam, tapi kita sendiri malah kelimpungan mencari arti. Buat apa. Title di atas bermakna. Jadikan diri anda sebagai boss !
Bos itu kan menggambarkan kepemilikan otoritas yang luas. Memerintah sesuka hati. Punya kekuasa menjatuhkan hukuman. Ugh. Superpower sekali bos ini.
Ada syarat untuk bisa dikasih gelar sebagai bos. Pertama dia punya anak buah banyak. Kekuatannya lebih dari anak buah. Kekuasaan nya melampaui apa yang dimiliki anak buah. Meja kerjanya pun jauh lebih besar daripada meja rapat sekalipun. Hanya itu ? Engga bos. Itu bukan segala galanya. Anda tau. Anda bisa jauh lebih bos dari bos anda. Bosnya bos anda. Bos dari bosnya bos anda. Kok bisa ? Bisa saja kalau kita punya sesuatu yang berbeda dari mereka. Kita punya otoritas penuh atas penguasaan diri dibanding mereka.
Kalau ada bos yang mengaku bos besar, tapi masih menangis ketakutan sambil bilang 'aduh. tolong donk. naikkan dikit prestasi anda, soalnya hasil dari unit mu ini menolong sekali pencapaian saya. saya dimarahin bos nih'. Coba ingat. Kejadian ini sudah lumrah kita dengar. Atasan kita, yang sudah kita anggap orang punya otoritas ternyata punya ketakutan besar atas sesuatu yang bakal menimpanya. Kalau di Asterix Obelix ini adalah traumanya orang orang Galia karna langit akan runtuh menimpa. Kalau kejadian ini benar benar anda alami. Tenang saja. Sampaikan saja negosiasi : 'oke, saya naikkan. Sejentikan jari saya bisa menambah tujuh puluh lima persen prestasi. Dan itu akan menjaga kursi bapak'. Tentu si 'bos' (perhatikan tanda kutipnya), bakal berbinar matanya dengan bilang gini 'apa yang bisa saya lakukan untuk kalian ?'. Well. Siapa yang bos sekarang ?

Anda bisa sampai ke level seperti itu ? Level dimana anda punya bargaining position dibanding bos anda sendiri ? Jawabnya ada di anda sendiri. Bukan di saya. Apalagi di dukun Panoramix dari Galia itu.
Syaratnya gampang. Ketik reg spasi bos kirim ke... hehehee.. bayangin bos, bapak bapak Paranormal saja pun sudah menggunakan multimedia untuk jualan. 'Anda tidak cocok bekerja di air. Anda cocoknya bekerja dagang'. Lah kita ? jangankan multimedia, alat kerja paling sederhana di kantor saja ga menguasai. Gimana mau jadi bos ?
Untuk menjadikan diri kita bos. Lakukanlah hal hal sederhana seperti ini.

1. Kuasai pekerjaan dibanding yang bisa dilakukan bos.
Jangan biarkan bos kita menguasai lebih dari yang kita kuasai atas pekerjaan inti unit kita. Kalaupun anda adalah pegawai yang paling rendah di unit anda, jangan pernah biarkan bos anda atau orang lain jauh lebih menguasai pekerjaan dibanding anda sendiri. Kekuatan tawar anda ada di situ. Bobot perlu tidaknya anda ada di situ. Kalau semua orang punya kemampuan yang sama dengan anda, kejadiannya bikin miris. Anda ada atau tidak ada, ga ada bedanya.

