seharian di kantor, kelelahan batin betul-betul menyeret kepala. tiba-tiba saja saya berpikir 'apa harus berhenti bekerja yang formal ini ?'. berusaha mencari ke sana kemari. masalah anak ? bukan. rumah ? juga bukan. apalagi pekerjaan. pergi makan siang dan sekembalinya, kekosongan masih juga menyelimuti. jujur saja, ketakutan datang menyergap saya. sangat takut, karna saya tidak bisa meraba apa yang sedang saya rasakan. saya tidak tau apa orang pernah merasakan seperti ini. kuatir karna kita tidak tau kenapa kita kuatir. di meja ini. di tempat mana saya mendapatkan banyak kebahagiaan yang mampu menutupi semua kegagalan, saya kasihan melihat anggota team. mereka bekerja keras untuk dirinya, dan tentu saja untuk saya. sementara saya, yang mereka anggap superman.. lunglai. memandangi mereka dengan kosong. betul-betul kosong. biasanya. saya sangat kuat untuk mengatasi masalah apapun. saya bisa menjadi spiderman. melekatkan masalah di tembok. saya bisa menjadi hulk. menghadang apapun dengan ketebalan kulit otot. saya bisa menjadi jon denver, melantunkan masalah terbang lewat bait lagu dan petikan gitar secukupnya. hari ini. aku bukan siapa-siapa. aku menyerah.
................
menjelang pulang kantor. saya coba mengumpulkan sisa-sisa kesadaran. entah dari mana saja. pokoknya saya kumpulkan. berusaha mencoba mencari kesadaran. kesadaran pertama yang saya dapatkan adalah : I'm not superman. bukan perfect. bukan segala mampu. dan banyak celah untuk dihajar. karna bukan superman. saya berusaha menerima bahwa bukanlah dosa, kalau saya mengaku bahwa hari ini saya tidak mampu mengatasi kegalauan hati. saya berusaha keras menerima kondisi, bahwa saya tidak harus menyembunyikan kelemahan hati. apa salahnya kalau orang tau saya sedang lemah ? tidak bisa berpikir ? sama sekali tidak tau mana jalan keluar. saya pikir, kenapa harus malu. superman sendiri pun, kalau dia ada, pernah down juga. apa hebatnya saya dibanding dia. kalau ada yang tau betapa saya sebenarnya juga lemah. paling mereka bilang : 'gua kira lue sekuat yg gua liat'. ternyata cemen juga'. ga masalah...
untung saja kesadaran cepat datang. saya menikmati tentang kelemahan ini. anda tau apa yang pertama saya lakukan ? membasahi mata. dengan tangisan. Lord, help me. Lord, help me. saya tidak malu lagi mengaku sebagai orang lemah. banyak orang yang bisa saya kasih jalan keluar. tapi saat ini, saya sendiri tidak mampu menemukan. dan itu saya ceritakan. hasilnya ? kelegaan yang luar biasa. saya banyak bicara dengan diri sendiri. berdamai dengan perasaan : ente lagi sedih.. ikuti sajalah. jangan dilawan. selama ini mampu mengatasi masalah apapun, tapi hari ini tidak. ikuti sajalah. jangan dilawan. kalau yang mampu dilakukan hari ini hanya menangis, ikuti sajalah. jangan dilawan. sampai kelegaan dan pikiran segar datang kembali. ikuti sajalah