2. Kuasai unit anda

Ciptakan suasana dimana anda berposisi sebagai orang yang paling dipercaya sebagai pengambil keputusan dibanding bos anda sendiri. Jangan lupa, orang kita ini masih primordial dan konservatif. Bos nya si bos tentunya tidak mampu memerintahkan apapun selama bosnya langsung tidak ngomong apa apa. Jagalah ini. Anda harus menjadi leader di tengah tengah team. Untuk menjadi leader sejati tentulah harus memiliki beberapa syarat. Pasti sudah tau kan ? Minimal, untuk jadi leader, bisalah jadi contoh yang kata orang bule 'role model' bagi orang lain. Kalau tak bisa dari cara omong, ya dari cara pakean lah. Jangan pulak belagak leader tapi sepatu saja pun tak pernah disemir. Syarat lain, tunjukkanlah bahwa kita bisa memberi solusi untuk orang lain. Nah ini kan persyaratan yang berat. Berarti kita harus menguasai penuh pekerjaan semua orang. Jangan biarkan terbuka akses yang lebar dari bos anda ke unit sendiri. Sekali dibypass diemin. Duakali dibypass bos maklum. Kalau sudah lebih dari dua kali dibypass bos sendiri, alamat hilanglah marwah anda di depan anggota team.

3. Happy menerima order bos

Syarat seorang bos adalah tidak pernah menunjukkan warna hati dalam kondisi apapun ke orang mana pun. Termasuk bos sendiri. Ada order telan saja habis. Mau masuk akal atau tidak masuk akal, selama ini perintah bos, dan inline dengan visi perusahaan anda ya, sikat habis. Anda lagi cape berat, lagi lesu habis karna tugas kemaren belum selesai, tinggal kasih respon 'ada lagi bos ? sini saya selesaikan segera. Siap bos !' Jangan pedulikan anda sedang terlibat dalam case 'pegawai yang baik adalah pegawai yang akan dirugikan'. Masih ingat ini kan? Itu lo, kondisi dimana seorang pegawai akan luluh lantak kecapean tapi kariernya mentok. Karna hanya dia yang bersedia menerima order apapun. Baik sekali. Biarin saja kita menanggung ini. Toh di pikiran kita sudah tertanam : 'he is the boss. saya harus patuhi'.

4. Jangan pernah mengeluh
Kalau resources anda kurang, anda harus bersyukur. Kalau saya, resources kurang ini menjadi justifikasi buat saya (dalam hati lo ya) untuk menghibur diri pada saat saya tidak mampu melampaui sesuatu. 'Ya wajar donk kita engga mampu, wong mobil aja cuman dua unit'. Kalau mobilnya ada empat, anda mau bilang apa lagi ? pasti nyari alasan yang lain.

Calon bos tidak akan pernah mengeluh atas kekurangan apapun. Kalau merasa kurang kurang, diskusikan. Tapi tidak dalam konteks mengeluh. Kalau anda mengeluh maka anda sudah tidak layak lagi menjadi boss.
Cape kerja tapi karier anda atau hasil yang didapat tidak sebanding ? happy saja bos. Kita kan bukan orang upahan. Artinya kerja karna nyari bayaran. Kita kan bos. Kita sendiri yang mencari warna hati.
Jadikan diri anda bos. Tanpa harus menduduki meja yang lebih lebar. Punggung kursi yang lebih tinggi. Penghasilan yang lebih besar. Anda bos ketika anda sudah merasakan bebas melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar. Well. You are a real boss ! Congratulation !

Senin, 08 September 2008

* MENJUAL, PASTIKAN BERHASIL

Yang paling pertama muncul dalam pikiran kita, pada saat ditanya 'mau bisnis apa ?', adalah jualan. Jualan memang bermakna sangat sederhana. Sediakan barang, tetapkan harga, tentukan berapa untung yang mau diambil, dan terakhir cari pembeli ! a simple like that. Simple ? bisa iya, bisa tidak.
Jualan. Mau jual materi dalam bentuk barang atau pun jasa sama saja mudah nya dan sama juga sulitnya.

Kalau demikian, seharusnya tidak akan ada orang yang gagal berbisnis jualan donk. Faktanya, kelihatannya lebih banyak yang tidak berhasil dibanding yang sangat sukses. Lantas masalahnya dimana ?

Coba kita bedah beberapa hal yang sangat sederhana.

Gambar ini adalah gedung QVB (Queen Victoria Building) berada tepat di downtown Sydney. Gedung ini menggambarkan kesempurnaan teori jualan maupun marketing. Tapi anda tau ? banyak 'perusahaan' yang membuka gerai di gedung supermewah ini (oya, waktu itu aku ketemu Tamara Geraldine yang 'sarap' itu :)) sama sekali tidak mendapatkan kunjungan dari pembeli. Aku menemukan banyak sekali gerai yang hanya dikunjungi sebiji orang. Well kurangnya dimana ? Beberapa kemungkinan yang ku dapatkan adalah ini.

Target Logically. (engga usah ke gramedia, tidak ada bukunya kok. baca artikel PECAL:blogger)
Pengertian ku tentang ini adalah. Apakah logika yang kita ambil atau mainkan sewaktu memutuskan untuk memilih barang dagangan yang akan ditonjolkan di tempat tertentu, sudah sesuai atau masuk akal dengan kondisi market ? Kondisi dalam hal ini adalah tipe pengunjung, tingkat ekonomi pengunjung dan yang lebih penting motivasi pengunjung ke gedung.

Anda mau jual apa. Mau jual barang high-end tech ? mid-end tech atau low-end technology. Kita harus mengambil logika yang sesuai. Misalkan saja produk high tech sekarang yaitu Internet. Let say produk Speedy nya Telkom. Pertama sekali kita harus mengerti produk seperti apa speedy ini. Okelah kita tidak paham teknologinya. Minimal jangan terlalu bodo lah di hadapan orang yang akan menerima 'penawaran' dari kita. Seminimal mungkin, berusahalah untuk memahami istilah istilah dunia per-intenet-an. Apa itu download, upload, speed, bandwith, dan content. Akan sangat aneh kalau ada orang dengan pakaian parlente, bawa notebook Pentium 10 (ada tidak ya ?) tapi pas ditanya kepanjangan 'http', eee yang nongol malah 'oon' nya.
Ini sih sama aja dengan orang lagi terbatuk batuk nawarin obat batuk manjur.Kemudian mengenai logicnya. Kita kan mau jual speedy nih. Lihat dulu lah berapa sih rata rata konsumsi penggunaan telekomunikasi mereka. Jangan sampai tagihan teleponnya saja tidak pernah mencapai seratus ribu perak, malah ditawarin habis habisan. Jangankan ngerti speedy. Bingung dianya. Agak rumit ya. Untuk point ini coba gunakan logika begini. Jangan pernah menjual barang yang kontradiktif dengan kondisi calon pembeli atau target yang kita tetapkan. Sebagai contoh, jangan tawarkan asuransi kepada orang yang fanatik dengan agamanya. Jangankan tandatangan polis, dapat nasehat agama lue !


Logically Strategy.
Kemudian kita bicara strategi. Atau bahasa singkatnya cara. Perlu diingat : tidak ada cara yang benar. Yang ada adalah cara yang tepat atau pas.

Cara apa yang kita pilih untuk menjamin supaya upaya kita untuk memberhasilkan kegiatan menjual ini tidak terlalu berat. Tetapi menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Menurut aku, kita harus lihat sepenting apa barang dagangan ini di mata orang. Dan sepenting apa orang itu di mata kita sebagai penjual barang dagangan. Tingkat kepentingan ini pun berhubungan sangat erat dengan tersedia tidaknya barang dagangan yang sejenis yang disediakan orang lain. Kalau bahasa marketingnya kompetitif. Ada tidak barang kompetitif kita. Kalau tidak ada, ini sama dengan pas di tengah hujan lebat, hanya kita satu satunya orang yang berdiri di pinggir jalan dengan menggunakan payung lebar. Maka orang orang di sekitar kita, tanpa pikir panjang akan berusaha berada di dekat kita. Dalam kondisi ini, bargaining posisi kita dalam posisi baik. Ini seperti jaman monopoli dulu. Apa saja kita lakukan, barang apa saja kita jual. Enak tak enak. Bagus tak bagus, dijamin laku !
Melanjutkan cara tadi. Kita bisa bermain di ruang harga. Bisa bermain di ruang kecepatan delivery. Bisa juga di kualitas. Dan, ini yang penting yang sering dilupakan, bisa bermain di kecepatan layanan purna jual.

Cara mana pun kita pilih harus sudah melalui pertimbangan logika. Bukan asal tebak. Ada orang bilang, barang 'anu' sudah tak laku. Tak laku ? siapa bilang ? daptar antrian peminta masih panjang. Di lain kasus ada orang yang rela membayar lebih mahal dari price list demi mempercepat mendapatkan barang yang diinginkan. Coba lihat fenomena Innova tahun 2005. Gila. Harganya mahal. Ngantrinya berbulan-bulan. Pake uang pelicin lagi. Hanya untuk mengecilkan nomor antrian.

Sebelum sampai pada pilihan cara. Pastikanlah bahwa harga sebenarnya tidak menjadi masalah di pasar. Kalau sudah pasti, marilah main di harga. Yakinkan lagi bahwa memang barang dagangan kita, seumpama speedy tadi, memang sedang tidak ada pesaing. Tinggal bungkus atau kemasan barangnya diperindah. Ini kemasan dalam arti harfiah lo ya. Percantik sedikit iklan iklan promo nya.
Akan aneh sekali kalau kita tergila gila pada cara ‘harga’ padahal orang tidak mempermasalahkan harga. Belum apa apa sudah banting harga, malah bikin orang jadi ngeri. ‘lah, dia jual barang rongsokan bukan ya ?’
Atau. Kita bermain cara kemasan. Padahal target anda tidak pernah mempermasalahkan kemasan.
Lantas cara apa ? Yang perlu kita lakukan adalah.

1. Information Gathering.
Kumpulkan sebanyak banyaknya informasi dari lapangan. Anda mau jual bawang merah. Coba hitung berapa rumah makan yang butuh bawang goreng. Berapa rumah tangga yang bawang bulat atau lonjong. Lebih diminati mana. Bawang merah pipilan atau bawang merah masih di tandan. Kalau yang ini, pak Harmoko lah pakarnya. Menteri informasi harga bawang itu.
Jadi jangan salah. Cape cape menurunkan harga. Menciptakan kerugian luar biasa di kantong sendiri, padahal yang kita jual itu yang tidak dibutuhkan. Anda mengisi stock gudang dengan bawang merah bulat, padahal yang dibutuhkan bawang merah lonjong. Yang biasa dijadikan bawang goreng itu lo.

2. Salah jalan dan jalan benar.
Banyak sekali orang melupakan hal hal yang prinsipil. ‘Sudahlah, harga kita masih di bawah harga competitor. Siapapun yang jual sudah tentu bakal diterima pasar’. Ge er. Ge er sekali kita. Selain ge er, kita sudah underestimate dengan target. Kita pikir. Cara kita adalah segala galanya. Mau dikasih gratis pun, kalau yang kita suruh nawarin barang ke orang bukan yang tepat. Maka barang dagangan anda akan ditinggalkan. Saya berani taruhan. Eh, jangan taruhan lah. Ga baik.
Jangan menugaskan orang yang tidak tepat. Ini namanya salah jalan. Anda ngamuk setengah mati ke petugas. ‘Macam mana nya. Jual seratus potong saja tak mampu’. Gimana mau mampu mas. Wong yang anda suruh jualan itu mampunya cuman nongkrongin mesin printer. Atau orang yang gapenya (kata betawi) cuman pegang obeng dan alat solder. Disuruh jualan. Bukannya laku. Yang ada beliau ini minta biaya penggantian sandal jepit 5 pasang seminggu. Orang kerjanya cuman bolak balik doank. Mana dia ngerti memulai jualannya.

3. Cara panik dan tidak panik
Cara terbaik buat saya adalah menetapkan komposisi perencanaan dan aksi. Saya adalah orang yang konservatif. Yang mendahulukan perencanaan matang dibanding grasa grusu langsung terjun ke lapangan. Saya senang dengan komposisi 80 : 20. Delapan puluh persen adalah bobot perencanaan, termasuk di dalamnya evaluasi pasca perencanaan. Sisanya adalah aksi. Setiap komitmen yang sudah ditetapkan harus. Ulangi Harus dilakukan evaluasi menyeluruh. Target yang dicapai 1.000 kilo. Yang berhasil terjual. 250 kilo. Jangan cuman dinyatakan begini ‘sayang pak, target kita tidak tercapai’. Waduh, enak banget kerja kaya gini. Target ditelan mentah, pas gagal cuman dibayar senyum. Pas ditanya kenapa tidak tercapai ? ………… tidak ada jawaban ! Hebat ya. Lebih hebat lagi, ternyata yang nanya juga bingung mau nanya apa. Malah ikutan memuji. Hebat juga ini anak. Sudah tidak mampu malah bikin aku bingung.

Saya mau tekankan begini. Jangan pernah panik kalau pada suatu periode anda tidak mampu melampaui target yang sudah ditetapkan. Panik adalah kata haram buat bisnis. Saking paniknya anda, maka dalam waktu yang menurut anda sangat kritis. Semua orang anda suruh jualan. Supir jualan. Klining serpis jualan. Manager keuangan yang harusnya memang adanya di dalam ruangan AC untuk memelototi duit, juga jualan. Giliran pasar yang bingung. Kemaren aku ditawarin sama si Polan. Hari ini si Anu. Eh, tadi siang malah Borjong yang datang. Perusahaan mereka itu PT. Panik Jaya kayanya ya.

Dari panjangnya kalimat di atas. Pendek katanya hanya begini. Cari tau kenapa tidak laku. Dimana tidak lakunya. Siapa yang salah target. Siapa yang tidak mengerti target. Oya target itu adalah sasaran. Baik sasaran jumlah maupun pasar. Siapa yang harus wajib melampaui target. Siapa yang boleh dapat sedikit.
Kemudian, dan ini yang paling penting. Tidak laku karma tidak dibutuhkan atau karma adanya ‘black campaign’ dari orang lain. Black campaign ini bisa jadi adalah pengkonsumsi barang dagangan kita yang kecewa setengah mati atas layanan purna jual. Katanya delivery perbaikannya sehari. Aku tidak butuh perbaikan yang cepat. Asal ku pandang saja batang hidungnya. Sudah cukup lah. Itu menunjukkan ada concern dari penjual terdahulu. Anda mau tau apa yang disampaikan secara jujur, yang akhirnya berubah menjadi black campaign ? ‘ente mau pake produk si Badu ? jangan lah. Kecewa nanti ente. Manisnya pas deal kontrak saja. Setelah itu anda dicerai’. Mak jang. Macam artis saja.

Kalau sudah begini. Agak terbuka mata kita ya. Berarti jualan itu gampang donk. Siapa bilang ? Jualan itu sulit. Coba aja kalau tidak percaya.

Rabu, 03 September 2008

* TELEVISI BERBAHAYA

......... Televisi itu seperti benda perlu tak perlu. Dibilang tak penting, ya penting juga. Dibilang penting, tak penting kali pun. Untuk kita orang yang butuh tambahan isi pikiran dan materi omongan. Televisi pasti dijadikan barang kebutuhan primer. Malah bisa mengalahkan kebutuhan primer lainnya seperti makan.
Untuk omak omak (baca:ibu ibu). Jelaslah televisi menjadi teman curhat yang paling setia. Sayangnya memang cuman tipinya saja yang curhat. Ibu ibunya si tinggal menikmati. Kalo mau ketawa silahkan ketawa. Tapi kebanyakan yang dicari justru yang banyak nangis nangisnya.

Padahal benda ini cuman kotak kecil. Cuman diisi gambar gambar bergerak. Tapi, sadar atau tidak benda ini bisa merubah cara pikir orang. Engga perduli itu anak kecil atau orang yang sudah bukan lagi anak kecil. Pilihan benar salah bisa ditentukan oleh televisi itu sendiri. Bukan oleh nasihat orang tua. Pemimpin agama kita, bahkan guru atau dosen sekalipun.
Siapa yang bilang bahwa hidup 'menyimpang' itu adalah suatu hal yang lumrah dan wajar ? tidak pernah ada, sebelum televisi merubah paradigma kita secara ekstrim. Dulu, perempuan yang berusaha tampil seperti laki-laki merupakan 'bencana' pada keluarga. Laki laki yang menonjolkan kecantikan perempuan yang tak pernah dimilikinya, adalah aib besar bagi keluarga dan lingkungan sosial. Itu masih masalah seksualitas.

Bagaimana dengan masalah norma lain ? Perkawinan. Kawin cerai sekarang merupakan hal biasa. Dan banyak bibir yang mudah sekali bilang 'mungkin Tuhan menginginkan kami bercerai'.
Televisi. Merubah itu semua. Sim salabim ! semudah itu.

Aku sendiri. Secara pribadi mengalami ketakutan yang luar biasa. Ketika menemukan semakin hari, nilai moral dan kebenaran semakin kabur.

Fenomena Gay sebagai Gaya Hidup.

Ivan Gunawan sekarang menjadi idola. Eko Patrio semakin laris. Ruben, Olga, Wendy, banyak lagi artis yang dulu mungkin miskin papa. Tiba tiba menjadi kaya raya dengan cara merubah nilai moral yang ada !

Perempuan saja, tidak akan berani membuka bagian dada di depan jutaan orang yang menonton. Ivan Gunawan. Yang perempuan bukan, laki laki pun diragukan, tanpa moral membuka dadanya di depan banyak orang. Termasuk anak-anak dan remaja.

Emang masalahnya dimana ? Tidak ada masalah kalau Ivan menegaskan bahwa dia tampil sebagai laki laki tulen. Ini kan, dia berusaha menunjukkan bahwa dia adalah perempuan. Kasihan sekali Ivan.

Ivan, Eko, Olga dan kawan kawan para 'gay' (sengaja pake code on code, karna hanya mereka yg tau mereka gay atau bukan), pastilah tidak punya hutang moral apa apa demi mengejar kontrak yang menghasilkan banyak uang. Wajar donk, darimana lagi mereka mendapatkan biaya hidup kalau bukan dari segala cara. 'Melacur' pun mereka lakoni.

Saya kuatir sekali. Para remaja laki-laki yang sedang dalam masa 'transisi'. Mungkin dia akan memilih akan jadi laki laki normal. Atau perempuan sewajarnya, atau akan melakukan perubahan peran ? Menjadi 'transeksual' ?

Ivan dan kawan-kawan akan memberikan ketegasan. Udah deh. Gay aja, laku kok. Mereka mana perduli dengan ketakutan orang tua. Kesedihan lingkungan. Bencana alam yang akan dihadapi negeri ini, kalau ternyata kehidupan gay menjadi trend. Bahkan menjadi trendsetter ?

Kita tidak boleh mempersalahkan apalagi mengajak Ivan dan kawan kawannya kembali 'ke jalan yang benar'.

Sekali mereka berubah, maka RCTI, TRANS, TRANSTIVI dan seluruh stasiun televisi yang tak bermoral itu, akan mengalihkan mata kamera ke figur lain untuk dijadikan model gay.

Semakin ke belakang. Mengerikan sekali ternyata Ivan dan Eko menjadi idola negeri ini. Ala mak.


Trend Perceraian.

Maia mau cerai disiarkan. Andara Early cerai disiarkan. Alya rohali, siapa itu istrinya anggota DPR yang akhirnya memacari anak perawan orang yang putri Indonesia itu ? cerai disiarkan.

Perempuan, terutama, pastilah takut menghadapi perceraian. Dan atas nama agama dan kesetiaan, akan mempertahankan perkawinan.

Tapi Maia dan kawan kawan merubah itu semua. Cerai adalah pilihan. Dan itu normal.

Orang pun akan gampang berpikir. Kawin aja dulu, ntar kalo ga cocok lagi, ya cerai. Harta dihitung dari sekarang.

Perempuan yang bercerai tidak lagi membawa aib. Tapi membawa keberuntungan. Tengok aja Andara Early. Alya Rohali. Makin laku lo setelah cerai. Maudy Koesnadi makin ga laku, apa harus cerai untuk ngetop lagi ? Ya terserah televisi.

Masih ada waktu menjaga anak anak kita. Menjaga jati diri mereka dan bangsa. Itu terserah kita. Bukan terserah televisi.

Selasa, 02 September 2008

* GOUT (ASAM URAT)

Istilah gout itu berasal dari gutta yang berarti tetesan. Menurut orang jaman dulu gout itu terjadi karna adanya tetesan jahat yang masuk ke dalam sendi.

Asam urat terjadi karna tumpukan asam atau kristal urat pada jaringan, terutama sendi. Menurut dr. H. A. Siregar, hampir 20 persen penderita asam urat juga mengidap batu ginjal.

Bagaimana asam urat bisa kita ketahui ?

Orang yang mengalami kelebihan asam urat, akan merasakan nyeri pada sendi. Biasanya sendi yang diserang adalah pada kaki. Tapi semakin meningkat kadar asam urat, maka sendi yang diserang akan menyebar ke banyak tempat.

Sendi yang terkena serangan akan mengalami pembengkakan dan kulit diatasnya berwarna merah atau keunguan (ini beda dengan group Ungu yang ngetop itu. Jadi jangan senang kalau kulitnya warna ungu. Bukannya fans itu mah, kena asam urat lue !).

Hati-hati. Ada saatnya kadar asam urat yang sudah di luar ambang batas, sangat susah mengendalikannya kembali. Kalau seluruh sendi sudah terkena serangan, maka kejadian pada gambar akan mustahil anda lakukan.

Banyak orang memandang remeh asam urat ini. Padahal akibat pengendapan kristal urat idi dalam sendi dan otot yang terus berlanjut, akan sangat membatasi pergerakan sendi. Para penderita asam urat pasti sudah bisa menceritakan rasa nyeri dan penderitaan yang mereka nikmati hari hari.

'Warning' atas asam urat sudah harus kita ketahui, setelah hasil periksa darah menunjukkan kadar asam urat > 7.5 mg.

Darimana negara asam urat ? (maksudnya apa penyebab asam urat).

Asam urat Primer.
Asam urat primer adalah gout yang asalnya tidak diketahui. Tapi biasanya didiagnosa sebagai akibat dari gangguan atau kelainan proses metabolisme tubuh.

Asam urat Sekunder.
Ini jenis gout yang penyebabnya dapat diketahui. Beberapa penyebab yang sudah ditemukan adalah asupan yang tinggi dari makanan yang mengandung purin.

Jenis-jenis makanan mengandung protein purin.
Beberapa jenis makanan yang diketahui mengandung jenis protein purin yang tinggi adalah : Usus (854 mg/100 gram), babat (470 mg/100 gram), daging sapi (385 mg/100 gram), paru (398 mg/100 gram), otak, ginjal, daging babi, daging kambing, siput, udang, sarden, jamur kering, dan tape. Selain itu, jenis kacang-kacangan yang mengandung protein purin yang tinggi adalah kacang tanah (236 mg/100 gram), bayam (290 mg/100 gram), kangkung (298 mg/100 gram), dan lain-lain.

Melihat banyak 'resiko' di atas, apakah kita harus membuang mereka dari daftar menu makanan harian ? Kayaknya tidak lah ya. Kita tinggal pilih pilih dan takar kadar asam urat yang akan kita asup. Di atas sudah dijelaskan kadar purin beserta satuan berat sumber protein purinnya.

Bagaimana pencegahan dan penyembuhannya ? Silahkan hubungi dokter terdekat. Langsung konsultasi saja mas. Kalau repot bolak balik ke dokter. Tinggal klik disini http://www.biomagworld.com/. Jangankan asam urat. Nasib kita yang rada asam pahit juga bisa disolusi.

Berarti, selamat tinggal asam urat.

Senin, 01 September 2008

* RAMADHAN FAIR DI MEDAN

Sempatkan waktu ke Medan. Terutama pas bulan puasa macam sekarang ini. Entahlah di kota lain ada atau tidak, tapi di Medan, bulan puasa ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Tempat yang paling pas untuk dikunjungi pada bulan puasa seperti sekarang, adalah Mesjid Raya Medan. Ada jalan diantara Mesjid Raya Al Ma'sum yang terkenal itu, dan Kolam Putri Sultan yang di depan Mesjid Maha Besar tadi.

Di jalan ini, sepanjang bulan puasa Agustus 2008 (ini sudah ke-lima lo) digelar festival kuliner terbesar. Mungkin di dunia. Saya berani mengklaim terbesar di dunia. Karna festival ini diadakan justru pada bulan puasa. Bayangkan hebatnya penggagas acara. Bisa-bisanya memindahkan kebiasaan ribuan keluarga yang seharusnya berbuka bersama di rumah, menjadi berbuka di 'tengah jalan'. Bayangkan.

Di sini, atau di sana tepatnya ya. Kan kita di kantor pas baca ini. Selain makanan yang 'nendang' rasanya, kuping kita bisa di'tuning' sedikit. Siapa yang tidak kangen sama mas Ebiet G Ade 'tanya rumput yang bergoyang' ? Beliau bakal manggung di panggung ramadhan fair ini.

Oya. Beliau tidak sendiri. Opick akan hadir di sana. Anda tahu ? saya ini seorang Kristen. Tapi salah satu penyanyi favorit saya adalah Opick. Dan lagu yang saya suka adalah Tombo Ati. 'Obat hati.. ada lima perkaranya.. dst...' Oi makjang, indahnya harmoni lagu ini.

Judulnya memang Ramadhan Fair. Tapi jangan kuatir. Festival kuliner besar ini layak dikunjungi oleh semua agama. Nuansa toleransi beragamanya sangat tinggi. Saya biasa mengunjungi tempat ini setiap tahun dengan anak istri. Sewaktu saya nanya 'saya bisa cicipi engga ?'. Padahal waktu berbuka belum tiba lo. Saya pikir jawabannya akan melarang. Tapi, luar biasa mereka dengan ramah bilang gini : 'boleh pak, silahkan. tapi agak ke belakang ya'.


Selain festival ramadhan ini. Agak menyeberang dari lokasi kuliner, ada jalan semi protokol yaitu jalan Halat. Di sepanjang jalan legendaris yang diapit Yuki Simpang Raya dan Madani Hotel ini, berbaris puluhan penjual makanan pembuka. Anda mau tau rasanya sate kepiting goreng ? Ke sana 'deh'. Buruan, jangan sampai ramadhan berlalu begitu saja.

Untuk memastikan dan membuktikan omongan saya, siapapun yang punya akses ke pak Bondan 'maknyos dua jempol' Winarno, silahkan ajukan tantangan saya supaya beliau bikin acara live di sana.